Provinsi Papua Tengah sedang menghadapi situasi darurat HIV/AIDS dengan jumlah kasus yang sangat tinggi. Menurut data terbaru per 30 Juli 2025, tercatat 23.188 kasus HIV/AIDS, dengan mayoritas penderita berada pada usia produktif (13–30 tahun). Menyikapi hal ini, Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Papua Tengah bekerja sama dengan Gereja Kemah Injil (KINGMI) Klasis Nabire untuk melakukan sosialisasi dan pencegahan melalui pendekatan iman.
Data Kasus HIV/AIDS di Papua Tengah (Per Juli 2025)
Berikut sebaran kasus HIV/AIDS di Papua Tengah:
Kerja Sama KPA dan Gereja dalam Memerangi HIV/AIDS
Pada Rabu (30/7/2025), KPA Papua Tengah dan KINGMI Nabire menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) di Aula Kantor Klasis Nabire. Kerja sama ini bertujuan untuk menyebarluaskan informasi tentang bahaya HIV/AIDS melalui ibadah dan kegiatan gereja.
Freny Anouw, Ketua KPA Papua Tengah, menjelaskan bahwa pihaknya tidak bisa bekerja sendiri. "Kami butuh dukungan semua pihak, termasuk gereja, untuk mewujudkan visi ‘Papua Tengah Terang’," ujarnya. Sosialisasi ini sangat penting karena tanpa upaya bersama, ancaman HIV/AIDS akan terus membayangi masyarakat.
Peran Gereja dalam Pemulihan Papua
Pdt. Dominggus Yulius Pigai, Sekretaris Umum Gereja KINGMI, menyatakan bahwa Papua sedang "sakit, punah, dan mati" akibat berbagai masalah, termasuk HIV/AIDS. Menurutnya, gereja memiliki peran penting untuk mendoakan pemulihan tanah Papua sekaligus mengambil tindakan nyata.
Sumber : Tribun Papua | Jawaban.com