Kisah Alkitab ini Membuatku Menjadi Pribadi yang Lebih Sabar-Nancy
Sumber: jawaban.com

Family / 3 November 2023

Kalangan Sendiri

Kisah Alkitab ini Membuatku Menjadi Pribadi yang Lebih Sabar-Nancy

Lidya Dwi Apriliani Official Writer
738

Namaku Nancy, aku masih berumur 10 tahun dan kelas 5 SD di salah satu SD Negeri di Desa Lasara Bahil, sedangkan adikku, Billy masih berumur 7 tahun. Ayahku seorang penjual daging babi, ibuku seorang guru dan pelayan gereja. Kedua orangtuaku sangat sibuk bekerja, sehingga tanggung jawab dalam menjaga Billy diberikan kepadaku. Awalnya tak masalah buatku, namun mama sering kali memarahiku jika aku tidak menjaga Billy dengan baik atau kalau aku tidak mengerjakan tugas yang dia berikan padaku. Aku merasa tidak adil dan kesal. Semua hal dilimpahkan kepadaku, tugas dan amarah kedua orangtuaku harus aku terima setiap hari.  

Baca Juga : Terima Kasih SoL, Aku yang Malas Sekarang Bisa Jadi Juara Kelas-Zahra

Aku kesal, tentu. Maka ketika kedua orangtuaku pergi bekerja dan aku disuruh menjaga Billy, aku lampiaskan kekesalanku kepada Billy. Ketika ia mengejekku saat aku belajar, ku pukul dia sampai dia menangis. Lalu kumarahi dia dan aku menumpahkan amarahku pada Billy saat itu. Ketika mama pulang dari bekerja, Billy mengadu. Ia bilang pada mama kalau aku memukulnya. Setelah itu mama akan memarahiku lagi. Hal ini tidak hanya sekali dua kali aku rasakan.  

Suatu ketika saat aku pergi ke Sekolah Minggu Superbook, kami menonton kisah Yusuf yang dijual oleh saudara-saudaranya. Aku menangis terharu melihat bagaimana Yusuf tetap sabar ketika saudara-saudaranya menjual dia. Kisah itu membuatku teringat kalau aku sering memukul adikku, hal itu membuatku terlihat seperti saudara-saudara Yusuf. Ketika guru sekolah minggu menanyaiku, aku mengungkapkan apa yang aku rasakan.  

Baca Juga : Buah dari Menghidupi Firman Tuhan-Kisah Kesaksian Exsa, Anak 11 Tahun 

Malamnya, mama mengajak kami berdua mengobrol. Ia ternyata tahu soal aku menangis di sekolah minggu. Ia meminta maaf pada kami karena tidak pernah punya waktu untuk kami. Terutama padaku karena ia sering memarahiku. Setelah itu aku juga meminta maaf pada Billy, karena sering memukulnya.  

Kisah Yusuf dalam Superbook membuatku menjadi pribadi aku jadi lebih sabar dan pemaaf ketika menghadapi kejahilan Billy, aku juga semakin rajin membantu pekerjaan dirumah. Mencuci piring, memasak nasi, membersihkan rumah dan menjaga adik aku kerjakan dengan baik. Mama juga selalu meluangkan waktunya untuk kami berdua. Aku sangat bersyukur dan senang Kisah Superbook tidak hanya mengubahkan ku, tapi juga mamaku.  

Sumber : jawaban.com
Halaman :
1

Ikuti Kami