Serangan bersenjata yang terjadi di Bondi, New South Wales (NSW), menewaskan sedikitnya 15 orang dan mengguncang Australia. Tragedi tersebut meninggalkan duka mendalam bagi komunitas Yahudi, yang menyebut peristiwa itu telah mengubah rasa aman mereka secara fundamental.
Pihak berwenang NSW mengonfirmasi bahwa 15 orang meninggal dunia dalam insiden yang digambarkan sebagai serangan teroris tersebut. Salah satu pelaku dilaporkan ditembak mati oleh polisi di lokasi kejadian.
Serangan itu terjadi saat sebuah acara Hanukkah berlangsung di Bondi dan dihadiri ratusan orang. Sejumlah korban diketahui merupakan anggota komunitas Yahudi setempat.
Rabi Mendel Kastel, yang berada di lokasi bersama keluarganya, mengatakan saudara iparnya termasuk di antara korban tewas. Ia menyebut komunitas Yahudi Australia kini berada dalam kondisi syok.
“Kami telah melihat antisemitisme sebelumnya orang dipukul, ditinju, dan diserang. Namun ini adalah level yang sama sekali berbeda,” kata Kastel.
Ia menyerukan agar masyarakat Australia bersatu dan menunjukkan solidaritas terhadap komunitas Yahudi.
“Kami adalah bagian dari bangsa ini. Kami berkontribusi dan berpartisipasi dalam kehidupan negara ini. Sudah waktunya orang-orang berdiri dan memastikan bahwa kami merasa aman,” ujarnya.
Di antara korban tewas terdapat Rabbi Eli Schlanger, salah satu penyelenggara acara tersebut. Rabbi Schlanger merupakan pemimpin gerakan Chabad-Lubavitch di Bondi, yang merupakan bagian dari gerakan Yahudi Hasidik internasional.
Juru bicara Chabad-Lubavitch, Rabbi Motti Seligson, mengatakan komunitas sangat terpukul atas kematian Rabbi Schlanger.
“Dia adalah jantung komunitas Bondi. Acara ini merupakan salah satu perayaan Hanukkah paling penting di Australia,” katanya.
Menurut Seligson, tragedi tersebut bukan hanya masalah komunitas Yahudi, tetapi persoalan nasional.
“Ini bukan hanya isu Yahudi. Ini adalah masalah Australia. Kekerasan semacam ini telah berkembang tanpa kendali dan kini harus dihadapi secara serius,” ujarnya.
Sementara itu, Alex Ryvchin dari Dewan Eksekutif Komunitas Yahudi Australia mengatakan meski antisemitisme telah meningkat dalam beberapa tahun terakhir, serangan di Bondi membawa dampaknya ke tingkat ekstrem.
“Peristiwa ini menghentikan kehidupan kami. Tidak ada jalan kembali. Australia telah berubah secara fundamental,” katanya kepada ABC News Breakfast.
Ia mengaku tidak yakin bagaimana komunitas Yahudi Australia dapat sepenuhnya pulih dari trauma tersebut.
“Ada sesuatu yang hilang, mungkin rasa aman yang kami kira selalu ada. Sekarang kita tidak bisa lagi mengabaikan kenyataan itu,” ujarnya.
Anggota parlemen Partai Buruh Federal sekaligus politisi Yahudi, Josh Burns, mengatakan warga Yahudi Australia telah mengalami penurunan martabat akibat meningkatnya antisemitisme dalam dua tahun terakhir.
“Pembiaran terhadap penargetan warga dan lembaga Yahudi, termasuk pembenaran atas tindakan tersebut, harus dihadapi secara langsung,” katanya.
Dari pihak lain, Bilal Rauf dari Dewan Imam Nasional Australia menyerukan persatuan lintas agama dan politik pasca-serangan tersebut.
“Pemimpin bangsa bertugas menyatukan masyarakat dan menjaga persatuan nasional. Mereka juga harus memastikan para pelaku dikejar dan mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum, serta memberikan dukungan kepada para korban,” katanya.
Sumber : www.abc.net.au