Doa Seorang Anak Yang Mengubah Rumah yang Rapuh Menjadi Tempat Penuh Harapan
Sumber: dok. Istimewa

Family / 9 December 2025

Kalangan Sendiri

Doa Seorang Anak Yang Mengubah Rumah yang Rapuh Menjadi Tempat Penuh Harapan

Claudia Jessica Official Writer
1417

Di salah satu desa Sulawesi Selatan, ada seorang gadis kecil bernama Misyel Marampa, kelas 5 SD. Saat ini, ia tinggal bersama Mama dan Papa di sebuah rumah kecil yang mulai rapuh dimakan usia. Dinding-dinding papan yang lapuk, atap yang sering bocor saat hujan,

Namun bukan kondisi rumah yang membuatnya sakit hati, melainkan ejekan teman-temannya.

Beberapa temannya sering berkata,

“Rumahmu jelek!”

“Rumahmu bau!”

“Kasihan banget tinggal di rumah seperti itu.”

Sejak usia 5 sampai 7 tahun, ada lima anak yang hampir setiap hari mengejeknya. Misyel sering menangis diam-diam di rumah. Ia merasa kecil, malu, dan kadang mempertanyakan, kenapa dirinya harus tinggal di rumah seperti ini?

Tapi setiap kali Misyel sedih, mamanya selalu berusaha menenangkannya.

“Misyel, sabar ya. Jangan balas mereka. Lebih baik kamu berdoa. Tuhan pasti dengar doa anak yang setia,” kata mamanya menenangkan Misyel.

 

Kata-kata itu ia simpan dalam hati dan belajar untuk menghadapi ejekan teman-temannya dengan sabat.

Ketika ikut Sekolah Minggu Superbook, Misyel mengenal sosok Daniel, seorang hamba Tuhan yang tetap teguh beriman meski masuk ke kandang singa. Dari cerita itu, ia belajar bahwa doa anak kecil pun didengar Tuhan.

Mulai saat itu, Misyel berdoa setiap malam berdoa, “Tuhan, tolong perbaiki rumah kami.”

Misyel menulis harapannya di secarik kertas dan memberikannya kepada guru Sekolah Minggu, isinya, “Aku ingin punya rumah yang kuat dan tidak bocor lagi.”

Meski hatinya sering tersakiti, ia tetap melayani Tuhan dengan tamborin sejak usianya 5 tahun. Saat menari, ia merasakan kekuatan baru seolah Tuhan memeluk hatinya yang rapuh.

Tuhan menjawab dengan cara yang tak terduga. Beberapa waktu kemudian, Tuhan menjawab doa kecil yang Misyel panjatkan setiap hari. Salah satu keluarga mereka di Kalimantan mengulurkan bantuan. Atap rumahnya diperbaiki, dinding diganti, dan rumah kecil itu berubah menjadi tempat tinggal yang jauh lebih layak.

Misyel sangat bersukacita dan ia tahu bahwa Tuhanlah yang menjawab doanya. Sekarang ia bisa tidur bersama kakaknya dengan nyaman. Ia tidak lagi merasa malu. Yang luar biasanya lagi, Misyel sudah mengampuni teman-teman yang dulu mengejeknya.

Meski terkadang ia masih menangis jika mengingat kata-kata yang menyakitkan itu, tapi ia tahu Tuhan sedang menyembuhkan hatinya. Ia bahkan kini mendoakan teman-temannya.

Sekarang, masih ada satu doa lagi yang terus ia panjatkan. Misyel rindu supaya Papanya kembali rajin beribadah. Karena Misyel percaya, Tuhan yang memperbaiki rumahnya, pasti juga sanggup memperbaiki hati Papanya.

Misyel terus berdoa seperti Daniel dengan percaya, setia, dan tidak menyerah.

Mari terus menjangkau lebih banyak anak seperti Misyel, anak-anak yang membutuhkan penguatan, pengharapan, dan pemulihan melalui firman Tuhan. Dukungan Anda bagi Superbook membantu mereka mengenal Tuhan yang sanggup mengubah hidup, memulihkan hati, dan menumbuhkan iman yang teguh sejak kecil.

Sumber : Superbook Indonesia
Halaman :
1

Ikuti Kami