Membongkar Tipu Daya Iblis, Menyelamatkan Pernikahan Dari Pornografi
Sumber: Jawaban

Marriage / 12 April 2024

Kalangan Sendiri

Membongkar Tipu Daya Iblis, Menyelamatkan Pernikahan Dari Pornografi

Puji Astuti Official Writer
1460

Tahukah Anda berdasarkan survei di Amerika, bahwa 55 persen pria dan 25 persen wanita yang telah menikah menonton pornografi setiap bulannya. Tidak hanya itu, 68 persen jemaat laki-laki dan lebih dari 50 persen pendeta menjadi konsumen video porno. Jadi, pornografi menjadi sebuah tantangan dalam pernikahan banyak orang Kristen termasuk para pendeta di Amerika.  

Di Indonesia sendiri, menurut data Kementerian Komunikasi dan Informatika pornografi masih merajai konten negatif. Menurut data 2023 lalu, Kominfo telah memblokir 1,9 juta konten pornografi. Data ini menjadi bukti mudahnya akses pornografi di Indonesia.  

Dampak Pornografi Dalam Pernikahan 

Banyak orang berpikir bahwa pornografi adalah masalah pribadi dan hal itu tidak mengganggu hubungan pernikahan. Namun faktanya, banyak pernikahan hancur karena dosa tersembunyi ini.  

Banyak istri yang merasa terluka, dikhianati, merasa tidak aman, bingung dan bahkan mungkin marah saat mengetahui pasangannya mengalami kecanduan pornografi. Kadang, karena kemarahan tersebut muncul penghakiman dan tudingan yang malah membuat hubungan dengan pasangan semakin buruk.  

Namun sebelum berujung saling menyalahkan dan retaknya hubungan rumah tangga, kita perlu mengerti mengapa banyak orang terjebak dalam pornografi.  

Dalam Yohanes 8:44 dikatakan bahwa Setan adalah pendusta dan bapa segala pendusta. Ia menawarkan segala kepalsuan, termasuk seks dalam bentuk pornografi. Ia meniru apa yang Tuhan ciptakan sebagai sesuatu yang kudus dan mendatangkan kebaikan, yaitu seks dalam pernikahan, dan menawarkan seks yang penuh hawa nafsu untuk kepuasan diri sendiri.  

Pornografi berpusat pada memuaskan diri sendiri, sedangkan seks yang Allah rancangkan melalui pernikahan adalah untuk memuaskan atau menyenangkan pasangannya. Jadi karena pornografi berpusat pada dirinya sendiri, orang yang terikat pornografi memandang seks juga untuk memuaskan hawa nafsunya hingga pada akhirnya seks dengan pasangan tidak mendatangkan keintiman seperti yang Tuhan rancangkan.  

Lepas dari pornografi dan mengalami pemulihan pernikahan | NEXT>>

Sumber : Berbagai Sumber | Puji Astuti
Halaman :
12Tampilkan Semua

Ikuti Kami