Kenapa Kita Harus Jadi Hamba yang Setia dan Baik?
Sumber: Tri State

Kata Alkitab / 15 October 2023

Kalangan Sendiri

Kenapa Kita Harus Jadi Hamba yang Setia dan Baik?

Lori Official Writer
2572

Yesus sering memuji sebagian orang sebagai "hamba yang baik dan setia" (Matius 25: 21). Namun, apa arti sebenarnya menjadi hamba Allah yang setia dan bagaimana kita bisa mencapainya dalam persiapan menyambut kedatangan Yesus yang kedua?

1. Tuhan Itu Setia Jadi Kita Perlu Belajar Setia

Kesetiaan adalah aspek penting dalam iman dan kehidupan beriman. Ini bukan hanya tentang hubungan kita dengan pasangan hidup, tetapi juga mengenai kesetiaan kita kepada Tuhan. Saat ini kita sudah melihat ada banyak orang yang memilih lepas dari pelayanan. Tapi sebenarnya Tuhan meminta kita untuk setia supaya janji-Nya tergenapi atas kita.

"Akan tetapi, jika Anak Manusia itu datang, adakah Ia mendapati iman di bumi?" (Lukas 18: 8b)

 

Baca Juga: Kepada Yang Banyak Diberi Akan Banyak Dituntut

 

2. Ketidaksetiaan adalah awal dari pemberontakan 

Akan selalu ada masanya untuk kita mengalami fase menjauh dari Tuhan. Tapi bukan berarti kita meninggalkan iman kita sepenuhnya. Kita mungkin tersesat untuk sementara waktu seperti "Anak yang Hilang," tapi Tuhan akan selalu menghampiri dan membawa kita kembali pulang.

Tapi satu hal yang perlu kita tahu adalah ketidaksetiaan adalah awal dari pemberontakan terhadap Tuhan. Inilah yang diperingatkan Rasul Paulus kepada kita semua bahwa di zaman akhir akan terjadi banyak sekali pemberontakan (2 Tesalonika 2:3), yang artinya kita perlu waspada hidup kita.

 

3. Tuhan mencari orang yang setia

Tuhan tidak mencari orang-orang yang mampu, tapi Dia mencari orang-orang yang setia dan mau memberikan hidupnya ungtuk melayani Dia.

"Siapakah yang akan Kuutus, dan siapakah yang mau pergi untuk Aku? Maka sahutku: "Ini aku, utuslah aku!"(Yesaya 6:8).

Matius 13: 19 adalah perumpamaan kepada orang-orang yang kurang setia. Demikian disampaikan, "Kepada setiap orang yang mendengar firman tentang Kerajaan Sorga, tetapi tidak mengertinya, datanglah si jahat dan merampas yang ditaburkan dalam hati orang itu; itulah benih yang ditaburkan di pinggir jalan." Ayat ini menegaskan bahwa mereka yang kekurangan iman akan sangat mudah untuk diombang-ambingkan dan jatuh ke dalam ketidaksetiaan. Jadi kita harus berhati-hati dengan godaan dunia dan tipu daya kekayaan yang bisa merampas Firman Tuhan dari hati kita. Kita harus fokus pada apa yang Tuhan pedulikan dan melayani sesuai dengan rencana-Nya.

 

Baca Juga: Mengaku Orang Pilihan dan Yakin Masuk Surga?

 

Menjadi hamba yang baik dan setia adalah tujuan setiap orang percaya. Kita tidak boleh merasa takut atau ragu saat menyambut kedatangan Yesus yang kedua. Sebaliknya, kita harus berjuang untuk menjadi hamba yang setia, yang akan mendengar Yesus berkata, "Bagus sekali, hamba yang baik dan setia."

Halaman :
1

Ikuti Kami