Tuhan Menolong Ketika Tali Gantungan Sudah Hampir Merenggut Nyawaku - Samajaya
Sumber: Jawaban.com

Milenial / 3 October 2023

Kalangan Sendiri

Tuhan Menolong Ketika Tali Gantungan Sudah Hampir Merenggut Nyawaku - Samajaya

Lori Official Writer
1114

Di dalam menjalani hidup, kadang kita akan melalui banyak proses bahkan sampai di titik terendah. Tak sepercik pun harapan yang tertinggal. Tapi hasil akhirnya tergantung dengan respon dan tindakan kita. Inilah yang dialami oleh seorang pria 26 tahun bernama Samajaya.

Samajaya berasal dari Pulau Nias. Dia memutuskan merantau ke Jakarta karena beban besar yang harus ia pikul di kampung halamannya. Dia adalah tulang punggung keluarga yang harus menafkahi istri, lima anak, dan ibunya yang sakit-sakitan. Pekerjaannya di kampung hanya serabutan, dan pendidikannya hanya sampai SMA. Gajinya tak pernah cukup memenuhi kebutuhan keluarga.

Setiba di Jakarta, kisahnya tidak seindah yang dia harapkan! Setelah sebulan berjuang mencari pekerjaan, modalnya hampir habis dan dia bahkan pernah tidur tanpa makan selama dua hari. Hanya cukup minum air saja. Tekanan semakin bertambah karena keluarga di kampung terus bertanya tentang kabarnya.

Perjuangan mendapatkan pekerjaan tak kunjung berakhir. Beban tanggung jawab kepada keluarga semakin menghimpit hidup Samajaya. Hingga di titik terendahnya, terbersit pikiran untuk bunuh diri. Dia sudah mengambil kemejanya dan membuat simpul tali gantungan di dalam kamar mandi. Namun saat dia hendak naik ke kursi dan menggantungkan diri, ia justru mendengar sebuah suara dalam hati kecilnya yang berkata "Ingat anak-anakmu. Ingat istri dan ibumu" Dia juga mendengar suara jelas yang berkata bahwa bunuh diri adalah dosa yang tak akan bisa Tuhan ampuni. Samajaya hanya bisa terduduk sambil menangis, menyesali niatnya untuk bunuh diri. 

Setelah kejadian ini, dia secara tak terduga menemukan sebuah tayangan kesaksian Solusi melalui Facebook. Kisah ini sangat mengena kepada dirinya karena menceritakan tentang pengharapan di tengah kesulitan hidup, sama seperti yang ia sedang alami. 

Lewat tayangan ini, Samajaya menemukan kontak Layanan Doa dan Konseling CBN. Tanpa ragu dia menghubungi dan meminta dukungan doa untuk menghadapi setiap pergumulan hidupnya. Berkat bimbingan dan motivasi yang diberikan, Samajaya pun merasa lega dan hatinya penuh sukacita. 

Dia bahkan mendapatkan kekuatan baru dalam menjalani kehidupan lewat satu firman yang dibagikan, yaitu dari 1 Korintus 10: 13 yang berkata, "Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya." Bukan saja hanya membantu Samajaya menemukan harapan baru, Layanan Doa dan Konseling CBN juga memberikan jalan keluar dengan mencarikannya pekerjaan. 

Puji Tuhan! Samajaya sudah mendapatkan pekerjaan sebagai seorang cleaning service. Melalui penghasilan yang dia dapatkan, dia bisa menyokong kebutuhan keluarganya di kampung. Kabar sukacita yang jauh lebih besar adalah dia menjadi pribadi yang lebih sabar dan mau belajar untuk berserah sepenuhnya kepada Tuhan. 

Dia begitu bersyukur karena telah menemukan jalan keluar di dalam Tuhan melalui bimbingan Layanan Doa dan Konseling CBN. Baginya ini adalah mujizat Tuhan yang luar biasa.

Halaman :
1

Ikuti Kami