Benarkah Anak Nakal atau Ekspektasi Orang Tua yang Salah?
Sumber: Canva.com

Parenting / 21 November 2025

Kalangan Sendiri

Benarkah Anak Nakal atau Ekspektasi Orang Tua yang Salah?

Aprita L Ekanaru Official Writer
3602

Sebagai orang tua, kita sering menilai perilaku anak dari kacamata orang dewasa. Saat anak terlihat tidak bisa diam, kita menyebutnya nakal. Saat mereka banyak bertanya atau membantah, kita menganggap mereka tidak sopan. Namun, pernahkah kita berpikir bahwa mungkin masalahnya bukan pada anak, tetapi pada ekspektasi kita sendiri?

Anak yang sehat umumnya aktif, penuh energi, dan ingin mengeksplorasi dunia di sekitar mereka. Di usia awal tumbuh kembang, bergerak, bertanya, dan mengekspresikan diri bukan tanda kenakalan, tetapi bagian dari perkembangan yang normal.

Ketika anak mulai punya opini sendiri, sering kali orang tua merasa itu pembangkangan. Padahal, kemampuan menyampaikan pendapat adalah bagian penting dari tumbuhnya kepercayaan diri dan kemampuan berpikir kritis. Alkitab pun mengingatkan bahwa anak adalah pribadi yang berharga dan harus diperlakukan penuh hormat, “Didiklah orang muda menurut jalan yang patut baginya, maka pada masa tuanya pun ia tidak akan menyimpang dari pada jalan itu.”Amsal 22:6.

Ada kalanya kita menuntut anak untuk selalu patuh bukan untuk menuntun mereka, tetapi agar kita tidak repot. Kita ingin anak menuruti keinginan kita, bukan karena itu yang terbaik bagi mereka, tetapi karena memudahkan kita. Di titik inilah ego orang tua sering kali tidak terlihat. Padahal Alkitab juga mengingatkan, “Dan kamu, bapa-bapa, janganlah bangkitkan amarah di dalam hati anak-anakmu, tetapi didiklah mereka di dalam ajaran dan nasihat Tuhan.”Efesus 6:4.

Jika anak tidak mau mendengar, mungkin bukan mereka yang bermasalah. Bisa jadi cara kita berbicara terasa keras, menghakimi, atau tidak menyenangkan untuk diterima. Tuhan mengajarkan bahwa perkataan kita harus membangun, bukan melukai: “Perkataan yang menyenangkan adalah seperti sarang madu, manis bagi hati dan menyembuhkan bagi tulang-tulang.”Amsal 16:24.

Anak akan terus bertumbuh, berubah, dan membentuk identitasnya. Ketika kita menolak menerima perubahan itu, mungkin bukan mereka yang salah, kita yang tidak siap melepas kontrol dan membimbing dengan kasih. Mereka bukan milik kita untuk dibentuk sesuka hati, mereka adalah titipan Tuhan untuk dipimpin.

Pada akhirnya, banyak konflik bukan berasal dari perilaku anak semata, melainkan dari ekspektasi orang tua yang tidak realistis. Ketika kita mulai melihat dari sudut pandang mereka, bukan hanya menuntut mereka menyesuaikan sudut pandang kita, relasi akan jauh lebih sehat dan penuh kasih.

Daftarkan gereja Anda untuk mengikuti The Parenting Project, agar semakin banyak keluarga dipulihkan dan diteguhkan di dalam Tuhan.

Sumber : Jawaban.com
Halaman :
1

Ikuti Kami