Bangun Hubungan yang Baik dengan Menantu, Jangan Ucapkan 7 Kata-kata Ini Ya Parents
Sumber: canva.com

Parenting / 12 January 2024

Kalangan Sendiri

Bangun Hubungan yang Baik dengan Menantu, Jangan Ucapkan 7 Kata-kata Ini Ya Parents

Claudia Jessica Official Writer
992

Hubungan antara mertua dan menantu kadang-kadang menjadi tantangan yang rumit. Sebagai orangtua, rasanya ingin sekali memberi nasihat kepada anak maupun menantu demi kebaikan pernikahan mereka. Namun, tak jarang niat baik ini disampaikan dengan cara yang kurang tepat bahkan terkesan menghakimi.

Maka dari itu, untuk membangun hubungan antara mertua dan menantu membutuhkan perhatian khusus, kesabaran, dan hikmat untuk memelihara hubungan yang harmonis.

Salah satu kunci utama untuk menjaga hubungan ini baik-baik saja adalah melalui komunikasi yang baik. Sebagai mertua, alangkah baiknya untuk menghindari 7 kata-kata yang dapat membuat menantu Anda merasa sakit hati berikut ini:

1. "Kamu Harusnya..."

Ini adalah kata-kata yang perlu dihindari. Menyuruh atau memberi nasihat yang bersifat menggurui bisa membuat menantu merasa dikekang. Sebaliknya, cobalah untuk mengajukan saran dengan cara yang lebih mendukung. Misalnya, "Mungkin kamu bisa mempertimbangkan..." atau "Mama punya pengalaman yang mungkin bisa membantu kamu."

 

BACA JUGA: Naomi, Mertua Idaman Setiap Menantu

 

2. "Ketika Saya Menikah..."

Membanding-bandingkan antara pengalaman pernikahan sendiri dan kehidupan menantu bisa menciptakan perasaan tidak nyaman. Setiap pasangan memiliki dinamika dan tantangan sendiri dalam pernikahannya. Sebagai gantinya, tanyakan pada mereka tentang pengalaman mereka dan carilah kesamaan atau pengertian bersama.

3. "Aku Tidak Pernah Sembunyi Apapun dari Orang Tua Saya."

Ini bisa terdengar sebagai tuduhan tidak langsung dan bisa membuat menantu merasa disalahkan atau diawasi secara berlebihan. Sebaliknya, berikan mereka ruang dan kepercayaan. Jika ada kekhawatiran atau masalah, komunikasikan secara terbuka dan tanpa menghakimi.

4. "Mengapa Kamu Belum...?"

Pertanyaan ini bisa membuat menantu merasa seperti mereka tidak memenuhi ekspektasi. Hindari pertanyaan yang bersifat menilai dan berfokuslah pada apresiasi dan dukungan. Misalnya, "Aku senang melihat kamu berusaha" atau "Saya melihat kamu telah mencapai banyak hal."

5. "Kan Sudah Saya Bilang..."

Mengungkit-ungkit kesalahan atau kesalahan masa lalu bisa merusak kepercayaan dan membangun dinding antara mertua dan menantu. Fokuslah pada masa depan dan bagaimana bisa bekerja sama untuk mengatasi tantangan.

 

BACA JUGA: Mertua Ikut Campur Urusan Rumah Tangga? Simak 6 Cara Menghadapinya

 

6. "Itu Tidak Masuk Akal."

Mengesampingkan perasaan atau pandangan menantu dengan mengatakan bahwa itu tidak masuk akal bisa merusak hubungan. Alih-alih, berusaha untuk memahami perspektif mereka dan bicarakan secara terbuka.

7. "Kamu Harus Berubah."

Mengajukan harapan untuk perubahan tanpa memberikan dukungan atau pemahaman bisa membuat menantu merasa tidak diterima. Sebagai gantinya, tawarkan dukungan dan bimbingan positif untuk membantu mereka tumbuh.

Membangun hubungan yang baik antara mertua dan menantu memang membutuhkan banyak pengertian, keterbukaan, dan sikap saling menghargai. Seiring waktu, hubungan ini dapat menjadi kuat dan bermakna.

Untuk mewujudkan hubungan mertua dan menantu yang harmonis, coba ikut beberapa tips ini untuk memperkuat hubungan mertua dan menantu:

1. Berkomunikasi dengan Keterbukaan

Berbicaralah secara terbuka, namun hindari memberikan penilaian atau kritik yang keras. Dengarkan dengan penuh perhatian dan berikan waktu pada mereka untuk berbicara.

2. Temukan Kesamaan

Cari kesamaan dan minat bersama. Ini bisa menjadi dasar untuk membangun hubungan yang lebih erat dan membuat percakapan lebih nyaman.

 

BACA JUGA: Sering Bertengkar Sama Orang Tua Karena Tinggal Bareng? Ini Solusinya…

 

3. Hormati Batasan Pribadi

Setiap individu memiliki batasan pribadi dan ruang yang perlu dihormati. Jangan terlalu ikut campur atau menuntut terlalu banyak.

4. Libatkan Diri dalam Kegiatan Bersama

Terlibat dalam kegiatan bersama seperti makan malam keluarga atau liburan bisa membantu membangun kenangan positif.

5. Bersikap Fleksibel

Kenali bahwa setiap keluarga memiliki dinamika uniknya. Bersikaplah fleksibel dan terbuka terhadap perubahan.

6. Saling Menghargai

Saling menghargai perbedaan pendapat dan pandangan. Ingatlah bahwa setiap orang memiliki cara berpikir yang berbeda.

7. Memberi Bantuan Ketika Dibutuhkan

Tunjukkan dukungan dan kesiapan untuk membantu ketika dibutuhkan. Ini menciptakan rasa saling membutuhkan dan kebersamaan.

 

BACA JUGA: Salah Satu Kebahagiaan Rumah Tangga: Akur Dengan Mertua. Ini 7 Rahasianya!

 

Melalui komunikasi yang baik dan sikap saling menghargai, hubungan mertua dan menantu dapat menjadi tambatan yang kuat dalam keluarga. Mari hindari kata-kata yang merugikan dan berusahalah untuk memperkuat ikatan positif di antara semua anggota keluarga. Tuhan memberkati Anda dan keluarga Anda.

Anda diberkati dengan artikel ini? Yuk bagikan ke media sosial dan teman-teman agar Anda juga bisa menjadi berkat lewat cara sederhana ini.

Sumber : jawaban.com
Halaman :
1

Ikuti Kami