Mengubah Hidup Anak dengan Memberikan Sarapan Bergizi bagi Mereka
Sumber: Jawaban.com

Berita CBN / 18 December 2024

Kalangan Sendiri

Mengubah Hidup Anak dengan Memberikan Sarapan Bergizi bagi Mereka

Aprita L Ekanaru Official Writer
12491

Kata Yesus kepada mereka: ”Akulah roti hidup; barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan lapar lagi, dan barangsiapa percaya kepada-Ku, ia tidak akan haus lagi. (Yohanes 6:35)

Ayat ini mengingatkan kita bahwa kasih Kristus tidak hanya memberi makanan rohani, tetapi juga memanggil kita untuk memperhatikan kebutuhan jasmani saudara-saudari kita.

Inilah yang terjadi di Desa Batu Karang Nonohonis, Nusa Tenggara Timur, ketika Program Sarapan Bergizi Gratis hadir dari Tim Kemanusiaan CBN melalui Obor Berkat Indonesia membawa harapan bagi anak-anak yang kekurangan nutrisi.

 

Kehidupan yang Penuh Tantangan


Desa Batu Karang Nonohonis adalah cerminan dari perjuangan hidup banyak daerah terpencil di Indonesia. Mayoritas penduduknya hidup sebagai petani, namun musim kemarau panjang sering kali membuat mereka kehilangan penghasilan. Dampaknya sangat terasa bagi anak-anak, seperti Rafelia Tenistuan, seorang anak berusia 6 tahun yang harus menghadapi kenyataan tumbuh dengan gizi buruk.

Sebelum program ini hadir, makanan sehari-hari anak-anak di desa tersebut hanya terdiri dari bubur nasi atau nasi dengan sayuran sederhana, tanpa protein yang cukup. Buah pun hanya tersedia saat musim pepaya tiba.

Rafelia, misalnya, hanya memiliki berat badan 11 kg dengan tinggi 102 cm, jauh di bawah standar anak seusianya. Situasi ini menunjukkan betapa besar kebutuhan akan bantuan nyata untuk memenuhi kebutuhan nutrisi mereka.

 

Kasih yang Terwujud Melalui Sarapan Bergizi


Pada bulan Agustus 2024, melalui kasih Tuhan yang dinyatakan dalam tindakan, Obor Berkat Indonesia memulai Program Sarapan Bergizi Gratis di PAUD Batu Karang Nonohonis.

 

BACA HALAMAN SELANJUTNYA>>

 

Sarapan berupa dua butir telur rebus dan segelas susu mulai dibagikan kepada anak-anak. Walaupun awalnya Rafelia sulit menyesuaikan diri dengan makanan bergizi tersebut, dengan bimbingan penuh kasih dari para guru, ia mulai memahami pentingnya nutrisi bagi tubuhnya.

Peningkatan yang dialami Rafelia menjadi bukti nyata dari dampak kasih ini. Dalam waktu lima bulan, berat badannya naik menjadi 13,6 kg, dan tingginya bertambah menjadi 103,3 cm.

Perubahan ini tidak hanya berdampak pada tubuh Rafelia, tetapi juga pada semangat hidup dan keceriaannya di sekolah. Kehadiran sarapan bergizi membuat para orang tua bersyukur karena anak-anak mereka kini mendapatkan peluang untuk tumbuh sehat.

 

Panggilan bagi Kita Semua

Apa yang terjadi di Batu Karang Nonohonis adalah pengingat bagi kita bahwa iman tanpa perbuatan adalah mati (Yakobus 2:17). Tuhan memanggil kita untuk menjadi saluran kasih-Nya bagi mereka yang membutuhkan.

Program Sarapan Bergizi Gratis adalah salah satu wujud nyata kasih Kristus yang mengubah kehidupan, mengingatkan kita bahwa setiap tindakan kecil yang kita lakukan dapat membawa dampak besar bagi orang lain.

Sebagai orang percaya, kita juga dapat mengambil bagian dalam misi ini. Entah melalui doa, donasi, atau pelayanan langsung, kita semua memiliki peran untuk memastikan bahwa anak-anak seperti Rafelia dapat merasakan kasih Tuhan yang menguatkan dan memberi hidup.

 

BACA HALAMAN SELANJUTNYA>>

"Sebab Aku lapar, dan kamu memberi Aku makan; Aku haus, dan kamu memberi Aku minum" (Matius 25:35). 

Kisah Rafelia adalah salah satu dari banyak bukti bahwa ketika kita memberi dengan kasih, kita sedang melayani Tuhan sendiri.

Mari terus menjadi terang dan garam dunia, membawa harapan bagi mereka yang membutuhkan melalui tindakan kasih yang nyata. Karena dalam setiap langkah kecil kita, Tuhan sedang bekerja melakukan hal-hal besar.

Mari bersama-sama menjadi bagian dari program Sarapan Bergizi GRATIS. Dengan dukungan Anda, kita bisa memberikan lebih dari sekadar makanan; kita memberikan harapan. Apakah Anda siap untuk membuat perubahan?

Sumber : Jawaban.com
Halaman :
Tampilkan per Halaman

Ikuti Kami