Seperti Inilah Perjalanan PAUD Gratia dalam Membentuk PAUD di Sebetuk, Kalimantan Barat
Sumber: jawaban.com

Berita CBN / 1 April 2024

Kalangan Sendiri

Seperti Inilah Perjalanan PAUD Gratia dalam Membentuk PAUD di Sebetuk, Kalimantan Barat

Lidya Dwi Apriliani Official Writer
506

Perjalanan PAUD Gratia sampai akhirnya bisa membentuk pendidikan anak usia dini yang menarik dan menyenangkan untuk anak dimulai  dari menggunakan kurikulum Superbook di GPPIK (Gereja Persekutuan Pemberitaan Injil Kristus) Kalimantan Barat. 

Kurikulum Superbook yang digunakan untuk menyebarkan firman Tuhan kepada anak-anak dengan cara menyenangkan tentu menarik minat Ibu Resti dan Bapak Gembala saat itu. Seakan sedang menjawab pergumulan mereka sebagai pelayan anak di gereja yaitu mengenai Modul ajar yang menyenangkan untuk anak didik mereka sebelum memaasuki jenjang sekolah Dasar.  

BACA JUGA : Kisah Perjuangan Pdt. Ratih Saat SPS Romantis Hampir Ditutup oleh Dinas Pendidikan

“Selama ini sebagai guru sekolah minggu, saya pribadi belum bisa menemukan cara yang efektif dan efisien dengan kondisi dan kebutuhan anak zaman ini. Apalagi menyampaikan sebuah fakta sejarah setelah bercerita kepada anak-anak untuk menolong mereka memahami sejarah alkitab melalui cara yg menyenangkan dan tidak membosankan,” ungkap Ibu Resti.  

Sebelumnya mereka hanya menggunakan media seadanya untuk membangun kegiatan ibadah sekolah minggu anak yang menyenangkan, namun setelah bergabung dengan Superbook anak-anak jadi semakin banyak yang aktif untuk datang ke sekolah minggu. Karena mereka tertarik untuk mendengarkan firman Tuhan lewat tayangan video animasi dan mereka tidak merasa bosan.  

BACA JUGA : Rindu untuk Memuridkan Anak-anak Usia Dini, Begini Perjuangan Pdt. Natanael

Hingga pada akhirnya pergumulan baru muncul saat melihat keadaan anak-anak di daerah tersebut dan mendengarkan beberapa keluhan dari orang tua dari anak-anak jemaat gereja. Beberapa anak SD di daerah tersebut belum bisa membaca dengan lancar, terutama beberapa anak dari kelas 4 dan 5 SD. Setelah ditelusuri ternyata orang tua dari anak-anak tersebut juga mengeluhkan hal yang sama dan berharap guru sekolah minggu di GPPIK bisa memberikan les membaca bagi anak-anak mereka. Hal inilah yang mendorong Ibu Resti untuk mendirikan sebuah PAUD  di gereja tersebut.  

Berkaitan dengan hal itu, Ibu Resti pun menyampaikan niat baiknya pada Bapak Gembala. Meskipun tidak mendapatkan respon yang pasti, Ibu Resti tetap menyampaikan hal ini berulang kali pada Bapak Gembala. Setelah diskusi panjang, akhirnya terbentuklah Satuan Pendidikan Bermain pada bulan Agustus 2019 dengan dengan jumlah Peserta didik 26 orang, 3 kelompok kelas dan 4 orang guru . Tujuannya untuk membantu agar anak-anak yang ada di dusun Sebetuk bisa memiliki bekal sebelum memasuki sekolah dasar.  

Baca lanjutannya di halaman berikutnya>>>

Sumber : Jawaban.com
Halaman :
12Tampilkan Semua

Ikuti Kami