Bagaimana Orang Kristen Menjadikan Kristus sebagai Pusat Hubungan dalam Pernikahan?
Sumber: canva.com

Marriage / 15 March 2024

Kalangan Sendiri

Bagaimana Orang Kristen Menjadikan Kristus sebagai Pusat Hubungan dalam Pernikahan?

Claudia Jessica Official Writer
728

Pernikahan adalah institusi suci yang diatur oleh Tuhan, di mana dua orang bersatu dalam kasih dan komitmen yang mendalam. Namun, dalam dunia yang serba sibuk dan penuh tekanan seperti saat ini, menjaga hubungan pernikahan agar tetap kuat dan sehat menjadi tantangan tersendiri.

Dalam menghadapi tantangan ini, salah satu cara yang bisa kita lakukan adalah dengan menjadikan Kristus sebagai pusat dari hubungan tersebut.

Ketika Kristus sebagai fokus utama, hubungan pernikahan tidak hanya bertahan, tetapi berkembang dan menjadi sumber berkat bagi kedua pasangan.

Dalam artikel ini, kita akan menjelajahi lima langkah praktis tentang bagaimana kita dapat menjadikan Kristus sebagai pusat hubungan dalam pernikahan.

#1 Berdoa Bersama Setiap Hari

Doa adalah jembatan yang menghubungkan kita dengan Tuhan dan satu sama lain dalam pernikahan. Ketika pasangan suami istri berdoa bersama setiap hari, mereka membawa Tuhan ke dalam pusat hubungan mereka.

Doa bersama memperkuat ikatan spiritual di antara Anda dan pasangan, membantu Anda untuk mendukung satu sama lain dalam doa, dan meminta berkat Tuhan atas pernikahan.

Saat Anda mengalami kesulitan, doa bersama adalah cara untuk menyerahkan beban tersebut kepada Tuhan dan memohon bimbingan-Nya dalam menghadapinya.

#2 Menyediakan Waktu untuk Menyembah Tuhan Secara Bersama dan Sendiri-sendiri dalam Waktu Pribadi

Selain berdoa bersama, penting juga bagi pasangan suami istri untuk menyediakan waktu secara khusus untuk menyembah Tuhan baik secara bersama-sama maupun secara pribadi.

Dengan cara ini, Anda membangun hubungan yang intim dengan Tuhan dan memperkuat iman masing-masing. Selain itu, menyediakan waktu pribadi untuk menyembah Tuhan secara individu membantu Anda dan pasangan memperdalam hubungan pribadi dengan Tuhan.

Dengan demikian, baik Anda maupun pasangan dapat memperkuat iman masing-masing dan membawa berkat serta hikmat Tuhan ke dalam pernikahan.

#3 Menghormati dan Menghargai Keputusan Masing-masing

Salah satu kunci dari hubungan yang sehat adalah menghargai keputusan pasangan. Ketika Kristus menjadi pusat dalam pernikahan, pasangan akan belajar untuk melihat satu sama lain melalui lensa kasih Kristus.

Artinya, pasangan suami-istri tidak hanya menghormati pendapat dan keputusan satu sama lain, tetapi juga menghargai mereka sebagai individu yang berharga di mata Tuhan.

Dengan menghormati keputusan masing-masing, pasangan membangun kepercayaan yang lebih dalam satu sama lain, menjadi pondasi pernikahan yang kokoh.

#4 Komunikasi yang Terbuka dan Jujur

Komunikasi yang terbuka dan jujur adalah inti dari hubungan yang sehat dan kuat. Ketika Kristus menjadi pusat dalam pernikahan, pasangan diajarkan untuk berbicara dengan kejujuran dan kasih. Ini berarti tidak hanya berbicara tentang hal-hal yang menyenangkan, tetapi juga berani membahas masalah-masalah yang sulit.

Dengan membawa Kristus ke dalam setiap percakapan, pasangan dapat mengatasi konflik dengan cara yang membangun, memperkuat pengertian satu sama lain, dan memperdalam hubungan pernikahannya.

#5 Saling Bertanggungjawab

Tanggung jawab adalah aspek penting dari pernikahan yang didasarkan pada kasih. Pasangan suami istri dipanggil untuk saling bertanggung jawab satu sama lain dalam pernikahan mereka. Ini berarti bahwa suami-istri tidak hanya peduli dengan kebutuhan dan keinginan mereka sendiri, tetapi juga dengan kebutuhan dan keinginan pasangan mereka.

Ketika mereka saling bertanggung jawab, pasangan memperkuat ikatan mereka dan menunjukkan kasih yang sejati.

Pernikahan bukan hanya tentang janji dan kesetiaan, tetapi juga tentang kesaksian dan pelayanan bagi orang lain. Menjadikan Kristus sebagai pusat dalam hubungan pernikahan membantu kita memahami tanggung jawab dalam pernikahan. Dengan mengutamakan Kristus dalam pernikahan, kita membangun dasar yang kuat untuk hubungan yang sehat dan berkelanjutan.

Sumber : jawaban.com
Halaman :
1

Ikuti Kami