Daripada Berusaha Mengubah, Yuk Para Istri Doakan Suamimu!

Marriage / 31 January 2024

Kalangan Sendiri

Daripada Berusaha Mengubah, Yuk Para Istri Doakan Suamimu!

Aprita L Ekanaru Official Writer
802

Bagi seorang istri Kristen, pernikahan adalah perjalanan iman berdua bersama pasangan yang dianugerahkan Tuhan. Namun, tak jarang perjalanan itu dihadang oleh tantangan dan perbedaan, termasuk sikap atau kebiasaan suami yang tidak sesuai dengan nilai-nilai Kristiani.

Dalam situasi ini, keinginan untuk mengubah pasangan menjadi lebih baik seringkali muncul, namun apakah itu selalu menjadi jalan terbaik? Alkitab menawarkan perspektif yang berbeda, yakni kekuatan doa dalam pernikahan. Mari kita telusuri mengapa mendoakan suami terkadang lebih efektif daripada berupaya mengubahnya.

Rasul Petrus menyatakan, "Karena itu rendahkanlah dirimu di bawah tangan Tuhan yang kuat, supaya kamu ditinggikan-Nya pada waktunya. Serahkanlah kekuatiranmu kepada-nya, sebab Ia yang memelihara kamu." (1 Petrus 5:6-7). Ayat ini mengingatkan kita bahwa Tuhan adalah sumber kekuatan dan penghiburan bagi setiap pasangan. Ketika dihadapkan dengan perubahan yang kita inginkan pada suami, alih-alih memaksa atau menghakimi, doa menjadi langkah awal yang penuh iman dan harapan.

Bukan Mengubah, Tapi Mendoakan: Mengapa Penting? Beberapa alasan mengapa mendoakan suami lebih baik daripada sekadar berusaha mengubahnya:

1. Mengakui Keterbatasan Diri

Kita tidak memiliki kuasa untuk mengubah hati dan pikiran orang lain. Hanya Roh Kudus yang sanggup melakukan transformasi sejati. Doa mengakui keterbatasan kita dan menyerahkan suami kepada kuasa Tuhan yang mampu melakukan perkara yang mustahil (Markus 10:27).

2. Mengubah Perspektif

Doa mengajak kita melihat suami bukan sebagai objek perubahan, tetapi sebagai pribadi yang dikasihi Tuhan. Ketika kita berdoa memohon perubahan baginya, kita juga mendoakan pertumbuhan, sukacita, dan penggenapan panggilan hidupnya di dalam Tuhan.

3. Membangun Keintiman Rohani

Doa bersama atau doa pribadi untuk suami memperkuat keintiman rohani dalam pernikahan. Kita bersatu dalam pergumulan, harapan, dan iman kepada Tuhan, menciptakan ikatan yang lebih kuat dari sekadar usaha "mengubah" yang bisa terasa memaksa.

4. Mengubah Kita Terlebih Dulu

Doa bukan sekadar permohonan, tetapi juga percakapan dengan Tuhan. Melalui doa, hati dan pikiran kita sendiri diubahkan oleh kasih dan kebenaran-Nya. Kita belajar untuk lebih sabar, penuh kasih, dan mengandalkan Tuhan, menciptakan lingkungan yang kondusif bagi perubahan suami secara alami.

5. Iman yang Bertindak

Doa bukan pasif menunggu, tetapi iman yang bekerja (Yakobus 2:17). Doa mendorong kita untuk menjadi istri yang saleh, meneladani Kristus dalam perkataan dan perbuatan, menjadi berkat bagi suami, dan memberikan teladan iman yang bisa menginspirasinya.

Mari kita ingat bahwa pernikahan adalah perjalanan iman bersama. Dengan mengandalkan Tuhan, kita dapat melewati setiap tantangan dan bersama-sama menuju terobosan iman yang lebih baik. Ingatlah firman Tuhan dalam Yakobus 5:16: "Doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya."

 

Jika Anda dan pasangan Anda sedang menghadapi tantangan dalam hubungan atau memiliki pertanyaan seputar pernikahan, kami mengundang Anda untuk menghubungi Layanan Doa dan Konseling CBN dengan KLIK DI SINI. Kami siap dengan senang hati memberikan bantuan dan dukungan untuk Anda.

Sumber : Jawaban.com
Halaman :
1

Ikuti Kami