Proses Irwansyah Sembuh dari Trauma Masa Lalunya
Sumber: jawaban.com

Family / 8 January 2024

Kalangan Sendiri

Proses Irwansyah Sembuh dari Trauma Masa Lalunya

Lidya Dwi Apriliani Official Writer
538

Masa SDku adalah memori paling menakutkan yang pernah kualami dalam hidupku. Sebelumnya, perkenalkan namaku Irwansyah, usiaku saat ini 16 tahun. Aku kelas 6 SD atau anak kelas Paket A di PKBM OBI Tanah Merah, Kelapa Gading.

Aku pernah berhenti sekolah selama 4 tahun karena apa yang kualami di sekolah formal dulu. Sejak aku duduk di bangku kelas 3 SD, aku terus menerus menerima perlakuan yang tidak baik dari teman-teman sekolahku. Mereka mengejekku karena aku hanyalah anak seorang pemulung. Kursiku ditendang sampai aku terjatuh, lalu ditertawakan. Lalu, aku sering mengalami pemerasan yang dilakukan oleh kakak kelasku. Uang jajan yang tak seberapa itu raup dirampas oleh mereka. 

BACA JUGA : Transformasi Medi, Anak yang Malas Bangun Pagi

Sampai pada akhirnya, ketika kelas 5 SD adalah titik dimana aku menyerah dan tidak sanggup, akhirnya aku memutuskan untuk berhenti sekolah. Aku kembali ke rumah orangtuaku di Jakarta, karena sebelumnya aku hanya tinggal dengan keluarga kakakku di Indramayu. 

Cukup lama aku tidak merasakan bangku sekolah, akhirnya orangtuaku memasukkanku di Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Obor Berkat Indonesia di Tanah Merah, Kelapa Gading. Disana aku diterima dengan baik, semua teman dan guru sangat baik padaku. Namun, karena rasa trauma yang aku miliki, aku memilih untuk diam dan tidak berkomunikasi dengan mereka. 

BACA JUGA : Anak Ini Pernah Menduakan Tuhan dan Bertobat Karena Ini

Beberapa kali aku tidak datang ke sekolah dan bolos dari kegiatan membatik di Sanggar Belajar School of Life (SoL) karena aku tidak tertarik dengan seni. Hingga pada suatu saat, ketika belajar pendidikan karakter di SoL, ada satu tema pembelajaran yang menyadarkan ku, dimana saat itu belajar tentang “Pribadi Bertanggungjawab”. Saat itu guru-guru menjelaskan bahwa berangkat ke sekolah dan rajin belajar adalah salah satu jalan kita untuk menata masa depan. Saat kita bisa meraih cita-cita kita, secara tidak langsung kita membantu meringankan beban orangtua kita di masa depan. 

Meskipun aku hanyalah seorang anak pemulung, aku juga punya cita-cita untuk membahagiakan kedua orangtuaku dan meringankan beban mereka. Terutama ayah yang saat ini tangan kanannya tidak bisa digunakan untuk bekerja. Aku merenungi sikapku selama ini, padahal aku diberikan kesempatan untuk menempuh pendidikan gratis, namun beberapa kali aku menyia-nyiakannya. 

BACA JUGA : Sekolah OBI Fodo Nias Mempererat Hubungan Orangtua dan Anak Lewat Event Super Christmas

Sejak saat itu aku bertekad untuk lebih rajin lagi ke sekolah, aku juga mulai datang ke kegiatan membatik di SoL. Selain memberikan kita keterampilan tambahan, kegiatan membatik juga mendorongku untuk mau terbuka dan berinteraksi dengan teman-teman di PKBM OBI. Sehingga dalam waktu 3 bulan aku mengikuti kegiatan ini, aku kembali menumbuhkan rasa percaya diriku dan menghilangkan trauma yang kumiliki. Kalau ada pertanyaan, beberapa kali aku mengangkat tangan dan menjawabnya, meskipun salah tidak masalah. Setidaknya aku sudah memiliki keberanian yang selama ini hilang. 

Sanggar Belajar Anak Gratis School of Life (SoL) telah memberikan pendidikan karakter GRATIS kepada 3.720 anak di pelosok Indonesia. Mari bersama kita bangun masa depan cerah untuk generasi penerus.  Setiap donasi Anda menjadi langkah besar untuk menyentuh lebih banyak hati dan menyediakan pendidikan tambahan yang bermakna. Klik link di bawah ini dan bergabunglah dalam memberikan cahaya pendidikan untuk anak-anak yang membutuhkan. 

SAYA MAU DUKUNG SCHOOL OF LIFE 

Sumber : jawaban.com
Halaman :
1

Ikuti Kami