5 Cara Memperoleh Hikmat dari Tuhan, Sudahkah Anda Melakukannya?
Sumber: Canva.com

Kata Alkitab / 28 August 2025

Kalangan Sendiri

5 Cara Memperoleh Hikmat dari Tuhan, Sudahkah Anda Melakukannya?

Aprita L Ekanaru Official Writer
532

Pernahkah Anda merasa terjepit di persimpangan hidup, bingung memutuskan langkah terbaik? Atau mungkin Anda lelah hanya mengandalkan logika sendiri saat menghadapi masalah rumit dalam karir, rumah tangga, atau pelayanan? Jika ya, Anda tidak sendirian.

Seringkali, yang kita butuhkan bukan sekadar informasi lebih banyak, tetapi hikmat ilahi merupakan kemampuan untuk melihat seperti Allah melihat dan memilih seperti Dia memilih. Kabar baiknya, Allah tidak merahasiakan hikmat-Nya. Firman-Nya dengan jelas menunjukkan jalan bagi kita untuk memperolehnya. Berikut adalah 5 cara praktis untuk menerima hikmat dari Tuhan.

 

1. Meminta Langsung kepada Allah

Langkah pertama seringkali yang paling terlewatkan, kita berusaha sendiri, baru berdoa ketika mentok. Padahal, Yakobus 1:5 justru mengajak kita untuk meminta sejak awal: “Tetapi apabila di antara kamu ada yang kekurangan hikmat, hendaklah ia memintanya kepada Allah.” Ini adalah undangan terbuka. Allah adalah sumber hikmat, dan Dia rindu memberikannya kepada kita yang datang dengan iman, bukan setelah semua opsi lain habis. Jadikan meminta hikmat sebagai doa harian Anda.

 

2. Hidup dalam Takut akan Tuhan

Ini adalah fondasi yang tidak bisa ditawar. Takut akan Tuhan bukan tentang ketakutan, tetapi tentang rasa hormat yang mendalam, pengakuan akan keagungan-Nya, dan keinginan untuk menyenangkan hati-Nya di atas segalanya. Hikmat sejati dimulai dari sini. Ketika kita mengakui bahwa Dialah yang memegang kendali, perspektif kita menjadi benar. Hikmat dunia bisa berubah, tetapi hikmat yang berasal dari takut akan Tuhan adalah landasan yang kokoh untuk setiap keputusan.

 

3. Memiliki Kerendahan Hati

Hati yang sombong adalah tembok yang menghalangi aliran hikmat Tuhan. Sebaliknya, kerendahan hati adalah tanah subur tempat hikmat bertumbuh. Orang yang rendah hati adalah orang yang mau diajar, terbuka terhadap teguran, dan tidak merasa paling tahu. Mereka melihat setiap koreksi dan didikan sebagai kesempatan untuk bertumbuh lebih bijaksana. Tuhan memberikan karunia hikmat-Nya kepada hati yang lembut dan siap untuk dibentuk.

 

4. Merenungkan Firman Tuhan Secara Rutin

Alkitab adalah ‘gudang hikmat’ Allah. Mazmur 119:99 memberi kita kunci: “Aku lebih berakal budi daripada semua pengajarku, sebab peringatan-peringatan-Mu kurenungkan.” Hikmat tidak datang dari sekadar membaca cepat satu pasal, tetapi dari menyelami, merenungkan, dan menghidupi Firman itu setiap hari. Dengan membiarkan kebenaran Allah mengisi pikiran kita, lambat laun kita mulai memahami kehidupan dari perspektif surgawi.

 

5. Memiliki Kemurnian Hati

Tuhan tidak hanya melihat apa yang kita ketahui, tetapi juga mengapa kita ingin mengetahuinya. Mazmur 51:8 menegaskan bahwa Dia berkenan kepada “kebenaran dalam batin”. Sebuah hati yang tulus, yang mencari hikmat untuk memuliakan Tuhan dan mengasihi sesama, akan dibimbing-Nya. Sebaliknya, motivasi yang egois dan munafik justru membutakan kita dari kebenaran. Mintalah Tuhan untuk menyucikan motivasi Anda dalam setiap permintaan hikmat.

Hikmat adalah hadiah yang Allah janjikan untuk mereka yang mencari-Nya dengan cara-Nya. Ini adalah perjalanan seumur hidup yang dimulai dari satu langkah sederhana: mengakui bahwa kita membutuhkan-Nya. Mari kita berhenti mengandalkan pengertian sendiri dan mulai aktif mempraktikkan kelima cara ini. Ketika kita melakukannya, kita dapat berjalan dalam keyakinan bahwa Tuhan akan menuntun setiap langkah kita dengan hikmat-Nya yang sempurna.

Sumber : Jawaban.com
Halaman :
1

Ikuti Kami