Mengapa Yesus Menyembuhkan Telinga Malkhus, Prajurit yang Telinganya Dipotong Petrus?
Sumber: freebibleimages.org

Kata Alkitab / 26 March 2024

Kalangan Sendiri

Mengapa Yesus Menyembuhkan Telinga Malkhus, Prajurit yang Telinganya Dipotong Petrus?

Claudia Jessica Official Writer
1208

Peristiwa Petrus memotong telinga seorang prajurit bernama Malkhus terjadi di Taman Getsemani, malam sebelum Yesus disalibkan. Para prajurit dan imam-imam datang untuk menangkap Yesus.

Saat itu, Petrus melihat seorang prajurit yang berusaha menangkap Yesus. Petrus yang berusaha melindungi Yesus, menghunus pedangnya dan memotong telinga kanan Malkhus.

Tindakan Petrus yang memotong telinga Malkhus ini dilandasi oleh beberapa motif.

Pertama, ia ingin melindungi Yesus dari penangkapan. Petrus melihat Yesus sebagai Mesias yang diutus Allah untuk menyelamatkan umat manusia. Ia tidak ingin Mesiasnya ditangkap dan dianiaya.

Kedua, Petrus ingin menunjukkan kesetiaannya kepada Yesus. Ia ingin menunjukkan bahwa ia siap membela Yesus dengan cara apa pun, bahkan dengan kekerasan.

Yesus tidak senang dengan tindakan Petrus. Ia menegur Petrus dan menyuruhnya untuk menyimpan pedangnya. Kemudian Yesus berkata, “Masukkan pedang itu kembali ke dalam sarungnya, sebab barangsiapa menggunakan pedang, akan binasa oleh pedang,” (Matius 26:52).

Yesus Menyembuhkan Telinga Malkhus

Yesus tidak ingin Petrus dihukum jika ketahuan menyakiti seorang prajurit. Maka dari itu, Yesus melakukan mukjizat dengan menyembuhkan telinga Malkhus.

Tindakan ini menunjukkan bahwa Yesus bukan hanya Mesias yang berkuasa, tetapi juga Mesias yang penuh kasih dan pengampunan.

Mengapa Yesus Menyembuhkan Malkhus?

Beberapa pertanyaan muncul: Mengapa Yesus menyembuhkan Malkhus? Bukankah Malkhus adalah salah satu orang yang ingin menangkap Yesus?

Pertama, Yesus tidak ingin Petrus dihukum. Luka pada Malkhus bisa menjadi bukti kejahatan Petrus, dan dia bisa ditangkap pada saat itu juga. Dengan menyembuhkan Malkhus, Yesus menghapus bukti dan melindungi Petrus dari hukuman.

Kedua, tindakan Yesus ini merupakan gambaran apa yang Dia lakukan di kayu salib. Yesus menanggung dosa-dosa manusia, menghapusnya dan membersihkan manusia dari segala tuduhan. Sama seperti Yesus menyembuhkan telinga Malkhus, Dia juga menyembuhkan manusia dari luka dosa dan memberikan mereka kesempatan untuk hidup baru

Apa yang bisa kita pelajari dari kisah ini?

1. Pentingnya Berpikir Jelas dan Tenang

Ketika dihadapkan dengan situasi yang menegangkan dan berbahaya, penting bagi kita untuk tetap berpikir jernih dan tenang. Petrus bertindak impulsif dan tanpa pertimbangan matang ketika dia memotong telinga Malkhus. Tindakannya ini hampir membahayakan Yesus dan para murid lainnya.

2. Bahaya Kekerasan

Kekerasan tidak pernah menjadi solusi. Tindakan Petrus menunjukkan bahwa kekerasan hanya akan melahirkan lebih banyak kekerasan. Yesus datang untuk membawa kedamaian dan kasih ke dunia, dan pengikut-Nya haruslah meneladani teladannya.

3. Pentingnya Mengandalkan Allah

Ketika kita menghadapi situasi yang sulit, kita haruslah selalu mengandalkan Allah. Yesus menegur Petrus karena dia tidak mengandalkan Allah untuk melindungi Yesus. Kita haruslah selalu percaya bahwa Allah akan melindungi kita dan menolong kita dalam segala situasi.

4. Pentingnya Mengampuni

Yesus menunjukkan kasih dan pengampunan kepada Malkhus dengan menyembuhkan telinganya. Kita pun haruslah belajar untuk mengampuni orang lain, bahkan ketika mereka telah menyakiti kita.

5. Kasih dan Pengampunan Yesus

Tindakan Yesus menyembuhkan Malkhus merupakan simbol kasih dan pengampunan-Nya. Yesus datang untuk menghapus dosa manusia dan memberikan mereka kesempatan untuk hidup baru.

Sumber : jawaban.com
Halaman :
1

Ikuti Kami