Mitos dan Tradisi Imlek, Orang Krsiten Boleh Ikutin Gak Ya?
Sumber: jawaban.com

Kata Alkitab / 10 February 2024

Kalangan Sendiri

Mitos dan Tradisi Imlek, Orang Krsiten Boleh Ikutin Gak Ya?

Claudia Jessica Official Writer
718

Imlek, atau yang dikenal sebagai Tahun Baru China, adalah momen yang kental dengan tradisi dan kepercayaan turun temurun etnis Tionghoa. Perayaan imlek sangat kental dengan berbagai mitos yang masih dipegang teguh oleh masyarakat etnis Tionghoa hingga saat ini.

Mitos yang Dipercaya Umat Tionghoa

Mitos-mitos ini biasanya berhubungan dengan keberuntungan, kesialan, kesehatan, dan kehidupan sehari-hari. Beberapa mitos masih dipraktikkan hingga saat ini, terutama saat menyambut tahun baru Imlek, yang merupakan hari raya terpenting bagi umat Tionghoa.

Namun, ada juga mitos yang sudah tidak relevan lagi dengan zaman sekarang, dan hanya dianggap sebagai cerita turun-temurun. Apa saja mitos-mitos seputar imlek?

1. Menghindari benda tajam

Umat Tionghoa tidak boleh menggunakan benda tajam, seperti gunting, pisau, atau cutter, pada saat Imlek. Hal ini karena benda tajam diyakini bisa memotong rezeki atau keberuntungan di tahun baru. Oleh karena itu, semua benda tajam disimpan di lemari atau tempat tertutup.

 

BACA JUGA: Bolehkah Orang Kristen Membagikan Angpao dalam Perayaan Imlek?

 

2. Menghindari angka 4

Umat Tionghoa sangat menghindari angka 4, karena pelafalannya mirip dengan kata “mati” dalam bahasa Mandarin. Angka 4 dianggap sebagai angka sial, yang bisa membawa keburukan atau kematian. Sebaliknya, angka 8 dianggap sebagai angka beruntung, karena pelafalannya mirip dengan kata “kaya” atau “makmur” dalam bahasa Mandarin. Angka 8 juga melambangkan aliran yang tidak terputus, seperti aliran rezeki atau kebahagiaan.

3. Makan onde sesuai umur

Umat Tionghoa biasa membuat atau membeli onde-onde, yaitu kue bulat berwarna hijau atau putih yang berisi kacang hijau atau kacang hitam. Onde-onde melambangkan bulan purnama, yang merupakan simbol keluarga yang utuh dan harmonis. Umat Tionghoa percaya bahwa makan onde-onde sesuai umur, ditambah satu, bisa membawa keberuntungan dan panjang umur. Misalnya, jika umur seseorang 20 tahun, maka ia harus makan 21 onde-onde.

 

BACA JUGA: Rayakan Imlek 2024, Begini Keluarga Kristen Memaknainya

 

Mitos Zaman Dulu

Selain mitos yang berkaitan dengan Imlek, ada juga mitos yang dipercaya umat Tionghoa sejak zaman dulu, yang berpengaruh pada kehidupan sehari-hari. Beberapa mitos tersebut adalah:

1. Tidak boleh menyapu sampah ke luar rumah. Umat Tionghoa percaya bahwa menyapu sampah ke luar rumah bisa menyapu keberuntungan atau rezeki yang ada di dalam rumah. Oleh karena itu, mereka biasanya menyapu sampah ke dalam tempat sampah, atau menyapu sampah ke arah dalam rumah.

2. Tidak boleh memecahkan cermin. Umat Tionghoa percaya bahwa memecahkan cermin bisa membawa tujuh tahun kesialan, karena cermin melambangkan jiwa atau roh seseorang. Jika cermin pecah, maka jiwa atau roh seseorang juga terpecah, dan bisa menimbulkan masalah kesehatan atau kehidupan.

3. Tidak boleh memotong kuku di malam hari. Umat Tionghoa percaya bahwa memotong kuku di malam hari bisa menarik perhatian roh-roh jahat, yang bisa membahayakan diri sendiri atau keluarga. Hal ini karena kuku yang dipotong bisa digunakan oleh roh-roh jahat untuk mengutuk atau menyakiti orang.

 

BACA JUGA: Maknai Imlek Dengan Cara Berbeda, Yuk Bawa Kabar Injil Di Tahun Baru China Ini

 

Mitos-mitos yang dipercaya umat Tionghoa memiliki latar belakang sejarah, budaya, atau agama yang kaya. Mitos-mitos ini juga memiliki makna simbolis atau filosofis yang mendalam. Namun, mitos-mitos ini tidak selalu benar atau ilmiah, dan hanya bersifat kepercayaan turun-temurun. Bahkan sebagian umat Tinghoa telah meninggalkan beberapa tradisinya karena dianggap tidak sesuai dengan perkembangan zaman atau tidak praktis.

Sementara itu bagi kita umat Kristen yang telah ditebus oleh Yesus Kristus, adat istiadat bisa membuat kebingungan dan melenceng dari kebenaran Firman Tuhan. Adat istiadat juga bisa membuat orang Kristen takut akan hal-hal yang tidak perlu, seperti angka sial, hantu, atau kutukan. Hal-hal ini bisa mengganggu iman dan kedamaian orang Kristen, dan membuat mereka lupa akan kuasa dan kasih Tuhan.

 

BACA JUGA: Adat Istiadat Vs. Firman Tuhan, Mana Yang Benar? - FEZZ MONTEZUMA

 

Ingatlah bahwa kita telah ditebus dengan darah-Nya, kita telah dibebaskan dari segala ikatan perjanjian nenek moyang, dan IA telah mengubah kutuk menjadi berkat seperti yang tertulis dalam kitab Ulangan 23:5 “Tetapi TUHAN, Allahmu, tidak mau mendengarkan Bileam dan TUHAN, Allahmu, telah mengubah kutuk itu menjadi berkat bagimu, karena TUHAN, Allahmu, mengasihi engkau.”

Sumber : jawaban.com
Halaman :
1

Ikuti Kami