Kenapa Anak Tanpa Figur Ayah Lebih Rentan Menjadi Korban Kekerasan? Ini 4 Faktornya...
Sumber: Canva.com

Parenting / 27 January 2024

Kalangan Sendiri

Kenapa Anak Tanpa Figur Ayah Lebih Rentan Menjadi Korban Kekerasan? Ini 4 Faktornya...

Aprita L Ekanaru Official Writer
903

Kekerasan terhadap anak merupakan salah satu masalah sosial yang masih menjadi tantangan di Indonesia. Menurut data dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), pada tahun 2021, terdapat 35.272 kasus kekerasan terhadap anak di Indonesia. Dari jumlah tersebut, sebanyak 13.893 kasus merupakan kekerasan fisik, 10.376 kasus merupakan kekerasan psikis, dan 11.003 kasus merupakan kekerasan seksual.

 

BACA JUGA: Firman Tuhan Khusus untuk Anda yang Sudah Menjadi Seorang Ayah

 

Salah satu faktor yang dapat meningkatkan risiko anak menjadi korban kekerasan adalah ketiadaan figur ayah dalam keluarga. Kehadiran figur ayah dalam keluarga memiliki peran yang sangat penting bagi perkembangan anak.

Ayah berperan sebagai sosok pelindung, panutan, dan teladan bagi anak-anaknya. Ketika seorang anak tidak memiliki figur ayah, maka ia akan lebih rentan menjadi korban kekerasan.

Hal tersebut disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain:

1. Kurang kasih sayang dan perhatian

Anak yang tumbuh tanpa figur ayah cenderung kurang mendapatkan kasih sayang dan perhatian yang cukup. Hal ini dapat menyebabkan anak merasa kesepian, tidak dicintai, dan tidak dihargai. Kondisi ini dapat membuat anak menjadi lebih rentan terhadap kekerasan, baik fisik, psikis, maupun seksual.

2. Lebih mudah terpengaruh oleh lingkungan

Anak yang tumbuh tanpa figur ayah cenderung lebih mudah terpengaruh oleh lingkungan, terutama lingkungan yang negatif. Hal ini disebabkan oleh anak yang kurang memiliki sosok yang dapat menjadi panutan dan bimbingan dalam hidupnya. Kondisi ini dapat membuat anak lebih mudah terjerumus ke dalam perilaku-perilaku negatif, seperti tawuran, narkoba, dan seks bebas.

3. Lebih rentan menjadi korban eksploitasi

Anak yang tumbuh tanpa figur ayah cenderung lebih rentan menjadi korban eksploitasi, baik oleh orang tua, keluarga, maupun orang lain. Hal ini disebabkan oleh anak yang kurang memiliki sosok yang dapat melindungi dan membelanya. Kondisi ini dapat membuat anak menjadi lebih mudah dimanfaatkan untuk kepentingan orang lain, baik untuk mendapatkan uang, tenaga, maupun kepuasan seksual.

4. Lebih rentan mengalami trauma

Anak yang mengalami kekerasan, baik fisik, psikis, maupun seksual, memiliki risiko yang lebih tinggi untuk mengalami trauma. Trauma ini dapat berdampak negatif terhadap perkembangan anak, baik secara fisik, psikis, maupun sosial.

Oleh karena itu, penting bagi setiap orang untuk menyadari pentingnya peran ayah dalam keluarga. Dengan adanya figur ayah yang baik, anak akan tumbuh dan berkembang dengan lebih baik, serta terhindar dari risiko menjadi korban kekerasan.

 

BACA JUGA: Sudahkah Para Suami Memahami Pentingnya Melibatkan Diri dan Berperan Dalam Mengasuh Anak?

 

Berikut adalah beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mencegah anak menjadi korban kekerasan, antara lain:

  • Memberikan kasih sayang dan perhatian yang cukup kepada anak
  • Menciptakan lingkungan yang positif bagi anak
  • Mengembangkan keterampilan anak untuk melindungi diri
  • Meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya peran ayah dalam keluarga
Sumber : Jawaban.com
Halaman :
1

Ikuti Kami