Pernahkah Anda merasa seperti pohon ara yang sudah kering? Kehabisan tenaga, harapan terkikis, dan semangat mengering akibat pergumulan panjang sepanjang tahun. Di penghujung tahun, banyak orang menoleh ke belakang dengan pertanyaan dan memandang ke depan dengan kecemasan. Pada saat seperti inilah kita sangat membutuhkan firman Tuhan yang menguatkan iman.
Bagaimana cara menyambut tahun baru bukan dengan ketakutan, tetapi dengan iman yang teguh? Jawabannya Yesus ajarkan melalui sebuah peristiwa yang mengejutkan namun penuh makna: pohon ara yang dikutuk hingga kering, yang justru menjadi pengajaran mendalam tentang doa dan iman.
Makna Firman Tuhan dalam Markus 11:20–26
Kisah ini dicatat dalam Markus 11:20–26. Keesokan harinya, setelah Yesus mengutuk pohon ara yang tidak berbuah, para murid melihat pohon itu telah kering sampai ke akar-akarnya. Mereka heran melihat apa yang terjadi.
Namun Yesus tidak berfokus pada mukjizat tersebut. Ia mengarahkan perhatian murid-murid-Nya kepada kuasa iman yang dinyatakan melalui doa.
Yesus berkata, “Percayalah kepada Allah!” Inilah dasar utama kehidupan rohani orang percaya. Doa bukanlah sekadar rutinitas atau kata-kata kosong, melainkan ekspresi kepercayaan penuh kepada Allah yang berkuasa dan setia.
Kuasa Doa yang Lahir dari Iman
Yesus kemudian memberikan janji yang sangat kuat:
“Sesungguhnya barangsiapa berkata kepada gunung ini: Beranjaklah dan tercampaklah ke dalam laut! asal tidak bimbang hatinya, tetapi percaya, bahwa apa yang dikatakannya itu akan terjadi, maka hal itu akan terjadi baginya.” (Markus 11:23–24)
Dalam kehidupan kita, “gunung” dapat berarti:
Doa yang disertai iman kepada Allah memiliki kuasa untuk memindahkan gunung-gunung tersebut. Bukan karena kekuatan manusia, melainkan karena Allah yang setia mendengar dan menjawab doa.
Pengampunan sebagai Kunci Doa yang Berkuasa
Yesus kemudian menambahkan satu syarat penting yang sering diabaikan:
“Dan jika kamu berdiri untuk berdoa, ampunilah dahulu…” (Markus 11:25)
Doa yang menghidupkan dan memulihkan harus keluar dari hati yang bebas dari kepahitan dan dendam. Pengampunan bukan berarti membenarkan kesalahan orang lain, tetapi membebaskan diri kita sendiri dari beban yang menghambat doa.
Tanpa pengampunan, doa menjadi terhalang. Dengan pengampunan, hubungan dengan Allah dipulihkan dan doa mengalir dengan kuasa.
Menyambut Tahun Baru dengan Iman dan Doa
Mari menyambut tahun baru bukan dengan resolusi manusia yang rapuh, tetapi dengan hati yang dipulihkan oleh firman Tuhan dan doa yang penuh iman. Seperti pohon ara yang kering menjadi pelajaran tentang iman, biarlah pergantian tahun ini menjadi titik awal di mana doa-doa yang percaya mengubahkan gunung masalah menjadi lautan kesempatan baru di dalam kasih karunia-Nya.
“Percayalah kepada Allah.”
Itulah kunci iman, doa, dan pengharapan kita menyambut tahun yang baru.
Sumber : Jawaban.com