Anak Dapat Angpao, Uangnya Milik Anak atau Orang Tua?
Sumber: Pranithan Chorruangsak from Pranithan Chorruangsak's Images

Parenting / 16 February 2026

Kalangan Sendiri

Anak Dapat Angpao, Uangnya Milik Anak atau Orang Tua?

Claudia Jessica Official Writer
1774

Imlek selalu identik dengan kebersamaan keluarga, hidangan khas, dan tentu saja angpao. Anak-anak biasanya jadi pihak yang paling antusias menanti momen ini. Angpao merah yang mereka terima sering kali langsung dihitung, dibandingkan, bahkan direncanakan untuk dibelanjakan.

Peran Orang Tua

Di sisi lain, orang tua kerap dihadapkan pada dilema, apakah uang angpao ini sebenarnya milik anak atau orang tua? Pertanyaan ini terdengar sederhana, tetapi jawabannya tidak sesederhana itu.

 

BACA JUGA: 6 Tips Menghindari Kesan Materialistik pada Anak Saat Memberi dan Menerima Angpao Imlek

 

Angpao memang diberikan kepada anak, tapi tidak semua anak sudah siap memahami dan mengelola uang dengan bijak. Di sinilah banyak orang tua merasa bimbang antara memberi kebebasan atau mengambil alih sepenuhnya.

Sebagian orang tua berpendapat bahwa angpao adalah milik anak karena diberikan langsung kepadanya. Pendekatan ini dianggap bisa menumbuhkan rasa kepemilikan dan tanggung jawab sejak dini.

Anak belajar bahwa uang bukan sesuatu yang datang begitu saja, melainkan perlu dikelola. Terutama untuk anak yang sudah lebih besar, memberi ruang untuk ikut memutuskan penggunaan uang bisa menjadi pengalaman belajar yang berharga.

Namun di sisi lain, tidak sedikit orang tua yang memilih menyimpan angpao anak. Alasannya sederhana dan masuk akal. Anak, terutama yang masih kecil, belum memahami nilai uang, mudah tergoda untuk menghabiskannya, dan belum mampu membedakan kebutuhan serta keinginan.

 

BACA JUGA: Bolehkah Orang Kristen Membagikan Angpao dalam Perayaan Imlek?

 

Dalam konteks ini, orang tua bukan sedang mengambil hak anak, melainkan menjalankan tanggung jawab untuk melindungi dan mengarahkan.

Mengelola Angpao Anak Berdasarkan Usia

Pendekatan terhadap angpao memang sebaiknya disesuaikan dengan usia anak. 1. Usia Balita (1-5 tahun): Uang angpao sepenuhnya dipegang oleh orang tua. Di tahap ini, anak belum memiliki pemahaman apa pun tentang uang. Orang tua bisa mulai mengenalkan konsep sederhana bahwa uang tersebut disimpan untuk masa depan anak.

2. Usia Anak-anak (6-10 tahun): Angpao bisa menjadi sarana edukasi finansial yang baik. Orang tua dapat mengajak anak menghitung uang bersama, menjelaskan rencana penggunaannya, serta mengenalkan konsep menabung dan berbagi. Kendali tetap berada di tangan orang tua, tetapi anak mulai dilibatkan dalam prosesnya.

3. Remaja (10-18 tahun): Pada anak usia pra-remaja dan remaja, kepercayaan bisa diberikan secara bertahap. Anak sudah lebih mampu memahami konsekuensi dan membuat keputusan sederhana. Orang tua dapat memberi ruang bagi anak untuk mengelola sebagian atau seluruh uang angpaonya, sambil tetap berdiskusi dan memberi arahan.

 

BACA JUGA: Imlek Kan Tiba, Ajarkan Anak Mengatur Angpao Dengan Cara Ini Yuk!

 

Pada akhirnya, pertanyaan tentang siapa pemilik uang angpao bukan soal benar atau salah. Yang lebih penting adalah bagaimana orang tua memanfaatkan momen imlek sebagai kesempatan untuk mengajarkan anak tentang tanggung jawab, nilai uang, dan pengelolaan yang sehat.

Karena itu, ketika anak menerima angpao, mungkin yang perlu ditanyakan bukan hanya soal siapa yang memegang uangnya, tetapi pelajaran apa yang ingin ditanamkan orang tua melalui momen sederhana ini.

Setiap orang tua ingin memberikan yang terbaik bagi anaknya. Jika kamu sedang bergumul dalam pengasuhan atau ingin mendoakan masa depan anak, layanan doa kami terbuka untuk kamu. Hubungi Layanan Doa CBN di WhatsApp 0822-1500-2424

Sumber : Jawaban.com
Halaman :
1

Ikuti Kami