Insiden Pelemparan Gereja GMIM Silo Watuliney Picu Ketegangan Antarwarga di Minahasa
Sumber: tribunnews

News / 1 December 2025

Kalangan Sendiri

Insiden Pelemparan Gereja GMIM Silo Watuliney Picu Ketegangan Antarwarga di Minahasa

Claudia Jessica Official Writer
3896

JAWABAN.COM — Insiden pelemparan yang terjadi di gedung GMIM Silo Watuliney, Desa Watuliney, Kecamatan Belang, pada Minggu dini hari, 30 November 2025, memicu ketegangan antarwarga dan berujung pada bentrokan di wilayah Minahasa Tenggara (Mitra).

Kejadian yang bertepatan dengan perayaan Minggu Adven Pertama ini kembali membuka luka lama, mengingat gereja yang sama pernah menjadi sasaran serangan serupa sebelumnya.

Aksi pelemparan berlangsung sekitar pukul 01.00 Wita ketika oknum tidak dikenal melempar batu ke gedung gereja. Akibatnya, bagian dinding dan kaca jendela mengalami kerusakan.

Jemaat yang tengah mempersiapkan ibadah pagi langsung terkejut, dan rekaman kejadian cepat menyebar di media sosial serta menimbulkan kekhawatiran luas.

Merespons situasi tersebut, Panglima Panji Yosua P/KB Sinode GMIM, James Sumendap, menginstruksikan Pasukan Khusus PY P/KB berkumpul di Lamet Ratahan sebelum bergerak ke Watuliney untuk memberikan dukungan moral kepada jemaat. Mereka turut menghadiri ibadah, acara serah terima pendeta jemaat, dan peresmian pagar gereja.

Namun ketegangan meningkat pada siang hingga sore hari. Bentrokan antarwarga pecah di perbatasan Desa Watuliney (Molompar Utara) dan Molompar Timur. Pos kamling di Molompar Timur dibakar, dan polisi harus turun tangan untuk mengendalikan situasi yang sempat memanas.

GMIM merespon cepat, Wakil Panglima PY P/KB, Hendrik Mamuaya, langsung berkomunikasi dengan pemimpin jemaat, sementara Komisi Pemuda GMIM mengimbau jemaat menjaga ketenangan dan menyerahkan proses hukum kepada pihak berwenang.

Saat ini, dua terduga pelaku berhasil diamankan Kapolres Mitra AKBP Handoko Sanjaya, dengan jaminan tindakan tegas terhadap pelaku lain.

Meski tidak menimbulkan korban jiwa, insiden ini menyebabkan kerusakan ringan dan trauma psikologis bagi jemaat. Konflik diduga berkaitan dengan persoalan antardesa, namun motif pasti masih diselidiki.

Peristiwa ini kembali mengingatkan pentingnya menjaga toleransi dan perdamaian di tengah masyarakat Sulawesi Utara yang multietnis dan warga sekitarnya.

Sumber : Berbagai sumber | Jawaban.com
Halaman :
1

Ikuti Kami