5 Tokoh Alkitab yang Memberikan Teladan Pengampunan
Sumber: www.etsy.com

Kata Alkitab / 29 July 2025

Kalangan Sendiri

5 Tokoh Alkitab yang Memberikan Teladan Pengampunan

Aprita L Ekanaru Official Writer
2204

Pengampunan adalah salah satu nilai terpenting dalam kehidupan Kristen. Namun, mengampuni bukanlah hal yang mudah, terutama ketika kita disakiti secara mendalam. Alkitab memberikan banyak contoh tokoh yang menunjukkan pengampunan dalam situasi sulit. Mari belajar dari lima tokoh ini, yang dengan kuasa Tuhan, mampu mengampuni meskipun mereka tidak pantas diperlakukan buruk.

 

1. Daud Mengampuni Saul

Saul, raja pertama Israel, iri pada Daud dan berulang kali berusaha membunuhnya. Namun, Daud tetap menghormati Saul sebagai raja yang diurapi Tuhan.

Dalam 1 Samuel 24, Daud mendapat kesempatan untuk membunuh Saul saat raja itu sendirian di gua. Namun, Daud hanya memotong ujung jubah Saul sebagai bukti bahwa ia tidak berniat membalas dendam. Ia berkata,

"Tuhanlah yang menjadi hakim; Dialah yang akan menghakimi antara aku dan engkau, dan Dia akan memperjuangkan perkaraku dan membebaskan aku dari tanganmu." (1 Samuel 24:15)

Daud mengajarkan bahwa pengampunan berarti menyerahkan keadilan kepada Tuhan, bukan mengambil tindakan sendiri.

 

2. Daniel Tetap Menghormati Raja Darius

Daniel difitnah dan dihukum dengan dilempar ke gua singa oleh Raja Darius. Namun, ketika ia selamat karena campur tangan Tuhan, Daniel tidak menyimpan dendam.

Ia tetap menghormati raja dan menunjukkan kasih serta pengampunan. Sikap Daniel membuktikan bahwa pengampunan sejati tidak bergantung pada perlakuan orang lain, melainkan pada ketaatan kepada Tuhan.

 

3. Stefanus Berdoa bagi Para Perajamnya

Stefanus adalah martir pertama dalam gereja mula-mula. Saat ia dirajam batu karena memberitakan Injil, ia tidak mengutuk atau membenci para penganiayanya. Sebaliknya, ia meneladani Yesus dengan berdoa:

"Tuhan, janganlah tanggungkan dosa ini kepada mereka." (Kisah Para Rasul 7:60)

Doa ini menunjukkan hati yang penuh pengampunan, bahkan di saat-saat tersulit. Stefanus mengingatkan kita bahwa pengampunan adalah pilihan, bukan perasaan.

 

BACA HALAMAN SELANJUTNYA>>

4. Yusuf Memulihkan Hubungan dengan Saudara-Saudaranya

Yusuf mengalami pengkhianatan yang sangat kejam—dijual sebagai budak oleh saudara-saudaranya sendiri. Namun, setelah menjadi penguasa di Mesir, ketika mereka datang meminta bantuan, Yusuf tidak membalas kejahatan mereka.

Ia berkata,

"Kamu memang telah mereka-rekakan yang jahat terhadap aku, tetapi Allah telah mereka-rekakannya untuk kebaikan." (Kejadian 50:20)

Yusuf melihat bahwa Tuhan bisa mengubah rencana jahat menjadi kebaikan. Pengampunannya membawa pemulihan bagi seluruh keluarganya.

 

5. Yesus Kristus 

Di atas kayu salib, Yesus memberikan teladan pengampunan tertinggi. Meskipun disiksa dan dihukum mati secara tidak adil, Ia berdoa,

"Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat." (Lukas 23:34)

Pengampunan Yesus adalah dasar keselamatan kita. Tanpa pengampunan-Nya, kita tidak mungkin berdamai dengan Allah. Ia mengajarkan bahwa kasih dan pengampunan harus mengalahkan kebencian.

 

Mungkin saat ini Anda sedang berjuang untuk mengampuni seseorang yang menyakiti Anda. Ingatlah bahwa Tuhan memberikan kekuatan untuk mengampuni, sama seperti Dia sendiri telah mengampuni kita. Seperti kata Kolose 3:13:

"Sabarlah kamu seorang terhadap yang lain, dan ampunilah seorang akan yang lain apabila yang seorang menaruh dendam terhadap yang lain, sama seperti Tuhan telah mengampuni kamu, kamu perbuat jugalah demikian."

Mari belajar mengampuni, karena melalui pengampunan, kita mencerminkan kasih Kristus kepada dunia.

Sumber : Jawaban.com
Halaman :
Tampilkan per Halaman

Ikuti Kami