Doa, Kerja Keras dan Modal Usaha Gratis Mengubah Kehidupan Keluarga Ama  Ribka

Family / 10 September 2023

Kalangan Sendiri

Doa, Kerja Keras dan Modal Usaha Gratis Mengubah Kehidupan Keluarga Ama Ribka

Aprita L Ekanaru Official Writer
1376

Hai, perkenalkan, saya Meniria Bate'e (42 tahun), atau yang biasa dipanggil ama. Sehari-hari, saya adalah seorang petani yang bekerja menanam padi di sawah. Sementara itu, suami saya, seorang kuli bangunan yang gigih. Kami memiliki julukan akrab, ama dan ina Ribka, karena anak sulung kami bernama Ribka. Puji Tuhan, Tuhan telah memberkati kami dengan enam anak, yang semuanya masih bersekolah.

Sebagai keluarga dengan penghasilan terbatas dari pertanian dan pekerjaan bangunan, kehidupan kami tidak selalu mudah. Hasil panen padi hanya cukup untuk makan keluarga kami sendiri, dan kami harus menunggu tiga bulan sekali untuk mendapatkan panen berikutnya. Namun, kami selalu bersyukur atas apa yang kami miliki.

Pada suatu hari, berkat School Of Life yang diselenggarakan oleh Gereja GEKARI Lolosazai, dua anak kami, Hertin dan Gilbert, berkesempatan mengikuti program pemuridan. Kami merasa sangat bersyukur atas kesempatan ini, meskipun kami tahu bahwa keuangan keluarga kami sangat terbatas.

Namun, pada bulan Maret 2023, anugerah dari Tuhan datang dalam bentuk bantuan usaha ternak lele dari Tim Kemanusiaan CBN melalui Obor Berkat Indonesia. Kami menerima 1000 ekor bibit lele, lengkap dengan terpal kolam lele, pakan, dan peralatan lainnya yang diperlukan. Ini adalah berkat besar bagi kami, karena usaha ternak ikan lele ini memberi kami peluang untuk menghasilkan pendapatan lebih. Kami merasa bahwa Tuhan telah menjawab doa kami untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

Tiga bulan setelah memulai usaha ternak lele, kami sudah bisa memanen ikan lele pertama kami. Pendapatan dari penjualan ikan ini membantu kami untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Saya selalu mengamati kebaikan Tuhan dalam hidup kami, seperti ketika anak kami, Ribka, menghadapi ujian akhir di SMA. Saat itu, kami sama sekali tidak memiliki uang, karena semua anak memiliki kebutuhan sekolah mereka. Ribka khawatir tidak bisa membayar uang ujian, yang akan membuatnya malu di depan teman-temannya.

Tetapi, suatu pagi, ketika kami berdoa dengan penuh harap, Tuhan menjawab doa kami. Seseorang datang dan membeli lele sebanyak 3 kg dengan harga yang sangat membantu kami. Dengan uang itu, kami segera membayar uang ujian Ribka. Puji Tuhan, Ribka berhasil mengikuti ujian dengan baik, dan sekarang dia telah lulus dari sekolahnya.

Kami juga belajar cara mengelola keuangan dari hasil penjualan ikan lele melalui bimbingan dari Tim Kemanusiaan CBN di Gereja. Pendapatan dari usaha ternak lele tidak hanya membantu kami memenuhi kebutuhan sehari-hari, tetapi kami juga bisa menabung untuk modal usaha berikutnya. Selain itu, ikan lele juga menjadi tambahan makanan sehat bagi anak-anak kami.

Saat ini, kami memiliki 300 ekor lele dalam kolam, dan setelah panen, kami berencana untuk membeli bibit lele lagi untuk melanjutkan usaha kami. Kami yakin bahwa dengan kerja keras dan berkat Tuhan, kami akan semakin berhasil.

Kami sangat berterima kasih kepada Tim Kemanusiaan CBN yang telah memberkati kami dan keluarga kami. Ini adalah anugerah besar dalam hidup kami, yang telah membantu kami melewati masa-masa sulit. Semua ini juga menjadi bukti bahwa Tuhan selalu menjawab doa dan memberikan berkat-Nya kepada kami. Terima kasih, Tuhan Yesus, untuk semua yang telah Engkau lakukan dalam hidup kami.

 

Terberkati dengan kisah Ama Ribka? Mari dukung keluarga lainnya bangkit dari keterpurukan ekonomi, sehingga semakin banyak generasi anak yang terselamatkan masa depannya.

 

DUKUNG SEKARANG

Sumber : Jawaban.com
Halaman :
1

Ikuti Kami