Jejak Harum Kasih, Memahami Tindakan Maria dalam Mengurapi Yesus
Sumber: Superbook

Kata Alkitab / 28 March 2024

Kalangan Sendiri

Jejak Harum Kasih, Memahami Tindakan Maria dalam Mengurapi Yesus

Puji Astuti Official Writer
1174

Menjelang perayaan Jumat Agung ini, ada sebuah perkataan Yesus yang menarik untuk kita renungkan bersama. Hal ini terkait dengan peristiwa seorang wanita yang datang mengurapi kaki Yesus dengan minyak narwastu.  

“Ia telah melakukan apa yang dapat dilakukannya. Tubuh-Ku telah diminyakinya sebagai persiapan untuk penguburan-Ku. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya di mana saja Injil diberitakan di seluruh dunia, apa yang dilakukannya ini akan disebut juga untuk mengingat dia." (Markus 14:8-9) 

Mengapa wanita itu mengurapi kaki Yesus, siapa dia dan mengapa apa yang ia lakukan begitu penting sehingga Tuhan Yesus mau hal ini selalu diingat bersamaan dengan pemberitaan Injil?  

Mari kita sama-sama menggali kebenaran dari kisah ini.  

Di Markus 14: 3-9 dicatat peristiwa ini terjadi di rumah Simon si kusta, di kota Betania dimana Lazarus, Maria dan Marta tinggal. Dalam Yohanes 12:1-8 menuliskan bahwa mereka bertiga hadir pada makan malam itu, seperti biasa Marta membantu melayani, Lazarus duduk bersama dengan Yesus dan para murid lainnya.  

Namun kali ini Maria membuat semua orang terkejut ketika ia tiba-tiba datang dengan sebuah buli-buli berisi minyak narwastu yang mahal. Harga sebotol minyak narwastu yang dibawa Maria saat itu adalah tiga ratus dinar atau setara dengan upah setahun bekerja. Minyak itu ia tuangkan semua untuk mengurapi Yesus. Penulis kitab Markus menceritakan bahwa minyak itu dituang dari kepala Yesus, sedangkan di kitab Yohanes fokus bagaimana Maria mengurapi kaki Yesus dan menyekanya dengan rambutnya.  

Mengapa Maria menyeka kaki Yesus dengan rambutnya? Next >>

Ungkapan Kasih Maria kepada Yesus 

Ketika melakukan tindakan ekstrim saat itu Maria pasti tidak pernah terbayang bahwa apa yang ia lakukan sangat dihargai oleh Yesus. Yang Maria lakukan saat itu adalah ungkapan kasihnya kepada Yesus, yang ia percayai adalah Tuhan dan Sang Mesias.  

Maria memberikan yang terbaik dari yang dimilikinya, yaitu sebotol minyak narwastu yang mungkin ia beli dari hasil seluruh jerih payahnya.  Melalui tindakannya itu, Maria mengungkapkan bahwa ia mencintai Yesus dengan segenap hatinya dan memberikan  penghargaan, dan dedikasi yang kuat kepada-Nya dengan mengorbankan apa yang terbaik dari dirinya.  

Ia menunjukkan hal itu bukan hanya dengan benda yang paling berharga yang ia miliki, yaitu minyak narwastu. Namun juga dengan menyeka kaki Yesus yang ia telah minyaki dengan rambutnya.  

Rambut bagi wanita dalam budaya Yahudi menggambarkan kehormatan atau mahkota. Namun Maria dengan kerendahan hati meletakkannya di kaki Yesus. Baginya, Yesus lebih utama daripada kehormatannya. Dan Tuhan Yesus mengenal hatinya, sehingga ketika orang-orang mengecam tindakan Maria tidak dibiarkan begitu saja oleh-Nya.  

Tetapi Yesus berkata: "Biarkanlah dia. Mengapa kamu menyusahkan dia? Ia telah melakukan suatu perbuatan yang baik pada-Ku. Karena orang-orang miskin selalu ada padamu, dan kamu dapat menolong mereka, bilamana kamu menghendakinya, tetapi Aku tidak akan selalu bersama-sama kamu.” (Markus 14:6-7) 

Mengapa mengurapi Yesus mempersiapkan penguburan-Nya? Next>>

Mempersiapkan Penguburan Yesus 

Tindakan Maria mengurapi Yesus secara tidak sengaja menjadi sebuah persiapan penguburan Yesus Kristus yang akan mati dikayu salib beberapa hari kemudian. Mengapa mengurapi Yesus disebut sebagai sebuah persiapan penguburan?  

Jika kita maju kepada peristiwa setelah Yesus disalibkan, saat Yesus diturunkan dari salib dan akan dikuburkan Nikodemus datang malam-malam dengan membawa campuran minyak mur dengan minyak gaharu, kira-kira lima puluh kati beratnya. Tradisi Yahudi saat akan menguburkan seseorang adalah dengan mengurapi mayatnya dengan minyak dan rempah-rempah.  

Namun saat Yesus diturunkan dari salib sudah menjelang malam, mereka yang menguburkannya juga melakukannya dengan terburu-buru terlebih saat itu masa perayaan paskah dan menjelang hari sabat. Itu sebabnya dalam Markus 16:1-3 menceritakan bahwa setelah hari sabat para wanita pengikut Yesus membeli rempah-rempah dan mendatangi kubur Yesus untuk mengurapi mayatnya kembali.  

Namun Tuhan Yesus yang sudah tahu bahwa Ia akan mati disalibkan sangat menghargai Maria, karena dia telah mengurapi-Nya yang secara tak sengaja mempersiapkan penguburan-Nya.  

Di saat Yesus akan menghadapi pengkhianatan dari orang terdekat-Nya, Yesus juga dihiburkan oleh kasih tulus dari Maria yang memberikan yang terbaik untuk-Nya. Jalan penderitaan yang akan dilalui Tuhan Yesus, dimulai dari sebuah ungkapan kasih yang berbau harum hingga Ia masuk di dalam kubur kematian. Bahkan hingga hari kebangkitan-Nya, Maria mungkin berada di antara wanita-wanita yang datang pagi itu untuk mengurapi Dia.  

Apa yang Maria lakukan menjadi sebuah teladan dalam mengasihi Yesus, sebuah kasih yang tulus dan penuh dedikasi hingga rela memberikan yang terbaik dari hidupnya. Apakah kita telah memiliki kasih seperti Maria?  

Selamat merayakan Hari Jumat Agung.  

Sumber : Puji Astuti | Jawaban.com
Halaman :
Tampilkan per Halaman

Ikuti Kami