Haruskah Kita Lebih Mencintai Pasangan Daripada Anak? Begini Kata Firman Tuhan...
Sumber: Canva.com

Relationship / 25 January 2024

Kalangan Sendiri

Haruskah Kita Lebih Mencintai Pasangan Daripada Anak? Begini Kata Firman Tuhan...

Aprita L Ekanaru Official Writer
1050

Pertanyaan tentang apakah harus lebih mencintai pasangan daripada anak merupakan pertanyaan yang telah lama diperdebatkan. Ada yang berpendapat bahwa pasangan harus lebih diutamakan, sementara yang lain berpendapat bahwa anak harus lebih diutamakan.

 

BACA JUGA: Hai Istri, Yuk Dukung Suamimu Mencapai Goalsnya di 2024!

 

Pandangan yang Membela Pasangan


Mereka yang berpendapat bahwa pasangan harus lebih diutamakan biasanya berargumen bahwa pasangan adalah mitra hidup yang dipilih secara sadar, sementara anak adalah pemberian dari Tuhan. Pasangan adalah orang yang akan menemani kita sepanjang hidup, sementara anak bisa saja meninggalkan kita suatu hari nanti.

Selain itu, pasangan juga berperan penting dalam membentuk karakter anak. Pasangan yang harmonis akan memberikan teladan yang baik bagi anak, sehingga anak akan tumbuh menjadi pribadi yang bahagia dan sejahtera.

 

Pandangan yang Membela Anak


Mereka yang berpendapat bahwa anak harus lebih diutamakan biasanya berargumen bahwa anak adalah darah daging kita sendiri. Anak adalah titipan Tuhan yang harus kita rawat dan didik dengan baik.

Selain itu, anak juga memiliki kebutuhan yang besar akan kasih sayang dan perhatian dari orang tua. Jika orang tua lebih mencintai pasangan daripada anak, maka anak akan merasa diabaikan dan tidak dicintai. Hal ini dapat berdampak negatif terhadap perkembangan psikologis anak.

 

Pandangan Alkitab


Alkitab tidak secara eksplisit menyatakan bahwa pasangan harus lebih diutamakan daripada anak. Namun, ada beberapa ayat yang dapat menjadi pedoman dalam hal ini.

Pertama, Alkitab mengajarkan bahwa pasangan adalah mitra hidup yang setara. Dalam kitab Kejadian 2:24, Tuhan berfirman, "Sebab itu laki-laki akan meninggalkan ayah dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya menjadi satu daging." Ayat ini menunjukkan bahwa pasangan adalah satu kesatuan yang tidak terpisahkan.

Kedua, Alkitab mengajarkan bahwa orang tua memiliki tanggung jawab untuk merawat dan mendidik anak-anak mereka. Dalam kitab Efesus 6:4, Paulus menulis, "Hai bapa-bapa, janganlah sakiti hati anak-anakmu, supaya mereka jangan tawar hati." Ayat ini menunjukkan bahwa orang tua harus menunjukkan kasih sayang dan perhatian kepada anak-anak mereka.

Ketiga, Alkitab mengajarkan bahwa kasih sayang harus diberikan kepada semua orang, termasuk kepada pasangan dan anak. Dalam kitab 1 Yohanes 4:7-8, Yohanes menulis, "Saudara-saudaraku, marilah kita saling mengasihi, sebab kasih itu berasal dari Allah; dan setiap orang yang mengasihi, lahir dari Allah dan mengenal Allah. Barangsiapa tidak mengasihi, ia tidak mengenal Allah, sebab Allah adalah kasih." Ayat ini menunjukkan bahwa kasih sayang adalah ciri khas dari orang yang mengenal Allah.

 

BACA JUGA: 

Ini 5 Peran Penting Suami Kristen Bagi Istrinya

Stop Bercanda Sama Anak, Kalau Parents Masih Lakukan 5 Hal Ini!

 

Berdasarkan pandangan Alkitab, dapat disimpulkan bahwa pasangan dan anak sama-sama penting dan harus dikasihi. Pasangan adalah mitra hidup yang setara, sedangkan anak adalah darah daging kita sendiri yang memiliki kebutuhan yang besar akan kasih sayang dan perhatian.

Oleh karena itu, orang tua harus berusaha untuk menyeimbangkan kasih sayang mereka kepada pasangan dan anak. Mereka harus menunjukkan kasih sayang dan perhatian kepada pasangan mereka, tetapi mereka juga harus memberikan waktu dan perhatian yang cukup kepada anak-anak mereka.

Sumber : Jawaban.com
Halaman :
1

Ikuti Kami