Hidup Ibu Sri Lestari (48 tahun), seorang ibu rumah tangga, berubah drastis ketika anaknya terjerat dalam penipuan investasi bodong dan kasus gadai mobil palsu. Awalnya, teman anaknya meminjam mobil rental, tetapi kepada anak Ibu Sri, ia mengaku ingin menggadaikan mobil "miliknya". Karena anak Ibu Sri dikenal loyal, ia menawarkan mobil itu kepada tetangga dan bahkan berani menjamin transaksi tersebut. Sayangnya, beberapa hari kemudian, mobil itu ditarik oleh pemilik aslinya. Tetangga yang merasa tertipu meminta anak Ibu Sri bertanggung jawab dengan mengganti uang gadai.
Beban itu begitu berat. Ibu Sri sampai menjual hampir semua barang di rumahnya demi melunasi utang. Bahkan, ia sempat diintimidasi oleh rentenir karena keterlambatan pembayaran. Stres dan tekanan membuatnya nyaris putus asa. Dalam kepedihannya, ia bahkan berpikir untuk mengakhiri hidupnya bersama anaknya.
Selama ini, Ibu Sri menyadari bahwa ia kurang membangun hubungan pribadi dengan Tuhan, meski rutin beribadah di gereja. Namun, di titik terendah hidupnya, Tuhan mulai membuka jalan pertolongan.
Pada 8 Maret 2025, Ibu Sri menghubungi Layanan Doa CBN melalui WhatsApp setelah melihat nomor kontak itu di YouTube SOLUSI. Ia menceritakan ketakutannya, kekecewaan, dan frustrasi yang mendalam. Melalui konseling, ia disadarkan bahwa bunuh diri bukanlah jawaban dan diajak untuk kembali berserah pada Tuhan.
Suatu malam, dalam keputusasaannya, Ibu Sri mendengar suara yang mendorongnya membuka Kitab Ayub. Saat membacanya, ia tersentuh oleh kisah Ayub yang tetap mengampuni meski menderita. Hatinya tergerak untuk berdoa dan melepaskan pengampunan kepada orang-orang yang menipu anaknya, termasuk tetangga yang menyusahkannya.
Melalui Layanan Doa CBN, Ibu Sri dibimbing dalam doa pertobatan dan penguatan iman. Setelah didoakan, hatinya merasakan kelegaan dan damai sejahtera.
Ia semakin berpegang pada Firman Tuhan dalam Matius 6:33:
“Carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semua ini akan ditambahkan kepadamu.”
Ayat terebut menjadi peneguhnya di setiap langkah. Setelah mengambil langkah pengampunan, Tuhan membuka jalan yang tak terduga. Seorang teman dari gereja yang sebelumnya tidak tahu kesulitannya, tiba-tiba menawarkan bantuan untuk melunasi utangnya ke rentenir, dengan syarat Ibu Sri boleh mencicil pembayaran kepadanya. Padahal sebelumnya, upayanya meminjam melalui KUR (Kredit Usaha Rakyat) bersama gembala sidangnya terhenti karena sang gembala mengalami kecelakaan.
Kini, hubungan Ibu Sri dengan anaknya pun membaik. Ia aktif mendoakan mereka dan mengingatkan pentingnya hidup bertanggung jawab serta mengandalkan Tuhan. Meski utangnya belum lunas sepenuhnya, Ibu Sri percaya Tuhan akan memampukannya.
Sumber : Jawaban.com