Apa yang Akan Terjadi Jika Subsidi BBM Dipangkas?
Sumber: grid.id

News / 19 February 2024

Kalangan Sendiri

Apa yang Akan Terjadi Jika Subsidi BBM Dipangkas?

Claudia Jessica Official Writer
969

Di tengah hangatnya perbincangan tentang pemilihan presiden Indonesia, muncul sebuah isu bahwa pasangan calon (paslon) 02, Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka berencana untuk memangkas dana subsidi bahan bakar minyak (BBM) guna mendanai program makan siang gratis.

Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran, Eddy Soeparno pun berusaha menjelaskan kesalahpahaman yang terjadi di masyarakat bahwa yang dimaksud bukanlah pemangkasan subsidi BBM dan gas elpiji 3kg, melainkan efisiensi subsidi energi.

Eddy menjelaskan bahwa sebagian besar subsidi energi saat ini tidak tepat sasaran, dengan masyarakat kelas menengah atas yang paling banyak menikmati subsidi listrik dan BBM.

 

BACA JUGA: Hadapi Inflasi, Apakah Orang Kristen Harus Pelit?

 

“Jadi, subsidi energi kita tahun lalu itu Rp 500 triliun. Tahun ini Rp 350 triliun. Porsi terbesar dari subsidi energi itu adalah subsidi untuk pertalite dan elpiji 3 kg. Tetapi, yang menikmati pertalite dan elpiji 3kg 80 persennya itu masyarakat mampu,” jelas Eddy seperti yang dikutip dari Kompas.com pada Jumat (16/02/2024).

“Kita evaluasi dulu pemberian subsidi energi itu untuk kita bisa lakukan efisiensi. Caranya gimana? Pertama, data penerima subsidi energi itu harus kita sempurnakan. Jadi yang berhak itu siapa? Misalkan saja, kaum miskin. Kedua yayasan, yayasan di bidang kemanusiaan. Ketiga misalnya UMKM. Itu berhak,” Eddy menjelaskan.

Oleh karena itu, mereka berencana untuk melakukan efisiensi anggaran dengan membatasi penerima subsidi agar lebih tepat sasaran.

Terlepas dari isu yang beredar, kira-kira apa yang akan terjadi jika pemerintah memotong subsidi BBM ya?

Terjadi Kenaikan Harga BBM

Tanpa adanya subsidi dari pemerintah, harga BBM akan mengikuti fluktuasi pasar global. Ini berarti, konsumen harus membayar lebih untuk setiap liter BBM yang dibeli, yang secara langsung akan meningkatkan biaya hidup. Transportasi umum hingga logistik barang akan terkena dampaknya, memicu kenaikan harga di berbagai sektor.

 

BACA JUGA: Penuhi 4 Kebutuhan Ini Dengan Bijak Saat Hadapi Inflasi

 

Menurut ekonom Bhima Yudhistira, pemangkasan subsidi energi untuk makan siang gratis adalah langkah yang kurang tepat. Ia khawatir pemangkasan subsidi energi ini justru memicu lonjakan inflasi, khususnya dalam sektor bahan pangan.

Dampak Ekonomi

Pemangkasan subsidi BBM berpotensi menimbulkan efek domino pada ekonomi. Kenaikan harga BBM dapat memicu inflasi, dimana harga barang dan jasa ikut naik karena peningkatan biaya transportasi dan produksi. Hal ini dapat mengurangi daya beli masyarakat dan memperlambat pertumbuhan ekonomi.

Dampak Sosial

Dampak sosial dari pemangkasan subsidi BBM tidak bisa dianggap enteng. Kelompok masyarakat berpenghasilan rendah, seperti petani dan nelayan, yang selama ini bergantung pada BBM bersubsidi, akan merasakan beban terberat. Tanpa adanya bantuan atau kompensasi yang memadai, mereka mungkin akan kesulitan untuk menjalankan usaha dan memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Perubahan Konsumsi Energi

Pemangkasan subsidi dapat menjadi katalisator bagi perubahan perilaku konsumsi energi. Masyarakat mungkin akan lebih termotivasi untuk mencari alternatif energi yang lebih murah dan ramah lingkungan, atau mengadopsi teknologi yang lebih efisien dalam penggunaan BBM.                 

 

BACA JUGA: 5 Dampak BBM Naik yang Langsung Dirasakan Masyarakat

                               

Pemangkasan subsidi BBM adalah kebijakan yang akan berdampak luas, baik secara ekonomi maupun sosial. Maka dari itu, penting bagi pemerintah dan semua pihak untuk mempertimbangkan segala aspek dan mempersiapkan langkah-langkah mitigasi yang efektif. Kebijakan energi yang berkelanjutan tidak hanya akan membantu perekonomian, tetapi juga memastikan kesejahteraan masyarakat di masa depan.

Sumber : jawaban.com
Halaman :
1

Ikuti Kami