Kekerasan Verbal Dalam Rumah Tangga, Apa Dampak dan Gimana Cara Menghadapinya?
Sumber: Canva.com

Marriage / 4 April 2024

Kalangan Sendiri

Kekerasan Verbal Dalam Rumah Tangga, Apa Dampak dan Gimana Cara Menghadapinya?

Aprita L Ekanaru Official Writer
606

Rumah tangga, yang seharusnya menjadi tempat berlindung dan merasakan kasih sayang, terkadang ternoda oleh luka hati akibat kekerasan verbal. Kata-kata kasar, makian, hinaan, dan cacian dapat melukai jiwa dan menghancurkan keharmonisan keluarga.

Firman Tuhan sebagai pedoman hidup umat Kristiani dengan tegas menentang segala bentuk kekerasan, termasuk kekerasan verbal. Dalam Efesus 4:29, dikatakan, "Janganlah ada perkataan kotor keluar dari mulutmu, tetapi pakailah perkataan yang baik untuk membangun, dimana perlu, supaya memberi rahmat kepada orang yang mendengarkannya."

Kekerasan verbal, meskipun tidak meninggalkan bekas luka fisik, dapat menimbulkan dampak yang sama fatalnya dengan kekerasan fisik. Korban kekerasan verbal dapat mengalami dampak seperti:

  • Penurunan harga diri, kata-kata kasar dan hinaan dapat menggerogoti rasa percaya diri dan harga diri korban.
  • Ancaman dan intimidasi yang dirasakan dapat menciptakan rasa takut dan kecemasan yang berkepanjangan.
  • Luka emosional akibat kekerasan verbal dapat berujung pada depresi dan stres.
  • Pengalaman traumatis akibat kekerasan verbal dapat meninggalkan luka mendalam yang sulit disembuhkan.

Jika sedang menghadapi situasi ini dan merasa bingung, beberapa langkah ini dapat dilakukan:

1. Menyadari dan Menerima Situasi

Langkah pertama adalah menyadari dan mengakui bahwa Anda sedang mengalami KDRT verbal. Hal ini penting karena banyak korban yang tidak sadar bahwa mereka sedang mengalami KDRT, atau mereka menyalahkan diri sendiri atas perilaku pelaku. Mengenali bentuk-bentuk kekerasan verbal seperti penghinaan, teriakan, meremehkan, dan menjelek-jelekkan sangatlah diperlukan untuk dapat mengatasinya.

2. Mencari Dukungan

Berbicaralah dengan orang yang Anda percaya, seperti dengan teman, keluarga, atau konselor sangat membantu. Konseling pasangan juga bisa menjadi cara untuk mengatasi masalah mendasar dalam hubungan.

3. Membuat Batasan yang Jelas

Komunikasikan kepada pasangan bahwa perilaku kasar mereka menyakitkan dan tidak dapat diterima. Menetapkan batasan adalah penting untuk mendapatkan kembali kendali dan harga diri.

4. Memulihkan Diri

Prioritaskan perawatan diri untuk membangun kembali kepercayaan diri dan kekuatan emosional. Ini bisa mencakup aktivitas yang disukai dan menjaga hubungan dengan support system.

 

Jika Anda dan pasangan Anda sedang menghadapi tantangan dalam hubungan atau memiliki pertanyaan seputar pernikahan, kami mengundang Anda untuk menghubungi Layanan Doa dan Konseling CBN dengan KLIK DI SINI. Kami siap dengan senang hati memberikan bantuan dan dukungan untuk Anda.

Sumber : Jawaban.com
Halaman :
1

Ikuti Kami