HUT ke-77 Gereja Toraja, Ketua PGI Singgung Eksploitasi Alam Jadi Ancaman Kiamat Ekologis
Sumber: Laman Resmi PGI

News / 15 April 2024

Kalangan Sendiri

HUT ke-77 Gereja Toraja, Ketua PGI Singgung Eksploitasi Alam Jadi Ancaman Kiamat Ekologis

Claudia Jessica Official Writer
745

Dalam rangka 77 tahun Gereja Toraja, Ketua Umum PGI, Pdt Gomat Gultom menyinggung tentang eksploitasi alam dapat menjadi ancaman kiamat ekologis.

Dilansir dari laman resmi PGI, Pdt Gomar Gultom menyinggung eksploitasi alam jadi ancaman kiamat ekologis pada Ibadah Raya II Festival Sungai Sa’dan Gereja Toraja di Rantepao, Toraja, Sulawesi Selatan pada Sabtu (13/04).

Menurut Pdt Gomar Gultom, eksploitasi alam berlebihan yang didasari atas supermasi manusia atas tumbuhan dan binatang, telah menempatkan kita pada ancaman kematian akibat kiamat ekologis.

 

BACA JUGA: Israel Klaim Berhasil Cegat 99 Persen Serangan Drone dan Rudal Iran

 

Dalam tradisi gereja, momen perayaan ulang tahun atau Jubileum seharusnya menjadi momentum untuk menyadari tibanya Tahun Rahmat Tuhan, di mana pembebasan dari kemiskinan, penyakit, dan segala bentuk penderitaan lainnya menjadi nyata.

Tahun rahmat tersebut, tidak hanya berlaku bagi umat manusia, melainkan juga bagi alam semesta beserta isinya, termasuk air, tanah, udara, tumbuhan, dan hewan.

“Maka Festival Sungai Sa’dan yang dirangkaikan pada momen jubileum ini, bagi saya sangatlah tepat, di tengah kondisi alam kita yang makin memprihatinkan,” ucapnya.

Namun, eksploitasi alam yang terus meningkat mengancam kiamat ekologis, sebuah ancaman yang semakin nyata.

 

BACA JUGA: Terjadi Penembakan di AS Saat Perayaan Idulfitri, Bagaimana Kondisinya?

 

Pdt. Gomar memperingatkan bahwa meningkatnya polusi udara dan air, peningkatan jumlah dan kualitas penyakit, serta persaingan sumber daya alam, semuanya ikut menyumbang pada penurunan kualitas hidup yang pada akhirnya mendekatkan kita pada kiamat ekologis tersebut.

Semua hal yang disebutkan di atas mengurangi kualitas hidup kita.

Kita tidak bisa memungkiri bahwa penggunaan dan eksploitasi sumber daya alam yang terus meningkat telah menyebabkan penurunan mutu lingkungan hidup.

“Kita telah memaksa alam melebihi batas yang ditetapkan oleh Allah ketika menciptakannya. Dan tentu, yang mengalami akibat langsungnya adalah kita sendiri berupa ragam bentuk bencana alam seperti banjir dan kekeringan yang silih berganti,” tandasnya.

Menurutnya, manusia adalah sumber permasalahan ini. Alih-alih menjaga bumi yang merupakan pemberian Tuhan yang harus dijaga dan diusahakan, kita justru terus merusaknya.

Sifat serakah dan kurangnya kepedulian telah menjebak manusia menuju kehancuran alam dan peradaban.

 

BACA JUGA: 7 Ayat Alkitab yang Menjelaskan Mengapa Orang Kristen Harus Menjaga dan Melestarikan Alam

 

Oleh karena itu, dalam HUT ke-77 Gereja Toraja ini, Pdt Gomar Gultom mengajak kita untuk memberlakukan Tahun Rahmat Tuhan dalam hidup kita. Karena dalam Perjanjian Lama pun, alam juga turut berbahagia dalam perayaan jubileum itu dan ikut merasakan kedatangan Tahun Rahmat Tuhan.

“Di momen jubileum ini, bagaimana kita melahirkan Sinampe-sinampe baru, sebuah generasi yang menghargai alam. Itulah yang Yesus katakan pada Markus 16:15, “Pergilah ke seluruh dunia. Beritakanlah Injil kepada segala makhluk.” Maka berita sukacita, tahun rahmat Tuhan itu pun harus ikut dirasakan oleh sungai-sungai kita,” harapnya.

 

Sumber : PGI
Halaman :
1

Ikuti Kami