Perayaan Paskah di Yerusalem 2024 Dipenuhi Duka, Paus Fransiskus Ajak Gencatan Senjata
Sumber: VOA

News / 1 April 2024

Kalangan Sendiri

Perayaan Paskah di Yerusalem 2024 Dipenuhi Duka, Paus Fransiskus Ajak Gencatan Senjata

Claudia Jessica Official Writer
1331

Perayaan Minggu Paskah di Yerusalem dan Bethlehem pada tahun 2024 dirayakan dalam suasana duka, di mana hanya sejumlah kecil umat Kristen yang beribadah di gereja. Sementara itu, Paus Fransiskus, dalam khotbah Paskah mengajak untuk mengakhiri konflik di Yerusalem, sambil mendoakan perdamaian dunia.

Puluhan umat Kristen Palestina menghadiri perayaan Minggu Paskah di Gereja Keluarga Kudus di Kota Gaza.

Di tengah-tengah peribadatan mereka, perayaan Paskah tahun ini terjadi di saat terjadinya konflik antara Israel dan Hamas di Yerusalem, yang membuat situasi semakin tegang di wilayah tersebut.

Nabila Saleh, seorang biarawati di Yerusalem, menyatakan, “Perayaan kami sebatas kegiatan ibadah karena sekarang ini kami hidup dalam situasi sulit akibat perang.”

Gereja Keluarga Kudus, yang didirikan pada tahun 1974, kini menjadi tempat perlindungan bagi warga Yerusalem yang mengungsi akibat serangan di wilayah tersebut.

“Kami berduka di sini. Kami tidak berbahagia selama Paskah ini. Ini tidak terasa seperti Paskah, seperti perayaan-perayaan sebelumnya. Ini karena kami di sini kehilangan rumah, harta benda, anak-anak kami, dan segalanya,” ujar Winnie Tarazi, seorang umat Kristen dari Yerusalem.

Sementara itu, suasana perayaan Minggu Paskah di Bethlehem, tempat kelahiran Yesus Kristus, juga terasa muram. Misa Paskah di Gereja Kelahiran di wilayah pendudukan Tepi Barat hanya dihadiri oleh puluhan umat.

Padahal biasanya, gereja itu dipenuhi oleh jemaat dan turis dari berbagai belahan dunia untuk merayakan kebaktian Minggu Paskah.

Rami Asakrieh, pastor dari Paroki Latin di Bethlehem berkata, “Hari ini, kami merayakan Paskah di tengah-tengah suasana perang dan kenyataan pahit yang kami hadapi: pembunuhan, penghancuran dan sebagainya. Kami sangat membutuhkan doa-doa yang menenangkan dan menguatkan,”

 

Paus Fransiskus Ajak Gencatan Senjata

Dalam pidatonya di hari Paskah, Paus Fransiskus mengajak dan menyerukan untuk mengakhiri konflik di Yerusalem dan membebaskan semua sandera Israel. Ia juga mengutuk penderitaan yang ditimbulkan oleh perang.

Paus memimpin misa di Lapangan Santo Petrus yang dipenuhi jemaat. Setelah itu, ia menyampaikan pesan perdamaian “Urbi et Orbi” kepada dunia dari balkon Basilika Santo Petrus.

Meskipun kesehatannya menurun dalam beberapa minggu terakhir, Paus Fransiskus tetap menunjukkan semangat yang kuat pada Minggu Paskah.

Setelah misa, Paus Fransiskus menaiki mobil pausnya untuk menyapa jemaat di jalan-jalan sekitar Gereja Santo Petrus. Vatikan menyampaikan kurang lebih 60.000 orang hadir dalam acara tersebut.

Paus Fransiskus secara berulang kali mengekspresikan kesedihannya atas penderitaan yang terjadi akibat konflik di Yerusalem. Ia kembali menyerukan perdamaian dan gencatan senjata.

“Saya kembali menyerukan untuk memastikan akses terhadap bantuan kemanusiaan ke Gaza, serta pembebasan segera para sandera yang ditahan sejak 7 Oktober lalu, dan juga untuk segera dilakukan gencatan senjata di Jalur Gaza,” ucapnya dalam pesan Urbi et Orbi.

“Betapa banyak penderitaan yang kita lihat dari mata anak-anak, anak-anak lupa untuk tersenyum di wilayah konflik tersebut Melalui mata mereka, anak-anak menanyakan kepada kita: Mengapa? Mengapa semua kematian ini? Mengapa semua kehancuran ini? Perang selalu merupakan absurditas dan kekalahan,” lanjutnya lagi.

Dalam kesempatan tersebut, Paus juga menyoroti konflik di berbagai negara lainnya, termasuk Ukraina, Suriah, Lebanon, Armenia dan Azerbaijan, Haiti, Myanmar, Sudan, wilayah Sahel dan Tanduk Afrika, Kongo, dan Mozambik.

Mari kita dukung ajakan Paus Fransiskus untuk gencatan senjata di Yerusalem dan konflik global lainnya. Ini panggilan bagi perdamaian, kemanusiaan, dan keadilan. Mari bersatu untuk menciptakan dunia yang lebih aman dan sejahtera.

Sumber : VOA Indonesia
Halaman :
1

Ikuti Kami