Indahnya Toleransi, Jemaat Gereja Masak Menu Buka Puasa untuk Korban Banjir Kudus
Sumber: kompas.com

News / 19 March 2024

Kalangan Sendiri

Indahnya Toleransi, Jemaat Gereja Masak Menu Buka Puasa untuk Korban Banjir Kudus

Claudia Jessica Official Writer
1651

Curah hujan yang tinggi pada Rabu (13/03/2024) malam, menyebabkan banjir di sejumlah wilayah Jawa Tengah. Adanya tanggul jebol di Kabupaten Demak, membuat kondisi banjir semakin parah, termasuk banjir yang merendam kota Kudus. Hingga hari ini (19/03), banjir masih belum surut.

Akibat kejadian ini, BPDB (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) dan beberapa pihak terkait, melakukan evakuasi korban banjir ke beberapa titik pengungsian.

Berdasarkan rilis dari Kompas.com salah satu tempat yang menjadi posko pengungsian bagi korban banjir Kudus adalah Gereja Kristen Muria Indonesia (GKMI) yang ditempati oleh sejumlah warga Desa Tanjung Karang.

 

BACA JUGA: Viral Foto Pengungsi Sholat Di Gereja, Bukti Toleransi Masyarakat Kudus

 

Hendra Wijaya, selaku pendeta GKMI Tanjung Karang melaporkan bahwa ada 89 orang yang mengungsi ke gerejanya dan kurang lebih sebanyak 60 orang merupakan umat Muslim yang sedang menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan.

Banjir Kudus membuat pihak gereja berinisiatif untuk menyediakan fasilitas kepada korban banjir yang mengungsi di poskonya agar bisa melanjutkan ibadah puasa Ramadhan.

Hendra mengatakan bahwa pihak gereja melibatkan ibu-ibu gereja untuk memasak hidangan menu buka puasa untuk pengungsi di GKMI. Sementara untuk sahur, pihak GKMI telah menyediakan dapur dan bahan makanan sehingga pengungsi di GKMI dapat mengolahnya sendiri sesuai kebutuhan.

“Kalau untuk sahur, kami sudah menyediakan dapur dan bahan makanan. Jadi warga yang mau sahur tinggal mengolah,” ucap Hendra pada Sabtu (16/03/2024) seperti yang dikutip dari Tribun Jateng.

 

BACA JUGA: Kok Bisa Gereja Hati Kudus di Tomohon Mau Hendak Dijadikan Cagar Budaya? Ini Alasannya

Hendra menambahkan bahwa selama bertahun-tahun, GKMI Tanjung Karang sudah menjadi posko pengungsian jika banjir melanda desanya.

Dalam peristiwa banjir Kudus tahun ini, GKMI membuka pengungsian untuk menampung korban banjir pada Jumat (15/03/2024) lantaran debit banjir di pemukiman warga tidak kunjung surut, melainkan meningkat.

“Sebelumnya kami sempat memantau dan debit air mulai meningkat, kami buka gereja untuk pengungsi masyarakat. Mulai itu para warga berdatangan satu per satu,” jelasnya.

Berdasarkan data yang diunggah oleh BPBD Kudus melalui platform Instagram pada Sabtu (16/03/2024) jam 22.00 WIB, banjir merendam 29 desa di lima kecamatan.

Banjir Kudus justru menjadi momen indahnya toleransi antar umat beragama di Indonesia.  

Yakobus 2:8 “Akan tetapi, jikalau kamu menjalankan hukum utama yang tertulis dalam Kitab Suci: "Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri", kamu berbuat baik.”

 

 

BACA JUGA: Kenapa Umat Beragama Harus Saling Menghargai? Ini yang Firman Tuhan Bilang Soal Itu…

 

Sumber : Kompas.com
Halaman :
1

Ikuti Kami