Kisah Esau dan Yakub Membawa Kiel Pada Kasih Sesungguhnya
Sumber: jawaban.com

Family / 21 November 2023

Kalangan Sendiri

Kisah Esau dan Yakub Membawa Kiel Pada Kasih Sesungguhnya

Lidya Dwi Apriliani Official Writer
899

Namaku Yehezkiel, orang-orang memanggilku Kiel. Umurku saat ini 9 tahun. Aku anak 10 dari 11 bersaudara. Namun, karena adikku yang paling kecil sudah meninggal. Jadi dirumah aku anak yang paling kecil.  

Kata mama, karena kondisi ekonomi yang buruk dengan anak sebanyak ini, aku akhirnya dititipkan ke salah satu teman mama di kota Manado. Saat itu umurku masih 1 tahun, aku belum mengerti apa-apa, jadi yang aku lakukan hanya menuruti apa yang dilakukan oleh orangtuaku. Saat itu aku juga tidak menangis saat aku harus berpisah dengan mama.  

BACA JUGA : Terima Kasih Tuhan Yesus Karena Telah Membuka Mata Hatiku

Masa-masa yang ku lalui di rumah mami, sangat menyenangkan. Kebutuhan ku tercukupi, aku juga membantu membereskan pekerjaan rumah. Aku menyayangi mami layaknya menyayangi mama ku sendiri, begitupun mami yang lebih menyayangiku. Kasih sayangnya tak terbagi, hanya untuk diriku saja. 

Hingga akhirnya aku harus kembali kepada mama kandung ketika umurku menginjak 8 tahun, karena saat itu mami sudah mulai tua dan agak kesulitan jika harus mengurusku. Aku harus kembali ke Desa Makalelon dan bersatu kembali dengan keluarga kandung ku. Mungkin ini akan menjadi momen yang menyenangkan bagi orang lain. Namun tidak bagiku, aku sangat sedih ketika harus berpisah dengan mami. 

BACA JUGA : Tuhan Mengubah Rasa Kecewaku Menjadi Sebuah Rasa Syukur

Aku kembali menyesuaikan diri dengan keluargaku, ada rasa canggung ketika aku harus berkomunikasi dengan kakak ku. Saat itu hanya ada aku dan satu kakak perempuanku yang ada dirumah. Sedangkan kakak ku yang lainnya sudah bekerja diluar kota.  

Perhatian yang kudapat dari orangtua ku sangat berbeda dengan apa yang kudapat dari mami. Tak jarang aku membuat ulah dengan mengganggu kakak ku untuk mendapatkan perhatian orangtuaku. Namun aku akan membenci kakak ku ketika dia membalas pukulan ku. Semua nasihat yang diberitahu oleh orangtuaku, tidak pernah aku dengar. Bertengkar dengan kakak sudah menjadi rutinitas di rumah kami.  

BACA JUGA : Ketabahan Debora Menjadi Kunci dari Kesembuhan Bibirnya yang Sumbing.

Ketika aku mengikuti ibadah sekolah minggu Superbook, aku menonton kisah Saudara Kembar, Esau dan Yakub. Cerita itu mengajariku arti pentingnya memaafkan dan mengampuni. Aku tersadar bahwa bagaimana pun masalah yang terjadi antara kakak dan adik, dia tetaplah saudara mu. Tidak benar jika aku harus membenci kakak ku hanya karena dia membalas apa yang aku lakukan padanya dan sekarang aku jugamengerti kalau caraku untuk mendapatkan kasih sayang kedua orangtuaku itu salah. Dengan menjadi anak yang baik dan mendengarkan apa yang mereka katakan itu adalah cara yang tepat. Sekarang aku lebih mengasihi kakakku dan menerima kondisiku yang telah berubah. 

Sumber : jawaban.com
Halaman :
1

Ikuti Kami