Apakah Praktik Baptis itu Penting dalam Hidup Orang Kristen?
Sumber: iccbandung.com/

Kata Alkitab / 27 November 2023

Kalangan Sendiri

Apakah Praktik Baptis itu Penting dalam Hidup Orang Kristen?

Claudia Jessica Official Writer
944

Salah satu aturan yang diberikan Yesus mengenai Gereja adalah pembaptisan. Sebelum Yesus naik ke surga, Dia mengatakan, “Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.” (Matius 28:19-20).

Perintah ini menjelaskan bahwa Gereja bertanggungjawab untuk menyebarkan ajaran Yesus, membuat murid, dan melakukan baptisan di seluruh dunia hingga akhir zaman. Oleh karena itu, baptisan sangat penting karena merupakan perintah langsung dari Yesus.

Baptisan bukanlah sesuatu yang baru dilakukan setelah Gereja didirikan. Orang Yahudi sebelumnya sudah melakukan baptisan kepada murid dan pengikut mereka sebagai lambang penyucian. Yohanes Pembaptis menggunakan baptisan sebagai langkah awal menyambut Tuhan, dan ia menekankan bahwa semua orang (termasuk non-Yahudi) seharusnya dibaptis sebagai tanda pertobatan.

 

BACA JUGA: Apakah Orang Kristen yang Belum Dibaptis Boleh Mengikuti Perjamuan Kudus?

 

Meskipun demikian, baptisan Yohanes yang melambangkan pertobatan berbeda dengan pembaptisan Kristen, seperti yang terlihat di Kisah Para Rasul 18:24-26 dan 19:1-7. Baptisan Kristen adalah sebuah tindakan yang memiliki makna yang lebih mendalam.

Baptisan Kristen mencakup penyebutan nama Bapa, Putra, dan Roh Kudus, menandakan bahwa seseorang telah menjadi bagian dari komunitas Kristen.

Ketika seseorang diselamatkan, mereka “dibaptis” oleh Roh Kudus ke dalam Tubuh Kristus, yaitu Gereja. Hal ini diungkapkan oleh Paulus dalam 1 Korintus 12:13, “Sebab dalam satu Roh kita semua, baik orang Yahudi, maupun orang Yunani, baik budak, maupun orang merdeka, telah dibaptis menjadi satu tubuh dan kita semua diberi minum dari satu Roh.”

Baptisan Kristen menjadi cara bagi seseorang untuk mengungkapkan iman mereka secara terang-terangan. Ketika dibaptis, seseorang menyatakan tanpa kata-kata bawa, “Saya bersaksi akan iman saya pada Kristus; Yesus telah menyucikan hati saya dari dosa, dan sekarang saya memiliki hidup baru yang dikuduskan.”

Baptisan Kristen menggambarkan kematian, penguburan, dan kebangkitan Yeuss Kristus. Pada saat yang sama, baptisan juga mencerminkan kematian kita terhadap dosa dan kebangkitan kehidupan baru dalam Kristus. Ketika seseorang berdosa menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat, mereka telah mati terhadap dosa (Roma 6:11) dan dibangkitkan ke dalam kehidupan baru (Kolose 2:12).'

 

BACA JUGA: Apakah Setiap Orang Percaya Harus Berbahasa Roh?

 

Proses menyelamkan seseorang ke dalam air melambangkan kematian manusia lama terhadap dosa, dan bangkitnya dari dalam arit melambangkan hidup baru yang bersih dan kudus dari keselamatan yang diterima dari Yesus Kristus.

Roma 6:4 menjelaskan, “Dengan demikian kita telah dikuburkan bersama-sama dengan Dia oleh baptisan dalam kematian, supaya, sama seperti Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa, demikian juga kita akan hidup dalam hidup yang baru.”

Sederhananya, baptisan air adalah bentuk dari kesaksian umum orang percaya tentang perubahan dalam kehidupan pribadinya. Baptisan adalah bentuk ketaatan seseorang kepada Tuhan Yesus karena telah diselamatkan oleh karya penebusan-Nya di kayu salib.

Namun, meski baptisan seringkali dikaitkan dengan keselamatan, tetapi baptisan bukanlah syarat mutlak untuk memperoleh keselamatan. Alkitab dengan jelas menunjukkan kepada kita bawa untuk memperoleh keselamatan, kita perlu pertama kali adalah percaya kepada Yesus Kristus kemudian melakukan baptisan.

Kisah Para Rasul 2:41, “Orang-orang yang menerima perkataannya itu memberi diri dibaptis.”

 

 

BACA JUGA: Dahsyat! Gereja Ini Tunda Ibadah Demi Baptis Ratusan Orang yang Hadir

 

Seseorang yang baru percaya Yesus Kristus, harusnya memiliki kerinduan untuk segera dibaptis, Dalam Kisah Para Rasul 8, Filipus memberitakan “Maka mulailah Filipus berbicara dan bertolak dari nas itu ia memberitakan Injil Yesus kepadanya. Mereka melanjutkan perjalanan mereka, dan tiba di suatu tempat yang ada air. Lalu kata sida-sida itu: "Lihat, di situ ada air; apakah halangannya, jika aku dibaptis?"”

Mereka semua berhenti tanpa ragu dan Filipus membaptis orang tersebut.

Baptisan menjadi cara bagi seseorang untuk mengungkapkan iman mereka kepada Yesus Kristus yang telah mati disalibkan, dikubur, dan bangkit kembali. Dimana pun Injil diberitakan, baptisan harus mengikuti sebagai bentuk penyerahan seseorang terhadap imannya kepada Yesus Kristus.

Sumber : jawaban.com
Halaman :
1

Ikuti Kami