Pemilu Selesai, Kembali Harmoni Walau Beda Pilihan Dalam Keluarga
Sumber: Jawaban

Marriage / 16 February 2024

Kalangan Sendiri

Pemilu Selesai, Kembali Harmoni Walau Beda Pilihan Dalam Keluarga

Puji Astuti Official Writer
525

Ada beberapa berita viral belakangan ini yang menggugah kesadaran akan pentingnya mengelola perbedaan pandangan dan pilihan politik di dalam keluarga. Insiden seperti  anak yang melakukan kekerasan terhadap orangtua karena perbedaan pilihan politik, atau mertua yang mengusir menantu karena dukungan capres yang berbeda, menjadi sorotan yang memunculkan pertanyaan tentang kesehatan hubungan dalam keluarga. 

Dalam setiap rumah tangga, tidak jarang terjadi perbedaan pendapat dan pilihan politik di antara anggota keluarga. Tantangannya bagi setiap individu, termasuk suami, istri, dan anak-anak, adalah menjaga suasana yang tetap nyaman dan harmonis di dalam rumah. Khususnya bagi seorang isteri dan ibu, peran mereka menjadi kunci dalam memastikan bahwa perbedaan pandangan tidak mengganggu keharmonisan keluarga. 

Manfaat Belajar Proses Demokrasi di Keluarga 

Apa yang kita jalani selama proses pesta demokrasi ini ternyata penting dan dapat berdampak positif untuk keluarga loh. Apa saja manfaatnya bagi kita?  

1. Menghargai kebebasan berpendapat.  

Melalui proses pesta demokrasi ini keluarga belajar nilai-nilai kebebasan berpendapat dan menghargai hak setiap individu untuk memiliki pandangan dan pendapatnya sendiri. Hal ini membantu menciptakan lingkungan di mana setiap anggota keluarga merasa didengar dan dihargai.

2. Mengajarkan keterbukaan dan toleransi.  

Memahami bahwa setiap individu memiliki pandangan yang berbeda membantu mengajarkan keterbukaan dan toleransi terhadap perbedaan. Ini penting dalam membangun hubungan yang saling menghormati di antara anggota keluarga. 

3. Mendorong diskusi yang sehat.  

Berbeda pendapat di antara anggota keluarga dapat mendorong diskusi yang sehat dan memicu pertukaran ide yang bermanfaat. Dengan membuka ruang untuk berdiskusi, keluarga dapat belajar satu sama lain, memperluas pemahaman mereka, sehingga masing-masing individu dapat terus bertumbuh.  

BACA JUGA:
Ajakan Ketum PGI Pdt. Gomar Gultom untuk Menerima Hasil Pemilu 2024 dengan Lapang Dada

Jokowi Himbau Jika Menemukan Kecurangan Pemilu, Bawa Bukti, Segera Lapor Bawaslu dan MK

4. Membangun keterampilan komunikasi. 

Berbeda pendapat dan berdiskusi memungkinkan anggota keluarga untuk membangun keterampilan komunikasi yang efektif. Ini termasuk kemampuan untuk mendengarkan dengan penuh perhatian, mengungkapkan pendapat secara jelas, dan menemukan sudut pandang yang positif dari sebuah perbedaan.   

5. Menghindari konflik yang berkepanjangan.  

Dengan belajar untuk menghargai perbedaan pendapat dan mempraktikkan prinsip-prinsip demokrasi di dalam keluarga, kita dapat menghindari konflik yang berkepanjangan dan membangun hubungan yang lebih harmonis.  

Ya, kini Pemilu telah selesai. Kita menunggu proses selanjutnya hingga nanti presiden dan wakil presiden terpilih serta anggota parlemen di lantik. Pastikan kondisi di rumah kita juga kembali “adem” dan bisa berlapang dada terhadap hasil demokrasi.  

Sebagai seorang ibu dan isteri, kita bisa berinisiatif untuk membangun komunikasi dan rekonsiliasi untuk seluruh anggota keluarga. Setiap pribadi perlu mengingat bahwa proses demokrasi yang kita lakukan semestinya bertujuan untuk kebaikan dan kemajuan bangsa, itu berarti untuk kebaikan keluarga sebagai satuan terkecil dalam sebuah bangsa.  

Selain itu, jadikan momen ini juga sebagai pengingat bahwa setiap individu dalam keluarga memiliki kebebasan untuk memiliki sudut pandang dan pemikiran yang berbeda. Menghormati satu sama lain dan memiliki kerendahan hati untuk mengasihi dalam perbedaan menjadi sebuah nilai yang dipelajari dan diterapkan bersama.  

“Dan akhirnya, hendaklah kamu semua seia sekata, seperasaan, mengasihi saudara-saudara, penyayang dan rendah hati.” (1 Petrus 3:8) 

Sumber : Puji Astuti | Jawaban.com
Halaman :
1

Ikuti Kami