Mukjizat! Ibu Ini Secara Perlahan Sembuh dari Kanker Payudara
Sumber: jawaban.com

Family / 30 January 2024

Kalangan Sendiri

Mukjizat! Ibu Ini Secara Perlahan Sembuh dari Kanker Payudara

Lidya Dwi Apriliani Official Writer
1919

Nama saya Vianly, saat ini usia saya 36 tahun. Saya adalah seorang ibu sekaligus pejuang kanker. Hidup saya bagaikan roller coaster sejak tahun 2019. Kepergian mama akibat kanker ovarium di bulan Oktober, disusul vonis kanker payudara dua bulan kemudian, bagaikan badai yang menerjang.   

Benjolan itu awalnya hanya dianggap sebagai mastitis, namun keraguan membawa saya pada sebuah kenyataan pahit. Saat itu saya menemui dokter lainnya untuk memastikan maksud dari benjolan ini. Hasil pemeriksaan menunjukkan saya divonis kanker payudara.  

Banyak pertanyaan berputar di kepala saya, “Kenapa ini bisa terjadi pada saya?” “Anak saya masih kecil, masa depannya bagaimana?”. Di tengah keterpurukan ini, saya hanya bisa berusaha tetap tegar dan mungkin ini adalah jalan Tuhan agar saya semakin mendekatkan diri pada-Nya.  

BACA JUGA : 20 Tahun Lebih Menjadi Rentenir, Hal Ini yang Ibu Rima Temukan

Kuasa Tuhan saya rasakan pertama kali saat ruangan operasi yang biasanya penuh, namun tersedia dengan mudah untuk saya di hari itu. Akhirnya saya menjalani operasi pengangkatan payudara saya yang sebelah kiri pada Desember 2019.  

Sepanjang tahun 2020, saya menjalani kemoterapi sebanyak enam kali. Rambut rontok, rasa lemas, dan efek samping lainnya tak terelakkan. Namun, iman saya tak pernah goyah. Setiap hari, pujian dan doa menjadi kekuatan saya. Keajaiban terjadi, meskipun leukosit saya pernah mencapai nol, saya tetap kuat, bahkan mampu beribadah. Kekuatan Tuhan nyata dalam hidup saya. Di tengah proses pemulihan, saya tetap aktif beraktivitas, yakin bahwa kekuatannya mengalir dalam diri saya. 

BACA JUGA : Perjuangan Seorang Ibu untuk Merasakan Kasih Yesus

Meskipun begitu, rasa takut dari bayang-bayang sel kanker masih melingkupi saya. Belum lagi, hinaan yang harus saya terima dari tetangga saya. Banyak dari mereka yang mengatakan kalau penyakit ini adalah kutuk dari perbuatan saya di masa lalu. Saya sadar kalau kehidupan saya di masa lalu tidak berlandaskan kasih Tuhan. Walau saya bersikap abai, saya masih merasa terintimidasi dengan kalimat yang mereka sampaikan.  

Sumber : jawaban.com
Halaman :
12Tampilkan Semua

Ikuti Kami