Mengapa Kemenyan Menjadi Persembahan Penting Untuk Yesus?
Sumber: Canva

Fakta Alkitab / 14 December 2023

Kalangan Sendiri

Mengapa Kemenyan Menjadi Persembahan Penting Untuk Yesus?

Puji Astuti Official Writer
1860

Dalam kisah 3 orang Majus yang mencari Raja Orang Yahudi yang baru lahir, ada  3 hadiah yang mereka bawa. Hadiah tersebut dipersiapkan oleh orang-orang Majus bukan tanpa tujuan, karena ketiganya menjadi perlambangan penting bagi Sang Mesias. Emas menjadi lambang keagungan Yesus sebagai Raja, kemenyan sebagai lambang keagungannya sebagai Imam Agung dan hadiah ketiga yaitu mur menjadi lambang pengorbanan dan penebusan dosa yang kelah akan dilakukan Yesus.  

Dari tiga hadiah orang Majus tersebut, kali ini Fakta Alkitab akan khusus membahas tentang kemenyan. Bagi orang Indonesia sendiri, kemenyan bukan hal asing karena menjadi bagian dari ritual keagamaan dan kepercayaan di negeri ini. Namun, mengapa kemenyan juga menjadi hal penting di Alkitab?  

Mari kita ikuti pembahasannya dalam Fakta Alkitab kali ini.  

Kemenyan Bagian Dari Prosesi  Ibadah di Perjanjian Lama 

Kemenyan telah menjadi sarana penyembahan dan juga pengobatan di wilayah Timur Tengah sejak ribuan tahun lamanya. Di Mesir, kemenyan bisa ditemukan juga sebagai bagian dari mumifikasi mayat. Bentuk asli dari kemenyan seperti kristal dan berwarna keputihan.  

Penggunaan kemenyan bisa dalam bentuk dihancurkan menjadi bubuk dan dibakar, atau menjadi bagian dari berbagai campuran rempah yang kemudian menjadi minyak wangi-wangian. Di dalam Alkitab, aturan tentang penggunaan kemenyan di tulis dalam Keluaran 30:34, dimana Tuhan memerintahkan kepada Musa untuk membuat campuran wangi-wangian, yang salah satunya adalah kemenyan yang tulen atau murni.  

Ukupan wangi-wangian tersebut sangat khusus untuk prosesi ibadah, dan penggunaannya pun tidak boleh sembarangan, tidak boleh digunakan sebagai parfum.  

Yang menarik, kemenyan merupakan bubuhan untuk persembahan sajian berupa gandum dan minyak yang dibubuhi oleh kemenyan. Hal ini harus dipersembahkan oleh imam keturunan Harun, sebuah korban yang maha kudus bagi Tuhan (Imamat 2:1-2).  

Namun dengan jelas di Alkitab menyatakan bahwa korban penebusan dosa tidak boleh dibubuhkan kemenyan (Imamat 5:11). Korban penebusan dosa adalah sebuah bentuk pengakuan dosa di hadapan Tuhan, dan bentuk kerendahan hati untuk memohon pengampunan dosa dari Tuhan.  

Asal Usul Kemenyan 

Kemenyan dibuat dari getah tanaman jenis Boswellia dalam keluarga tumbuh-tumbuhan Burseraceae, Boswellia sacra (Sinonim B. carteri, B. thurifera, B. bhaw-dajiana), B. frereana dan B. serrata (kemenyan India).  

Untuk menghasilkan getah kemenyan, maka mohon akan dilukai hingga keluar getahnya, dan kemudian akumulasi dari getah tersebut akan dikeringkan. Getah ini biasanya dikenal dengan nama benzoid, dalam bahasa Arab kata benz berarti harum. Kata Ibrani untuk kemenyan adalah labonah, yang berarti "putih," merujuk pada warna getah yang mengkristal berwarna putih ataupun asap pembakaran ukupan.  

Untuk kemenyan yang digunakan oleh orang Israel kuno, mereka berasal dari sebagian kecil Arab, Afrika Utara dan juga India. Dengan jalur perdagangan yang membentang dari India, China hingga ke Eropa yang melewati wilayah Timur Tengah, maka sangat tidak mengherankan bahwa kemenyan merupakan salah satu komoditas perdagangan yang penting dan sangat mahal di saat itu.  

Penggunaan dan pengolahan kemenyan  

Perlu diketahui bahwa kemenyan bukan hanya penting karena berbau harum dan sebagai bahan utama parfum saja, namun juga mengandung berbagai khasiat untuk kesehatan. Kemenyan mengandung saponin, olibanol, materi resin, terpenes, flavonoida dan polifenol.  

Sebagai contoh kandungan kemenyan bisa digunakan untuk mengobati gusi bengkat dan juga luka herpes di mulut. Bahkan kemenyan yang dikombinasikan dengan bahan-bahan herbal yang tepat juga bisa mengobati berbagai penyakit kulit. Bahkan kandungan dalam kemenyan juga bisa digunakan sebagai ekspektoran, yaitu membantu mengeluarkan dahak saat batuk.  

Yesus sebagai Imam Besar Kita 

Dalam Natal ini, kita diingatkan kembali melalui persembahan orang-orang Majus bahwa Yesus Kristus merupakan Imam Besar yang sudah ditentukan Allah dari semula untuk menjadi perantara bagi umat-Nya yang berdosa, untuk masuk dalam hadirat Tuhan. Diperdamaikan dengan Allah melalui pengorbanan-Nya di kayu Salib, sebagai Anak Domba Allah yang tak bercacat.  

Sebab Imam Besar yang kita punya, bukanlah imam besar yang tidak dapat turut merasakan kelemahan-kelemahan kita, sebaliknya sama dengan kita, Ia telah dicobai, hanya tidak berbuat dosa. Sebab itu marilah kita dengan penuh keberanian menghampiri takhta kasih karunia, supaya kita menerima rahmat dan menemukan kasih karunia untuk mendapat pertolongan kita pada waktunya. - Ibrani 4:15-16 

Jadi mari kita merayakan Natal dengan sukacita, dengan mengingat bahwa melalui Yesus Kristus kita telah disucikan dan diperdamaikan dengan Allah. Mari bagikan kabar keselamatan ini kepada sebanyak mungkin orang, karena dunia sedang kehilangan pengharapan. Mereka sedang menghadapi keputusasaan. Namun kita memiliki sebuah kabar baik, kabar pengharapan di dalam Yesus Kristus.  

Saat ini CBN sudah melayani 3.720 anak lewat Sanggar Belajar Anak School of Life (SoL) di daerah Terdepan, Terluar dan Tertinggal di Indonesia. Mari jadi berkat untuk anak Indonesia agar mereka dapat akses pendidikan yang baik, DONASI SEKARANG

Sumber : Puji Astuti / Jawaban.com
Halaman :
1

Ikuti Kami