Apasih Perbedaan Kebenaran dan Kebaikan?
Sumber: Canva.com

Kata Alkitab / 3 February 2026

Kalangan Sendiri

Apasih Perbedaan Kebenaran dan Kebaikan?

Aprita L Ekanaru Official Writer
146

Banyak orang menganggap kebenaran dan kebaikan itu sama. Kalau seseorang berbuat baik, otomatis dianggap hidupnya benar. Padahal menurut Alkitab, kebaikan dan kebenaran itu dua hal yang berbeda. Keduanya memang bisa saling berhubungan, tapi tidak selalu berjalan bersama.

Dalam kehidupan sehari-hari, kita bisa dengan mudah melihat contoh kebaikan. Bahkan orang yang dikenal sebagai penjahat pun bisa melakukan perbuatan baik. Misalnya, seorang koruptor yang membagi-bagikan uang kepada orang miskin atau membantu mereka yang sedang kesusahan. Dari sisi manusia, itu jelas perbuatan baik. Tapi pertanyaannya, apakah perbuatan baik itu otomatis membuat hidupnya benar di hadapan Tuhan?

Di sinilah kita perlu memahami bahwa kebaikan tidak selalu sama dengan kebenaran. Kebaikan bisa dilakukan oleh siapa saja, dengan motivasi apa saja. Tapi kebenaran menurut Alkitab bukan soal tindakan luar saja. Kebenaran berhubungan langsung dengan siapa yang kita ikuti dan bagaimana sikap hati kita. Dalam Yohanes 14:6, Yesus dengan jelas mengatakan bahwa Dialah jalan, kebenaran, dan hidup. Artinya, kebenaran bukan sekadar perilaku moral, melainkan hubungan dengan Tuhan sendiri.

Banyak orang juga salah paham soal berkat. Ada anggapan bahwa kalau hidup seseorang sukses, kaya, dan kelihatannya lancar, pasti dia orang yang benar di hadapan Tuhan. Faktanya, tidak selalu begitu. Banyak orang kaya yang hidupnya berkelimpahan tetapi tidak mengenal Yesus sama sekali. Berkat materi bukan ukuran kebenaran, karena Tuhan bisa mengizinkan siapa saja mengalami kelimpahan.

Lalu sebenarnya, apa sih yang disebut benar di hadapan Tuhan? Jawabannya bukan tentang seberapa baik kita kelihatannya di mata orang lain. Hidup yang benar adalah hidup yang diserahkan sepenuhnya kepada Tuhan. Bukan setengah-setengah, bukan hanya saat butuh pertolongan, tapi seluruh hidup, termasuk pikiran, keputusan, dan arah hidup kita.

Ketika seseorang hidup dalam kebenaran, perbuatan baik akan muncul dengan sendirinya. Bukan untuk pencitraan, bukan untuk menutupi kesalahan, tapi sebagai buah dari iman. Jadi, kebaikan sejati lahir dari hidup yang sudah benar di hadapan Tuhan.

Karena itu, mari kita tidak berhenti hanya pada perbuatan baik, tetapi sungguh-sungguh mengejar hidup yang benar dengan menyerahkan seluruh hidup kita kepada Tuhan.

Sumber : Jawaban.com
Halaman :
1

Ikuti Kami