Israel Waspada Serangan Balasan Karena Tewasnya Wakil Pemimpin Hamas Saleh al-Arouri
Sumber: CBN News

News / 5 January 2024

Kalangan Sendiri

Israel Waspada Serangan Balasan Karena Tewasnya Wakil Pemimpin Hamas Saleh al-Arouri

Puji Astuti Official Writer
701

Pembunuhan terhadap salah satu pemimpin Hamas di Lebanon membuat Israel was-was akan adanya serangan balasan. Meski mereka tidak membuat pernyataan resmi bertanggung jawab atas tewasnya pemimpin milisi Izzadin-al-Qassam dan wakil pemimpin Hamas, Saleh al-Arouri. Dia tewas oleh serangan drone di Beirut selatan.  

Israel Tak Akui Lakukan Serangan atas Saleh al-Arouri

Kantor Berita Nasional Lebanon menuduh serangan tersebut dilakukan oleh Israel. Sebaliknya, pejabat Israel menolak untuk memberikan komentar terkait serangan tersebut, dan media Israel menyebut kejadian tersebut sebagai pembunuhan paling dramatis dalam beberapa tahun terakhir. 

BACA JUGA:

Ini Tanggapan Israel Atas Resolusi PBB Untuk Genjatan Senjata

Elon Musk Kunjungi Israel dan Temui Sandera Yang Dibebaskan

CBN.com melaporkan bahwa Laksamana Madya Daniel Hagari, juru bicara utama Angkatan Pertahanan Israel, tidak menyebutkan pembunuhan tersebut tetapi dengan jelas menyatakan bahwa pihak Israel was-was dan dalam kondisi waspada terhadap serangan balik Hamas. 

"IDF  saat ini dalam tingkat kesiapsiagaan yang sangat tinggi di semua bidang, baik dalam bertahan ataupun menyerang," ujar Hagarii pada hari Selasa (2/1/2024).  

"Kami sangat siap menghadapi segala skenario. Hal paling penting yang ingin disampaikan malam ini adalah bahwa kami berfokus dan tetap fokus untuk melawan Hamas,” demikian tegasnya.  

Hizbullah Dibuat Malu Karena Kecolongan

Karena kematian Saleh al-Arouri tersebut, warga Palestina di Tepi Barat melakukan protes dengan turun ke jalan-jalan dan mendesak kelompok Hizbullah untuk melakukan serangan balasan. Menurut seorang pengamat dan mantan perwira intelijen Israel, Avi Meladed  peristiwa pembunuhan petinggi Hamas tersebut merupakan kejadian memalukan bagi Hizbullah karena kecolongan dan terjadi di wilayah mereka.  

"Serangan ini memang menimbulkan momen memalukan bagi Hizbullah dan dapat menjadi titik puncak potensial dalam perang antara Israel dan Hamas,” demikian pernyataan Avi yang dikutip CBN.com.  

Menhan Israel Tegaskan Israel Harus Menang

Menteri Pertahanan Israel Yoav Gallant saat mengunjungi prajuritnya di Gaza menyatakan bahwa agar kemenangan atas Gaza harus diraih jika Israel ingin hidup dengan tenang di wilayah Timur Tengah.  

“Kita harus meraih kemenangan karena dua alasan: pertama untuk membuat (para teroris) membayar harga, dan untuk memastikan siapapun yang tinggal dekat jalur Gaza dapat tinggal dengan aman.Selain itu, skenario dimana 1500 orang tewas atau disandera, harus berakhir dengan pencegahan dan kemenangan, jika tidak kita tidak bisa hidup di Timur Tengah. Oleh karena itu, kita bertekad untuk mencapai tujuan kita,” demikian ungkap Gallant.  

Saat ini konflik antara Israel dan Hamas sudah berlangsung hampir 3 bulan, namun kesepakatan damai belum tercapai bahkan berpotensi konflik semakin meluas, seperti dengan Lebanon dan Iran. Saat ini Israel bahkan dituntut oleh Afrika Selatan ke Mahkamah Internasional dengan tuduhan melakukan genosida atas Palestina di wilayah Gaza. Pihak Hamas memuji keberanian Afrika Selatan atas tindakannya tersebut.  

Mari kita berdoa untuk kedamaian wilayah Timur Tengah, terkhusus untuk konflik Israel dan Hamas agar segera selesai. Terlebih untuk para korban yang menderita karena baik yang harus mengungsi, terluka dan tewas akibat perang. 

BACA JUGA:

2 Wanita Ditembak Di Gereja Katolik Gaza, Paus Fransiskus Sebut Ini Taktik Terorisme

Temuan Terowongan Bawah Tanah di Gaza

Sumber : CBN News
Halaman :
1

Ikuti Kami