Tokoh Gereja Baptis di Papua Ajak Umat Saling Mengasihi Tanpa Membeda-bedakan
Sumber: Jawaban.com - Daniel Tanamal

News / 10 January 2024

Kalangan Sendiri

Tokoh Gereja Baptis di Papua Ajak Umat Saling Mengasihi Tanpa Membeda-bedakan

daniel.tanamal Official Writer
611

Tokoh Sinode Gereja Baptis di Papua, Pendeta Anton Kogoya mengajak umat Kristiani untuk merenungkan dan semakin mempraktekkan Kasih Tuhan. Ia menuturkan bahwa Kasih Allah adalah kasih yang memiliki inisiatif dan secara aktif mengasihi seluruh umat manusia di dunia tanpa membeda-bedakan.

Ajakan ini disampaikannya dalam renungan mengawali tahun 2024, dengan seruan; hendaklah kasih yang kita miliki diibaratkan seperti 'kasih yang mencari', kasih yang benar-benar berasal dari Allah. "Kulit hitam, kulit putih, kaya atau miskin, intinya semua orang, semua latar-belakang dan semua suku, ya kasih tidak bisa membedakan," katanya.

Gembala dari Gereja Baptis Jemaat Ekklesia di Sentani, Kabupaten Jayapura ini menyatakan rasa syukurnya bahwa Papua menjadi salah satu miniatur Indonesia, dimana berbagai suku, ras dan budaya yang berasal dari sebagian besar wilayah di Indonesia, semuanya itu ada di Papua.

"Injil yang dibawa melalui hamba-Nya Otto dan Geisler di Tanah Papua adalah kabar baik untuk membawa kedamaian dan berkat bukan hanya untuk orang Kristen, bukan hanya untuk orang Papua, tetapi bagi semua orang yang menginjakkan kaki di Tanah Papua," tambahnya.

Tahun 2024 Momen Praktek Kasih Kristus

Pendeta Anton Kogoya sendiri, merupakan salah satu mantan aktivis perjuangan '98, dan alumnus Universitas Kristen Indonesia (UKI), dengan ciri khas gemar mengenakan topi. Dirinya melihat tahun 2024 menjadi momen untuk dimanfaatkan secara baik, dengan mempraktekan Kasih Kristus didalam kehidupan.

"Hidup ini sementara, maka manfaatkanlah tahun 2024 ini untuk berjalan, berjuang dan menikmati hasilnya bersama-sama dengan prinsip kasih yang tercermin di dalam Injil, bagi semua orang, semua ciptaan-Nya di Tanah Papua ini. Mari kita terus saling merangkul satu sama lain, jadikan perbedaan baik agama, suku atau apapun itu, menjadi kekuatan untuk bersatu dan bergandengan-tangan," sambungnya. 

Sebagai salah satu daerah dengan mayoritas pemeluk Kristen, Pendeta Anton Kogoya mengingatkan bahwa Papua, yang oleh karenanya cerminan karakter Kristus harus terlihat nyata kepada masyarakat di Papua dan Indonesia melalui perilaku kehidupan umat-Nya. "Maka saya sebagai pelayan Tuhan, selalu saya sampaikan ke jemaat tentang bagaimana kita mengasihi dalam bersekutu, bergereja dan bermasyarakat dari semua latar-belakang."

Menutup pesannya, Pendeta Anton Kogoya mengajak umat bersatu melayani Tuhan dengan mengasihi sesama. "Saya juga ingin sampaikan kepada seluruh jemaat gereja Baptis, maupun jemaat sinode lainnya di Papua; Selamat Tahun Baru 2024, Tuhan telah mengajari kita untuk bersatu melayani-Nya dan untuk mengasihi sesama ciptaan-Nya, mari kita lakukan bersama-sama."

 

(Daniel Tanamal)

Sumber : Daniel Tanamal - Jawaban.com
Halaman :
1

Ikuti Kami