Alkitab Bukan Senjata! Kesalahan Fatal yang Banyak Pasangan Kristen Lakukan
Sumber: Canva.com

Marriage / 7 August 2025

Kalangan Sendiri

Alkitab Bukan Senjata! Kesalahan Fatal yang Banyak Pasangan Kristen Lakukan

Aprita L Ekanaru Official Writer
4805

Pernikahan adalah anugerah Tuhan yang indah, tetapi juga membutuhkan komitmen, kasih, dan kerendahan hati dari kedua pasangan. Sebagai orang percaya, Alkitab menjadi pedoman hidup kita, termasuk dalam membangun rumah tangga. Namun, bagaimana jika firman Tuhan justru disalahgunakan dalam hubungan pernikahan? Misalnya, dengan mengutip ayat Alkitab untuk menyudutkan pasangan. Apakah ini bijak?

 

Firman Tuhan Bukan Senjata

Alkitab adalah sumber kebenaran yang mengajarkan kasih, pengampunan, dan pertumbuhan iman. Sayangnya, terkadang ayat-ayat suci digunakan bukan untuk membangun, melainkan sebagai alat untuk "menyerang" pasangan. Misalnya, ketika terjadi konflik, salah satu pihak mungkin mengutip ayat Alkitab untuk memenangkan argumen atau membuat pasangan merasa bersalah. Padahal, firman Tuhan seharusnya dipakai untuk mendekatkan hubungan, bukan menjauhkannya.

Efesus 4:29 mengingatkan kita, "Janganlah ada perkataan kotor keluar dari mulutmu, tetapi pakailah perkataan yang baik untuk membangun, di mana perlu, supaya mereka yang mendengarnya, beroleh kasih karunia." Ayat ini menegaskan bahwa setiap perkataan, termasuk saat mengutip Alkitab harus bertujuan untuk memperbaiki, bukan merusak.

 

Mengapa Menyudutkan Pasangan dengan Ayat Alkitab Tidak Dianjurkan?

1. Motif yang Keliru

Jika tujuan mengutip Alkitab adalah untuk memenangkan pertengkaran atau membuat pasangan merasa inferior, maka hal itu bertentangan dengan kasih Kristus. Yesus mengajarkan kerendahan hati, bukan keinginan untuk selalu benar (Filipi 2:3).

2. Firman Tuhan Harus Membangun, Bukan Menjatuhkan

Ketika ayat Alkitab digunakan sebagai "senjata," pasangan bisa merasa diserang secara rohani. Alih-alih membawa perubahan positif, hal ini justru berisiko membuatnya menjauh dari iman karena merasa dikutip atau dihakimi.

3. Merusak Komunikasi

Pernikahan membutuhkan komunikasi yang sehat. Jika salah satu pihak terus-menerus merasa disalahkan dengan dalih "firman Tuhan," maka pasangan mungkin menjadi enggan terbuka atau malah membangun tembok pertahanan.

 

BACA HALAMAN SELANJUTNYA>>

Sumber : Jawaban.com
Halaman :
12Tampilkan Semua

Ikuti Kami