Cahaya Bagi Negeri Ikut Bergerak Mencegah Stunting
Sumber: jawaban.com

Berita CBN / 25 January 2024

Kalangan Sendiri

Cahaya Bagi Negeri Ikut Bergerak Mencegah Stunting

Lidya Dwi Apriliani Official Writer
714

Bedasarkan hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) yang diumumkan oleh Kementerian Kesehatan pada Rapat Kerja Nasional BKKBN awal tahun 2023, prevalensi stunting di Indonesia turun dari 24,4% menjadi 21,6% di tahun 2022. Namun, pemerintah pusat berharap angka stunting tersebut dapat turun hingga 14% di tahun 2024. Oleh karena itu, tim kemanusiaan CBN ikut mendukung program pemerintah dengan berpartisipasi dalam menekan angka stunting di Indonesia.   

Per Januari 2024, tim kemanusiaan CBN menggalakan program Perbaikan Gizi pada anak Pendidikan Usia Dini dan menargetkan 18 PAUD di beberapa daerah di Indonesia, termasuk daerah pelosok. Dengan meemggunakan perhitungan standar IMT (Indeks Massa Tubuh) yang sesuai dari pemerintah, CBN akan memberikan bantuan perbaikan gizi pada 153 anak usia dini di berbagai daerah. Jumlah anak ini akan bertambah seiring berjalannya waktu.  

PAUD daerah yang akan mendapatkan bantuan perbaikan gizi adalah PAUD yang berasal dari daerah Nias Selatan, Nias, Kepulauan Mentawai, Sumba Tengah, Kupang Timur, Kabupaten Timor Tengah Selatan, Kupang Barat, Sidikalang, Pekanbaru, dan Tanah Merah-Jakarta.  

BACA JUGA : Ayo Cegah Malnutrisi Anak dan Dukung Tumbuh Kembangnya Hingga Maksimal

Dengan menargetkan anak di usia dini, CBN berusaha membantu anak dengan kondisi mal nutrisi, dengan harapan dapat menekan peningkatan angka stunting di Indonesia.  

“Stunting itu kan ibaratnya sudah titik akhir, nah sebelum sampai di titik stunting itu dia pasti akan mengalami mal nutrisi dulu. Kurang gizi hingga menjadi gizi buruk yang berkepanjangan baru stunting. Sebelum sampai kesana (stunting) makanya kita membantu pemenuhan gizi dari mal nutrisi untuk anak usia dini," ungkap Violent selaku Project Manager dari  tim kemanusiaan CBN yaitu Obor Berkat Indonesia. 

Makanan bergizi rencananya akan di distribusikan per akhir Januari hingga bulan Juni 2024. Harapannya dalam kurun waktu 6 bulan ini, setiap anak yang memiliki status gizi buruk bisa mencapai gizi normal. Pendistribusian yang dilakukan akan dimulai dengan memberikan asupan gizi berupa telur, susu dan multivitamin dalam tiga bulan pertama. Kemudian tiga bulan selanjutnya akan diberikan makanan bergizi yang lebih bervariasi namun tetap sesuai dengan standar kandungan gizi yang telah ditetapkan.  

Pemberian asupan Makanan Tambahan pada anak SoL

Perkembangan kondisi gizi 153 anak atau lebih ini akan dalam pantauan tim kemanusiaan CBN selama 6 bulan. Sehingga ketika tidak ada perubahan yang diharapkan, akan segera dilakukan evaluasi bersama agar tujuan utama dari program ini dapat terwujud.  

Maka dari itu, kami mengajak Anda untuk bekerjasama dengan CBN dalam rangka mencegah stunting sejak dini. Agar kedepannya Indonesia dapat menghasilkan generasi penerus yang bebas stunting. Kerjasama dan dukungan Anda bisa disalurkan LEWAT SINI atau Anda dapat menghubungi KAMI DISINI  

Sumber : jawaban.com
Halaman :
1

Ikuti Kami