Hidup dan pernikahan itu selalu naik turun, dan itu normal. Tapi kenapa banyak pasangan cepat kecewa dalam hubungan pernikahan? Karena sejak pacaran, kita sering sibuk “nonton apa, makan di mana”, tapi lupa ngobrol hal-hal penting yang menentukan apakah hubungan suami istri ini benar-benar bisa berjalan searah.
Di episode podcast ini, kita ngobrol bareng Kak Maya Septa, figur publik, ibu dari tiga anak, sudah menikah 13 tahun, sekaligus penulis buku tentang self love, relationship, dan marriage. Obrolannya jujur, relevan, dan “nendang” karena berangkat dari pengalaman nyata: luka masa kecil akibat perceraian orang tua yang sempat memengaruhi cara pandangnya terhadap pernikahan dan cinta.
Ketakutan Menikah dan Pentingnya Belajar Relasi
Kak Maya cerita, dulu ia memandang cinta sebagai sesuatu yang tidak selalu bertahan. Ketakutan itu membuatnya tidak ingin asal melangkah ke dalam pernikahan. Ia dan pasangannya mengikuti kelas relationship, premarital, hingga rutin seminar pernikahan setiap tahun. Kenapa? Karena pernikahan bukan sesuatu yang otomatis mulus, tetapi perlu dipelajari, dipupuk, dan diusahakan.
“Kita berubah terus, pasangan juga berubah terus,” katanya. Kalau hubungan tidak di-update, nanti saat tinggal berdua lagi, pasangan bisa merasa seperti tidak saling mengenal.
Self Love dan Komunikasi dalam Pernikahan
Salah satu highlight episode ini adalah soal self love dalam relasi pernikahan. Kak Maya menegaskan bahwa kemampuan mencintai orang lain hanya sejauh kemampuan kita mencintai diri sendiri. Tanpa nilai diri yang sehat, seseorang bisa bertahan dalam hubungan yang menyakitkan, karena merasa tidak layak mendapatkan yang lebih baik.
Lalu, bagaimana menjaga hubungan tetap hangat? Jawabannya sederhana tapi sering dilupakan: jangan lupa pacaran. Luangkan waktu berdua, berbicara dari hati ke hati, bukan hanya soal anak atau tagihan.
Konflik Pernikahan dan Peran Tuhan
Dalam menghadapi konflik pernikahan, kuncinya adalah komunikasi yang dewasa, bergantian bicara dan mendengar, memilih kata, nada, dan waktu yang tepat. Dalam pernikahan Kristen, pusat relasi bukan ego masing-masing, tetapi bertanya, “Tuhan maunya apa?”
Jika kamu sedang bergumul dalam hubungan atau rumah tanzgga, episode ini bisa menjadi cermin sekaligus pegangan. Tonton di bawah ini:
Sumber : Solusi TV