Hari AIDS Sedunia dan Janji Kristus yang Membebaskan dari Rasa Bersalah
Sumber: STOCK DIGNITY from Stock Dignity

News / 1 December 2025

Kalangan Sendiri

Hari AIDS Sedunia dan Janji Kristus yang Membebaskan dari Rasa Bersalah

Claudia Jessica Official Writer
1339

Hari AIDS Sedunia yang diperingati setiap tanggal 1 Desember menjadi momentum global untuk mengingat perjuangan, kesadaran, dan dukungan bagi orang dengan HIV/AIDS. Namun, di balik kampanye kesehatan dan advokasi yang sering digaungkan, hari peringatan AIDS SEDUNIA juga menyimpan makna emosional yang mungkin— tidak mudah diterima, terutama bagi mereka yang hidup dengan HIV/AIDS.

Hari AIDS Sedunia nampak sebagai perayaan yang solidaritas, bisa terasa sangat berbeda bagi sebagian orang dengan HIV/AIDS (ODHA). Banyak dari mereka justru merasakan tekanan, malu, atau bahkan rasa bersalah yang semakin kuat setiap kali perayaan Hari AIDS Sedunia.

Tidak sedikit ODHA yang menderita luka batin jauh lebih dalam daripada kondisi fisiknya. Mereka mungkin berkata dalam hati, “Kalau saja aku tidak jatuh waktu itu… kalau saja aku tidak pakai jarum suntik… kalau saja aku tidak tidur dengan dia… mungkin aku tidak akan dihukum Tuhan seperti ini.”

Masih ada ODHA yang merasa bersalah hingga menganggap diri tidak layak lagi di hadapan Tuhan. Mereka berjuang dengan pergumulannya. Banyak ODHA Kristen merasa takut dikucilkan gereja dan merasa tidak layak melayani. Bahkan 1 dari 3 ODHA pernah berpikir mengakhiri hidup karena merasa tidak ada lagi harapan.

Di Indonesia sendiri, Kemenkes (2024) mencatat sekitar 570.000 ODHA, dan sekitar banyak ODHA adalah perempuan yang tertular dari pasangan mereka. Sebuah fakta yang menunjukkan bahwa rasa bersalah yang mereka pikul seringkali sebenarnya tidak sebanding dengan apa yang benar-benar terjadi.

Yesus Tidak Menghukum

Kabar baiknya, iman Kristen tidak dibangun di atas rasa bersalah, tetapi di atas kasih yang memulihkan. Dalam Yohanes 8, Yesus berhadapan dengan seorang perempuan yang tertangkap berzinah, dosa yang menurut hukum harus dihukum rajam.

Tetapi Yesus merespons dengan sangat radikal. Ia berkata, “Aku pun tidak menghukum engkau. Pergilah, dan jangan berbuat dosa lagi mulai dari sekarang.”

Tentu Yesus tidak membenarkan perbuatannya, tetapi Ia membebaskan perempuan itu dari belenggu rasa bersalah. Artinya, Yesus ingin menyampaikan bahwa Kristus datang bukan untuk menghukum, tetapi untuk memulihkan.

Jika Tuhan sendiri sudah menjauhkan pelanggaran kita sejauh timur dari barat, maka kita pun boleh berhenti memandang diri melalui rasa bersalah itu. Ia sudah melepaskan kita, sepenuhnya. (Mazmur 103:12)

1 Desember: Hari Mengampuni Diri Sendiri

Tahun ini, biarlah Hari AIDS Sedunia punya makna baru bagi setiap ODHA. Bukan lagi sebagai hari mengingat kesalahan, tetapi hari menerima kasih yang tidak berubah dari Tuhan.

Cobalah langkah sederhana ini. Tulis surat pengampunan kepada dirimu sendiri. Bacakan dengan jujur di hadapan Tuhan.

Yesus sudah berkata, “Aku tidak menghukummu.”

Sekarang giliranmu berkata kepada dirimu sendiri, “Aku mengampuni diriku. Hari ini, aku mulai hidup baru.

Sumber : Berbagai Sumber
Halaman :
1

Ikuti Kami