Pemuridan Ini Buat Hidupku dan Keluargaku Menyadari Pentingnya Doa
Sumber: Jawaban.com

Berita CBN / 8 October 2023

Kalangan Sendiri

Pemuridan Ini Buat Hidupku dan Keluargaku Menyadari Pentingnya Doa

Lori Official Writer
1645

Namaku Oen June (12 tahun). Aku adalah anak kedua dari lima bersaudara. Kami tinggal dengan orang tua yang hidupnya mengandalkan hasil pertanian. Di desa kami, Perjuangan, Kecamatan Sumbul, Dairi, berdiri sebuah gereja bernama Gereja Presbiterian Misi Injili (GPMI) Eirene. Setiap minggu, aku dan saudara-saudaraku yang lain ikut ibadah sekolah minggu Superbook di gereja ini. 

Sampai suatu kali, kami belajar satu pelajaran tentang kisah Ratu Ester dari animasi Superbook. Dulunya, aku adalah yang tak paham tentang apa itu doa dan lewat kisah Ratu Ester ini aku mulai paham setelah kakak sekolah minggu menjelaskan bagaimana doa dan puasa menolong Ratu Ester menghadapi masalahnya dan bangsanya. Ini adalah pemahaman baru yang tidak pernah aku dapatkan dari ayah maupun ibuku di rumah.

 

Baca Juga: Di Sekolah Minggu Aku Diproses Jadi Anak yang Mau Melakukan Kehendak Tuhan

 

Dari kisah Ratu Ester, aku jadi teringat dengan masalah keluarga kami. Sebagai anak dari keluarga petani yang sudah lama mengerjakan pertanian, aku kadang iba karena orang tuaku selalu mengalami gagal panen berulang kali. Bersyukur saat kami kesulitan secara ekonomi, kami mendapatkan bantuan berupa modal usaha bercocok tomat dari program Hunger Relief CBN Indonesia. Ayahku, Simson Tinambunan pun sudah mulai menanam benih tomat ini di kebun kami. Tapi sayang, hampir dua bulan hujan tak kunjung datang dan tomat kami terancam gagal lagi. 

Tapi waktu itu, aku teringat dengan doa Ratu Ester. Ayahku yang merasa tak lagi bisa berbuat apa-apa akhirnya aku motivasi untuk berdoa. Walaupun ayahku memang sudah melakukan semua yang dia bisa, tapi selama ini dia lupa untuk melibatkan Tuhan di dalam usahanya. Aku lalu mengajaknya untuk berdoa. “Kita harus berdoa. Karena kalau kita berdoa kita pasti akan ditolong Tuhan.”

Aku bersyukur karena pihak gereja juga selalu mendukung ayahku untuk usaha pertaniannya. Mereka juga mengingatkan supaya ayahku mengandalkan Tuhan supaya tanaman tomat yang sedang bertumbuh bisa berhasil dan tak lagi gagal seperti sebelum-sebelumnya.

Dari sanalah ayahku mulai mengajak kami semua berdoa setiap hari. Bukan hanya berdoa supaya tanaman kami bisa bertumbuh dengan baik dan hujan bisa turun, tapi kami juga berdoa untuk orang lain dan jemaat gereja. 

 

Baca Juga: Transformasi Anak di Desa Darit Melalui Ekosistem Pemuridan Holistik CBN

 

Doa keluarga kami pun dijawab Tuhan. Tomat kami bertumbuh dengan baik dan kami bisa panen dan mendapat keuntungan yang cukup besar. Penghasilan ini bisa kami pakai untuk membayar hutang dan membayar biaya Praktek Kerja Lapangan (PKL) kakakku yang sedang sekolah.

Kami bersyukur Tuhan mengajarkan kami tentang doa melalui pemuridan sekolah Minggu Superbook. Dan semoga lewat program yang dikerjakan CBN Indonesia, akan banyak keluarga yang mengalami perubahan besar dalam hidup mereka. 

Membangun ekosistem pemuridan yang holistik adalah cara ampuh mengerjakan Amanat Agung. Kami mendorong setiap mitra CBN untuk mengadopsi satu dari 9 ekosistem yang ada di Sumatera Utara. Untuk keterangan lebih lanjut, hubungi kontak 0815 9655 960 atau klik link di sini.

Halaman :
1

Ikuti Kami