Lokasi Kota Sarfat Saat Ini, Tempat Janda Yang Memberi Makan Nabi Elia
Sumber: Jawaban

Fakta Alkitab / 8 February 2024

Kalangan Sendiri

Lokasi Kota Sarfat Saat Ini, Tempat Janda Yang Memberi Makan Nabi Elia

Puji Astuti Official Writer
819

Apakah Anda pernah mendengar atau membaca kisah Nabi Elia dan Janda Sarfat? Benar, kisah seorang janda dan anaknya yang diminta oleh Nabi Elia untuk memberinya makan di masa-masa kekeringan dan kelaparan. Tapi tahukah Anda bahwa ternyata Janda Sarfat bukanlah orang Israel? Dimanakah lokasi Sarfat saat ini?  

Mari simak Fakta Alkitab kali ini.  

Latar belakang kisah Elia dan Janda Sarfat  

Sebelumnya Elia melakukan konfrontasi kepada Raja Ahab, raja Israel Utara yang melakukan apa yang jahat di mata Tuhan. Karena Ahab dan Izebel, isterinya membuat Bangsa Israel hidup dalam penyembahan berhala. Saat itu Elia menyatakan bahwa tidak akan ada hujan selama beberapa tahun karena hal tersebut.  

Elia kemudian melarikan diri ke sungai Kerit dan dipelihara oleh Tuhan disana. Namun sungai itu kemudian kering dan Tuhan menyuruh Elia pergi ke wilayah Sarfat (1 Raja-raja 17). Tahukah Anda bahwa ternyata Sarfat bukanlah wilayah orang Israel? 

Sarfat, wilayah Kerajaan Sidon 

Sarfat adalah nama Ibrani untuk sebuah kota di Fenisia yang disebut Sarepta dalam bahasa Yunani dan Latin. Kota ini terletak di antara Tirus dan Sidon, di pesisir Laut Tengah. Kota ini juga disebut dalam nubuat Obaja sebagai salah satu tempat pembuangan orang Israel yang akan memiliki tanah Kanaan pada hari Tuhan (Obaja 1:20). 

Saat ini, kota Sarfat masuk ke dalam wilayah Lebanon dengan nama Sarafand. Kota ini berjarak sekitar 13 km di sebelah selatan Sidon. Kota ini telah mengalami beberapa penggalian arkeologis yang menemukan bukti-bukti sejarah dan budaya dari zaman Fenisia, Israel, dan Romawi. 

BACA JUGA:
Berikanlah Kepadaku Rotimu Itu

Menabur Benih dan Menuai Kelimpahan, Belajar Dari 6 Tokoh Alkitab Ini Yuk…

#KataAlkitab - Apa Salahnya Seorang Janda?

Arti nama Sarfat 

Kata Sarfat berasal dari bahasa Ibrani, yang artinya ‘tempat peleburan’. Kata ini digunakan untuk menyebut sebuah kota di Fenisia yang disebut Sarepta dalam bahasa Yunani dan Latin. 

Di jaman Nabi Elia hidup, Fenesia adalah bagian dari Kerajaan Kanaan yang berada di wilayah pesisir. Saat itu mereka sudah menjadi sebuah kerajaan yang berkembang yang mulai memiliki ciri khas yang membedakan dari kerajaan-kerajaan Kanaan yang lain, dan mencapai puncak kejayaannya karena menguasai perdagangan maritim dan menjadi mitra dagang kerajaan-kerajaan besar saat itu.  

Selain itu Kerajaan Fenesia dimana wilayah Sarfat berada juga menghasilkan barang-barang mewah seperti kaca, perhiasan, patung dan tekstil yang berwarna ungu. Ratu Izebel sendiri adalah Putri Raja Sidon, yang merupakan bagian dari Kerajaan Fenesia ini.  

Catatan Sejarah tentang Sarfat 

Pendudukan pertama Sarfat berasal dari Zaman Perunggu Akhir, sekitar 1600 SM, dan kota ini disebutkan dalam Papirus Anastasi I dari masa pemerintahan Rameses II. Sarfat (Sariptu) termasuk di antara kota-kota Fenisia yang ditaklukan oleh Kekaisaran Neo-Asiria atau Asyur, pada tahun 701 SM. Selama masa pemerintahan Esarhadon (680-669 SM), Sarfat diambil dari Sidon dan diberikan kepada raja Tirus. 

Dari fakta Alkitab tentang janda dari kota Sarfat, kita belajar bahwa Tuhan memiliki rencana keselamatan bagi bangsa-bangsa asing, yang tidak mengenal Tuhan. Melalui mujizat yang terjadi di rumah janda Sarfat, kuasa dan kedaulatan Tuhan dinyatakan sehingga mereka mengenal Allah Israel yang hidup.  

Seperti Elia, kita juga mendapatkan tugas untuk membawa berita keselamatan kepada mereka yang belum mengenal Tuhan. Mari kita emban Amanat Agung yang Tuhan Yesus berikan, untuk kita pergi memberitakan Injil dan menjadikan semua bangsa murid-Nya. Tuhan memberkati.  

Apakah Anda memiliki pertanyaan seputar Tuhan Yesus Kritus, iman dan kekristenan? Mari hubungi kami di Layanan Doa dan Konseling CBN dengan KLIK DISINI, tim kami dengan senang hati akan memberikan penjelasan. 

Sumber : Puji Astuti | Jawaban.com
Halaman :
1

Ikuti Kami