Sulistia Bisa Menerima Keadaan Keluarganya Setelah Belajar Materi Ini
Sumber: jawaban.com

Family / 9 January 2024

Kalangan Sendiri

Sulistia Bisa Menerima Keadaan Keluarganya Setelah Belajar Materi Ini

Lidya Dwi Apriliani Official Writer
569

Namaku Sulistia, biasa dipanggil Sulis. Aku adalah seorang siswi kelas 6 Paket A PKBM OBI di Tanah Merah, Kelapa Gading. Aku memiliki impian bisa terlahir kembali sebagai anak orang kaya dan punya paras cantik. Hal ini disebabkan karena aku kerap kali menerima bullying secara verbal dari teman-temanku karena bibir sumbing yang dulu aku alami yang bekas luka operasinya masih terlihat. . Mereka tidak hanya mengejek wajahku, beberapa kali mereka juga mengejek kondisi rumah dan ekonomi keluarga ku. Ejekan dan hinaan inilah yang menumbuhkan rasa minder di dalam diriku. Hal itu juga yang sering membuatku terpesona oleh kehidupan glamor yang sering kulihat di media sosial dan televisi.

Guru-guru di PKBM OBI Tanah Merah selalu mencoba memberikan pengertian pada teman-temanku yang mengejekku. Namun, upaya mereka tidak selalu berhasil. Aku pun merasa semakin sedih dan tertekan. Aku merasa bahwa aku tidak berharga dan tidak pantas untuk memiliki teman. 

BACA JUGA : Proses Irwansyah Sembuh dari Trauma Masa Lalunya

Namun, semuanya berubah ketika materi pembelajaran "Aku Sayang Keluargaku" diajarkan di kelasku. Materi tersebut membawa pemahaman mendalam tentang pentingnya menghargai dan bersyukur atas keluarga yang dimiliki. Sulit bagiku untuk mempercayainya, tetapi aku mulai memahami bahwa kebahagiaan tidak selalu tergantung pada kekayaan materi atau penampilan fisik.

Setelah belajar materi tersebut, aku mengalami perubahan yang sangat jelas. Aku mulai melihat keluargaku dengan sudut pandang yang berbeda. Aku menyadari bahwa keluargaku, meskipun sederhana, penuh cinta dan kebahagiaan. Mereka selalu ada untukku, memberikan dukungan dan kasih sayang. Aku merasa sangat bersalah karena dulu pernah tidak bersyukur memiliki mereka. Aku menyadari bahwa merekalah yang paling mencintaiku apa adanya. Merekalah yang membuat hidupku begitu berharga.

BACA JUGA : Anak Ini Pernah Menduakan Tuhan dan Bertobat Karena Ini

Sekarang aku merasa harus bersyukur. Ternyata, mereka yang kaya dan cantik belum tentu bahagia seperti keluarga kami yang sederhana tetapi penuh kebahagiaan. Aku belajar untuk menghargai setiap kebersamaan bersama keluarga, karena itulah yang membuat hidup begitu berarti.

Perubahan sudut pandangku ini ternyata menggugah hati para guru di PKBM OBI. Mereka bangga melihat perkembangan positif dan pemahaman mendalam tentang nilai-nilai kehidupan yang kumiliki.

BACA JUGA : Anak 9 Tahun Ikut Kristus Setelah Menonton Kisah-kisah Ini

Aku berterima kasih kepada semua orang yang telah membantuku melewati masa-masa sulit. Aku juga berterima kasih kepada guru-guru di PKBM OBI Tanah Merah yang telah memberikan dukungannya sehingga perubahan hidupku ini bisa terjadi. Aku berharap bahwa kisahku ini bisa menjadi inspirasi bagi lebih banyak orang untuk terus berbagi, peduli, dan memberikan harapan kepada mereka yang membutuhkan.

Sumber : jawaban.com
Halaman :
1

Ikuti Kami