Dalam perjalanan hidup, terutama di era yang penuh dengan tuntutan dan perbandingan seperti sekarang, mudah sekali bagi kita untuk merasa tidak cukup. Tekanan untuk mengikuti arus, kompromi dalam nilai-nilai, atau sekadar ingin diterima oleh lingkungan seringkali menggoda kita untuk menurunkan standar. Standar dalam iman, moral, hubungan, dan tujuan hidup seolah-olah dikikis perlahan. Namun, jika kita mendengar suara Tuhan melalui Firman-Nya, pesan-Nya justru berkata sebaliknya: Jangan turunkan standar!
Mengapa kita harus mempertahankan, bahkan meninggikan standar kita? Alasannya bukan berasal dari keinginan kita sendiri untuk menjadi superior, tetapi berakar pada dua kebenaran Alkitab yang fundamental, Anda dikasihi Tuhan dan Anda diciptakan dengan tujuan.
BACA JUGA:
5 Tokoh Alkitab yang Mengalami Krisis Kepercayaan
Merasa Minder dan Takut Ditolak? Inilah Saatnya Anda Melihat Diri Lewat Kacamata Tuhan
Anda Dikasihi Tuhan
Pertama, kita harus menyadari identitas kita. Roma 5:8 dengan jelas mengatakan, “Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa.” Kasih Tuhan tidak bersyarat. Dia mengasihi kita bukan karena apa yang telah kita lakukan, tetapi karena siapa Dia adanya.
Ketika kita benar-benar menerima dan menghidupi kebenaran ini, seluruh perspektif kita berubah. Kita tidak perlu lagi mencari validasi dari dunia dengan cara menurunkan standar kita. Standar kita tinggi karena kita menyadari nilai yang Tuhan berikan kepada kita. Bayangkan seorang anak raja, ia hidup dengan standar tertentu karena ia tahu identitas dan nilai dirinya sebagai putra sang raja. Begitu pula dengan kita. Kita adalah anak-anak Raja Segala Raja. Hidup kita berharga, dan darah Kristus yang telah menebus kita adalah buktinya. Karena kita dikasihi secara luar biasa, kita hidup dengan standar yang luar biasa pula, bukan untuk mendapatkan kasih, tetapi sebagai respon atas kasih yang sudah kita terima.
Sumber : Jawaban.com