Film “The Passion of the Christ” akan Kembali dengan Sekuel Terbaru Setelah 20 Tahun!
Sumber: People.com

News / 5 May 2025

Kalangan Sendiri

Film “The Passion of the Christ” akan Kembali dengan Sekuel Terbaru Setelah 20 Tahun!

Sekar Karinta Official Writer
5058

The Passion of the Christ adalah sebuah film karya Mel Gibson, sutradara asal Amerika Serikat. Dirilis pada tahun 2004, film ini menggambarkan penderitaan Yesus yang utamanya berdasarkan pada Injil Matius, Markus, Lukas, dan Yohanes.

Dua dekade setelah peluncuran film ikonik ini, Gibson siap kembali mengangkat kisah Yesus Kristus ke layar lebar melalui sekuel yang berjudul The Resurrection of the Christ. Proyek yang telah lama dinanti ini dijadwalkan memulai proses syuting pada Agustus 2025 di Cinecittà Studios, Roma, Italia. Kemungkinan besar, film ini akan tayang di layar lebar pada tahun 2026.

CEO Cinecittà, Manuela Cacciamani, mengonfirmasi kabar ini dalam wawancara dengan harian Il Sole 24 Ore, menyebut bahwa studio legendaris Roma akan menjadi lokasi utama syuting, sebagaimana pada film pertama. Lokasi lain yang akan digunakan termasuk kota kuno Matera dan beberapa wilayah pedesaan di Italia Selatan seperti Ginosa, Gravina Laterza, dan Altamura. Selain itu, pengambilan gambar juga direncanakan berlangsung di Malta, Israel, dan Maroko.

 

BACA JUGA: Film "Light of the World" Kisahkan Kehidupan Yesus dari Sudut Pandang Rasul Yohanes

 

Pemeran Lama Kembali, The Resurrection of the Christ akan Ceritakan Lebih Luas dari Sekadar Kebangkitan

Jim Caviezel akan kembali memerankan Yesus, sementara Maia Morgenstern (Maria) dan Francesco De Vito (Petrus) juga diperkirakan turut ambil bagian, menurut IMDb. Caviezel bahkan menyebut bahwa film ini bisa menjadi proyek dua bagian karena cakupan ceritanya yang besar.

Berbeda dengan The Passion of the Christ yang hanya berfokus pada 12 jam terakhir hidup Yesus, The Resurrection of the Christ akan mengeksplorasi kebangkitan Yesus dan berbagai peristiwa spiritual di sekitarnya. Gibson menyebut film ini sebagai "perjalanan lintas dimensi" dan "tidak memiliki narasi linier". Ia ingin menggambarkan realitas yang lebih luas.

Dalam sebuah wawancara pada 2022, Gibson mengungkapkan bahwa naskahnya, yang ditulis bersama Randall Wallace, memiliki dua versi: satu yang lebih terstruktur dan satu lagi yang bersifat eksperimental.

 

Sekuel The Passion of the Christ Berpotensi Mengulang Kesuksesan

Saat dirilis tahun 2004, The Passion of the Christ sukses besar secara komersial, memperoleh hampir $612 juta di seluruh dunia dan menjadi film independen terlaris sepanjang masa. Meskipun sempat menuai kritik karena penggambaran kekerasan dan tuduhan antisemitisme, kontroversi tersebut justru memperbesar minat publik dan membuat film ini menjadi fenomena global.

PR expert Steve Honig bahkan menyebut bahwa sejarah bisa saja terulang dengan sekuel ini, mengingat tingginya antisipasi dari komunitas religius dan luasnya cakupan cerita yang akan diangkat.

 

Dengan kombinasi elemen religius, spiritualitas mendalam, dan sinematografi khas Gibson, The Resurrection of the Christ berpotensi menjadi salah satu film religius terbesar dalam sejarah perfilman. Bukan hanya sebagai lanjutan dari kisah Yesus pada film sebelumnya, tapi juga sebagai refleksi spiritual yang lebih luas dan mendalam.

 

Sumber : Berbagai sumber
Halaman :
1

Ikuti Kami