Zaman sekarang, banyak sekali orang membicarakan tentang vasektomi. Tetapi, apakah Anda tahu benar-benar apa vasektomi itu? Nah, dari definisi, proses, dan mengapa kontrasepsi seperti ini diberi kepada laki-laki zaman sekarang, akan kita bahas semuanya.
BACA JUGA: Dedi Mulyadi Usul untuk Wajibkan Vasektomi Jadi Syarat Penerima Bansos di Jawa Barat
Apa Itu Vasektomi?
Pertama-tama, vasektomi adalah prosedur pembedahan di mana saluran yang membawa sperma dari testis ke uretra dipotong dan ditutup. Biasanya vasektomi ini dilakukan di klinik kesehatan seksual atau rumah sakit.
Prosedur dilakukan dengan menggunakan anestesi untuk membuat skrotum, atau kulit di sekitar testis, mati rasa.
Kemudian, membuat sayatan kecil di skrotum, dimana dokter akan membelah dua saluran panjang yang disebut vas deferens, dan menutupnya.
Vas deferens adalah saluran yang berfungsi untuk membawa sperma dari testis menuju uretra sebagai tempat keluarnya sperma.
Akhirnya, sayatan akan ditutup, biasanya dengan menggunakan jahitan yang dapat larut.
Hal ini mencegah sperma bercampur dengan air mani selama ejakulasi hingga mencegah kehamilan.
Tetapi, jangan salah paham. Vasektomi hanya mencegah kehamilan, dan bukan penyakit kelamin atau STD.
Sexually Transmitted Disease (STD) disebabkan oleh STI atau Sexually Transmitted Infections. Infeksi ini disebabkan oleh bakteri, parasit, atau virus.
Biasanya, STI dapat menular melalui darah, air mani, atau cairan vagina dan cairan tubuh lainnya.
Tujuan Dari Vasektomi
Vasektomi adalah operasi yang dapat dilakukan kepada laki-laki jika mereka tidak ingin memiliki anak, dengan kata lain, membuat mereka mandul. Operasi ini adalah kontrasepsi yang bersifat permanen.
Tindakan kontrasepsi ini memiliki beberapa kelebihan.
Pertama, vasektomi adalah operasi kecil yang berisiko rendah, hingga operasi dapat dilakukan saat orang tersebut dalam keadaan sadar.
Ternyata, vasektomi ini juga bersifat sangat efektif.
Hal tersebut sangat cocok untuk dilakukan pada laki-laki berkeluarga yang memang sudah tidak ingin memiliki anak.
Selain itu, vasektomi tidak memengaruhi kemampuan seorang pria dalam melakukan dan menikmati hubungan seksual.
Waktu yang dibutuhkan untuk operasi vasektomi ini juga hanya membutuhkan waktu kurang dari 30 menit.
Setelah dilakukan vasektomi, diperlukan waktu beberapa bulan agar semua sperma dibersihkan dari vas deferens.
Jadi, sangat penting untuk menggunakan bentuk kontrasepsi alternatif hingga analisis semen lanjutan memastikan bahwa vasektomi telah berhasil dan tidak lagi ditemukan sperma pada saat ejakulasi.
BACA JUGA: Sayang Istri? Ikut Vasektomi Aja…
Kenapa Kontrasepsi Ini Dilakukan Kepada Laki-Laki dan Bukan Perempuan?
Metode kontrasepsi hormon, seperti pil, patch, cincin, implan, dan suntikan, dapat menimbulkan berbagai efek samping dan potensi risiko.
Tidak hanya itu, tetapi kontrasepsi hormon juga tidak bersifat permanen.
Pil kontrasepsi oral adalah metode hormon untuk mencegah kehamilan. Tetapi, efek samping pil kontrasepsi secara umum terjadi dan beberapa diantaranya adalah:
Pertama, pendarahan tiba-tiba, atau berbercak. Hal ini mengacu pada saat menstruasi. Pendarahan ini tampak seperti pendarahan ringan atau keluar cairan berwarna coklat.
Bercak adalah efek samping pil yang paling umum. Hal ini terjadi karena tubuh menyesuaikan diri dengan perubahan kadar hormon, dan rahim menyesuaikan diri dengan lapisan yang lebih tipis.
Kedua, beberapa orang mengalami mual ringan saat pertama kali mengonsumsi pil, tetapi biasanya rasa mual ini akan mereda.
Kontrasepsi seharusnya tidak membuat orang merasa mual sepanjang waktu. Jika mual berlangsung beberapa bulan, sebaiknya konsultasikan dengan dokter.
Ketiga, sering kali, mengonsumsi pil menyebabkan payudara terasa nyeri, terutama segera setelah seseorang mulai mengonsumsinya.
Seiring dengan meningkatnya sensitivitas payudara, hormon dalam pil dapat membuat payudara membesar.
Orang yang mengalami ini harus berbicara dengan dokter tentang nyeri payudara yang parah atau perubahan payudara lainnya, terutama benjolan-benjolan yang dapat muncul.
Keempat, hormon dalam pil dapat menyebabkan atau meningkatkan frekuensi sakit kepala dan migrain.
Perubahan hormon seks wanita dapat memicu migrain. Gejala dapat bergantung pada dosis dan jenis pil. Misalnya, pil dosis rendah mungkin lebih kecil kemungkinannya menyebabkan gejala ini.
Selain memiliki berbagai masalah kesehatan, vasektomi lebih murah dan lebih sedikit komplikasi dibandingkan dengan sterilisasi tuba.
Jadi, bisa dibilang kalau vasektomi ini lebih aman karena prosedur tidak memberikan efek samping dan bersifat permanen, dibandingkan sebagian besar metode kontrasepsi wanita yang seringkali berdampak pada hormon dan kesehatan reproduksi.
BACA JUGA: Konsumsi Pil KB Berkepanjangan Tingkatkan Risiko Kanker Otak
Vasektomi merupakan pilihan kontrasepsi permanen yang aman, efektif, dan minim resiko bagi pria yang telah mantap tidak ingin memiliki anak lagi. Meski keputusan ini bersifat jangka panjang, penting untuk mendiskusikannya secara matang bersama pasangan dan tenaga medis.
Dengan pemahaman yang tepat, vasektomi bisa menjadi langkah bijak dalam perencanaan keluarga dan kehidupan seksual yang lebih terencana.
Sumber : Berbagai Sumber