Benarkah Pertengkaran Bisa Memutus Berkat Tuhan untuk Keluarga Kita?
Sumber: Canva.com

Relationship / 1 February 2024

Kalangan Sendiri

Benarkah Pertengkaran Bisa Memutus Berkat Tuhan untuk Keluarga Kita?

Aprita L Ekanaru Official Writer
631

Di tengah hiruk pikuk kehidupan, keluarga dapat menjadi sandaran kasih dan kekuatan kita. Namun, tak jarang keharmonisan itu terusik oleh perselisihan dan pertengkaran.

Mazmur 133:1-3 hadir sebagai pengingat, bahwa perselisihan dalam keluarga dapat menjadi penghalang berkat Tuhan mengalir. Mari kita sejenak merenungkan hikmat dari ayat-ayat tersebut.

Mazmur 133:1 diawali dengan penegasan, "Nyayian ziarah daud. Sungguh, alangkah baiknya dan indahnya apabila saudara-sudara diam bersama dengan rukun!" Kata "alangkah baiknya" dan "indahnya" menggambarkan betapa Allah berkenan dan memberkati suasana damai dan bersatu dalam keluarga. Kerukunan menjadi fondasi kokoh untuk bertumbuh bersama, saling menguatkan, dan mengalami sukacita sejati. Sebaliknya, pertengkaran dan perpecahan menciptakan keretakan yang menghambat aliran berkat Tuhan.

Ayat selanjutnya, Mazmur 133:2 melukiskan gambaran indah, "Seperti minyak yang baik di atas kepala meleleh ke janggut, yang meleleh ke janggut Harun dan ke leher jubahnya." Minyak urapan melambangkan berkat Tuhan yang dilimpahkan. Ketika keluarga bersatu dalam damai, berkat itu mengalir dengan lancar, seperti minyak urapan yang membasahi jubah Harun, imam besar. Ini melambangkan berkat Tuhan yang melimpah dan memenuhi seluruh kehidupan keluarga. Sebaliknya, pertengkaran menciptakan ketegangan dan kekacauan, sehingga berkat Tuhan terhambat dan sulit dirasakan.

Mazmur 133:3 menutup dengan penegasan, "Seperti embun gunung Hermon yang turun ke atas gunung-gunung Sion. Sebab ke sanalah TUHAN memerintahkan berkat, kehidupan untuk selama-lamanya." Embun Hermon, gunung tertinggi di wilayah Israel, dikenal sebagai sumber air yang menyejukkan dan menyehatkan. Ayat ini menggambarkan bahwa berkat Tuhan yang mengalir dalam keluarga yang rukun itu bersifat menyejukkan, membawa damai sejahtera, dan menjanjikan kehidupan yang penuh sukacita, tidak hanya untuk masa sekarang, tetapi juga untuk selama-lamanya.

 

Jadi, apa yang dapat kita pelajari dari Mazmur 133:1-3?


1. Menjaga keharmonisan keluarga adalah kehendak Tuhan. Keluarga yang rukun menjadi saluran berkat Tuhan yang luar biasa.

2. Pertengkaran dan perpecahan dapat menjadi penghalang berkat Tuhan. Ketika keluarga terpecah, aliran berkat Tuhan terhambat dan sulit dirasakan.

3. Upaya membangun keluarga yang rukun dan damai adalah investasi untuk masa depan. Keluarga yang bersatu akan mengalami sukacita dan berkat Tuhan, tidak hanya untuk kehidupan sekarang, tetapi juga untuk selama-lamanya.

 

Bagaimana membangun keluarga yang rukun dan damai?


1. Landaskan keluarga pada iman dan takut akan Tuhan. Iman menjadi jangkar kokoh yang menguatkan keluarga dalam menghadapi tantangan.

2. Praktikkan komunikasi yang terbuka dan jujur. Bicaralah dengan baik, dengarkan dengan seksama, dan selesaikan masalah dengan penuh kasih sayang.

3. Saling mengasihi dan mengampuni. Kasih dan pengampunan adalah perekat yang menjaga keutuhan keluarga.

4. Bersama-sama berdoa dan mencari kehendak Tuhan. Libatkan Tuhan dalam setiap aspek kehidupan keluarga dan mintalah hikmat-Nya untuk menjalani hidup bersama.

5. Mengingat pentingnya keharmonisan keluarga, marilah kita senantiasa berusaha membangun keluarga yang rukun dan damai. Dengan demikian, kita dapat menjadi saluran berkat Tuhan yang mengalir bagi sesama dan mengalami sukacita yang berkelimpahan.

Sumber : Jawaban.com
Halaman :
1

Ikuti Kami